• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Hadapi Musim Kemarau, Masyarakat Diminta Antisipasi Ketersediaan Air

25 April 2025
in Headline, Pendidikan
0
Waspada, Indonesia Berpotensi Alami Kekeringan Meteorologis

Musim kemarau/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau tahun ini diprediksi lebih singkat untuk beberapa wilayah di Indonesia.

Kedatangan musim kemarau ini diperkirakan akan datang pada lebih cepat pada bulan April dan Mei, sedangkan puncak kemarau terjadi dari Juni hingga Juli.

Pakar Klimatologi dari Fakultas GeografI Universitas Gadjah Mada Dr. Emilya Nurjani, S.Si., M.Si., mengatakan perbedaan durasi musim kemarau yang berbeda disebabkan adanya angin musim yang kerap diketahui sebagai muson atau monsoon.

Muson ini yang menjadi penentu musim di Indonesia adalah muson Asia atau Muson Timur dan Muson Barat atau Muson Australia.

Menurut Emilya, muson Asia menjadi penentu akan datangnya penghujan, sedang jika ada muson Australia menjadi penentu masuknya musim kemarau. Namun begitu, kedatangan masing-masing muson ini di setiap wilayah tidak terjadi dalam waktu bersamaan.

“Kadang-kadang tidak selalu bersamaan. Biasanya jika datang kita bisa mulai menentukan Kapan musim itu mulainya musim hujan maupun musim kemarau,” jelas dia dikutip dari laman resmi UGM, Jumat (25/4).

Selain dari dari muson lain, ujar Emilya, fenomena iklim lain bisa mempengaruhi musim di Indonesia, seperti el Nino dan la Nina, Indian Ocean Dipole (IOD)  siklon tropis, osilasi, dan The Quasi-biennial Oscillation (QBO). Untuk tahun ini, Emilya melihat kemungkinan besar tidak ada pengaruh fenomena-fenomena itu terhadap hujan yang turun di Indonesia.

Soal kedatangan musim kemarau, Emilya menyebutkan durasinya bisa  beragam, bahkan ada yang mencapai 24 dasarian atau 8 bulan. Menurut perkiraan Emilya, sebenarnya durasi kemarau tahun ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Oleh karena itu, para petani dapat menyiapkan dengan lebih matang dalam memilih tanaman-tanaman yang akan mereka tanam nanti. Ia menyarankan agar masyarakat di daerah-daerah dengan waktu kemarau panjang tersebut untuk menyesuaikan jenis-jenis tanaman pertanian yang akan ditanam.

Seperti memilih tanaman yang kebutuhan airnya lebih sedikit, dan masa tanamannya lebih pendek. Lalu, para petani juga bisa melakukan pengelolaan pola buka pintu waduk jika ada irigasi atau pengairan.

“Untuk kebutuhan air, kolam  retensi pun bisa menjadi opsi, meskipun memang kolam ini pengisiannya dilakukan saat musim penghujan,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk sumber daya air, ia menyarankan adanya rainwater harvesting, dikarenakan minggu-minggu terakhir ini masih ada turun hujan. Sehingga nanti saat musim kemarau datang, hal tersebut bisa digunakan untuk cadangan air.

Tags: #Air#BMKG#ketersediaan#Masyarakat#musim kemarau#Universitas Gadjah Mada
Previous Post

KKP Segel Lokasi Jual Beli Ikan Hias di Kalbar

Next Post

1.957 CPNS Mundur, Legislator: Ini Musibah Nasional

Next Post
3 Juta Pelamar Ikuti Tes SKD untuk Mengisi 250.407 Formasi CPNS

1.957 CPNS Mundur, Legislator: Ini Musibah Nasional

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .