• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

1.213 Sapi Perah Bunting Tiba di Cilacap!, Bukti Nyata Kemitraan Swasta dan Peternak Rakyat

16 Mei 2025
in Ekonomi
0
1.213 Sapi Perah Bunting Tiba di Cilacap!, Bukti Nyata Kemitraan Swasta dan Peternak Rakyat

Sapi perah bunting/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta-Pemerintah terus memperkuat fondasi industri sapi perah nasional melalui sinergi investasi, kemitraan dengan koperasi peternak, serta dukungan infrastruktur dan pengawasan karantina yang ketat.

Langkah konkret ditandai dengan kedatangan 1.213 ekor sapi perah bunting di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (15/5/2025).

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Makmun, menegaskan bahwa kedatangan sapi perah ini bukan semata-mata kegiatan impor, melainkan bagian dari investasi produktif yang menyatu dengan skema kemitraan rakyat.

“Ini adalah bentuk nyata dari investasi yang berpihak pada peternak. Kita bangun industri susu nasional yang modern, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dari total sapi yang tiba, 1.013 ekor merupakan bagian dari skema joint shipment antara 62 perusahaan dan PT Global Dairy Alami (GDA), sementara 200 ekor lainnya diimpor oleh PT Lunar Chemplast. Seluruh sapi yang masuk dalam kondisi bunting dengan masa kebuntingan antara dua hingga lima bulan. Ternak tersebut akan didistribusikan ke berbagai koperasi peternak seperti KAN Jabung (Malang), Koperasi Larasati (Kuningan), KPBS Pangalengan, Chibugary (Jakarta Timur), dan Kawasan Kunak (Bogor).

Menurut data Kementerian Pertanian, hingga 13 Mei 2025 telah masuk ke Indonesia sebanyak 16.454 ekor sapi, yang terdiri dari 9.736 ekor sapi perah (termasuk 2.256 pedet betina) dan 6.718 ekor sapi pedaging. Seluruh ternak berasal dari 38 pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas investasi pemerintah.

Pemerintah memastikan seluruh proses pemasukan hewan dilakukan sesuai prosedur teknis dan protokol karantina yang ketat, untuk menjamin kesehatan ternak dan mencegah masuknya penyakit hewan menular strategis.

“Kesehatan ternak adalah prioritas utama. Seluruh aktivitas pengawasan kami lakukan secara ketat dan berlapis,” kata Makmun.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah, Sokhib, menyatakan bahwa kegiatan pemasukan sapi perah kali ini merupakan bentuk nyata sinergi antara hulu dan hilir, serta implementasi efisiensi dalam sistem karantina nasional.

“Dengan pendekatan pre-border, proses in-border bisa dilakukan lebih efisien, baik dari sisi waktu maupun biaya. Seluruh aktivitas di post-border tetap berjalan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019,” katanya.

Sinergi tersebut juga mendapat dukungan dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) yang menyatakan kesiapan infrastruktur Pelabuhan Tanjung Intan untuk mendukung distribusi ternak hidup.

“Fasilitas pelabuhan sudah sangat memadai dan selaras dengan penugasan Presiden terkait swasembada pangan. Jarak pelayaran dari Australia ke selatan Jawa juga lebih dekat dan efisien,” kata Miftah Fajrisal, Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan.

Miftah menyebut, momentum ini bisa menjadi pemicu untuk memanfaatkan jalur logistik selatan Jawa dalam kegiatan distribusi ternak nasional.

Kementerian Pertanian membuka peluang investasi lebih luas di subsektor peternakan, khususnya untuk pengembangan sapi perah dan sapi pedaging. Berbagai insentif disiapkan, mulai dari fasilitas fiskal berupa tax allowance, investment allowance, hingga pengurangan pajak, serta dukungan nonfiskal seperti pendampingan lahan, perizinan, dan asistensi teknis.

“Karpet merah kami gelar untuk investor yang ingin ikut membangun kedaulatan pangan nasional,” ujar Makmun. Ia mengajak para pelaku usaha untuk tidak ragu berinvestasi demi mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang mandiri secara pangan dan berdaulat secara ekonomi.

Tags: #Cilacap#Kementerian Pertanian#Pelabuhan Tanjung Intan#Pemerintah#peternak#sapi perah
Previous Post

Tol Sinaksak – Simpang Panei Ditarget Beroperasi Saat Nataru

Next Post

KKP Bangun Sinergi Perkuat Pengawasan di Laut

Next Post
KKP Bangun Sinergi Perkuat Pengawasan di Laut

KKP Bangun Sinergi Perkuat Pengawasan di Laut

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .