• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Pastikan Impor Indukan Sapi Tak Bebani APBN, Justru Dongkrak Investasi

27 Juni 2025
in Ekonomi
0
Kementan Pastikan Impor Indukan Sapi Tak Bebani APBN, Justru Dongkrak Investasi

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.od, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa kebijakan impor indukan sapi hidup merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong industrialisasi subsektor peternakan. Pemerintah memastikan bahwa langkah ini memperluas kesempatan tumbuhnya pelaku usaha lokal, terutama peternak rakyat dan koperasi.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menjelaskan bahwa pemerintah tengah mengakselerasi Program Percepatan Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) yang menjadi mandat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

“Target kami adalah mendorong peningkatan produksi susu dan daging sapi nasional untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagaimana dicanangkan Bapak Presiden Prabowo,” jelas Agung dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/6/2025).

Salah satu upaya nyata yaitu mendatangkan satu juta ekor sapi perah dan satu juta ekor sapi pedaging dalam lima tahun ke depan. Hingga pertengahan Juni 2025, sudah masuk 22.241 ekor terdiri dari 8.580 ekor sapi perah dan 11.405 ekor sapi pedaging.

“Ini bukan sekadar impor, tapi bagian dari investasi terintegrasi. Kami sudah mengantongi komitmen dari 196 pelaku usaha sapi perah dan 84 pelaku usaha sapi pedaging, baik PMDN maupun PMA,” ujar Agung.

Kebijakan impor indukan sapi ini sejatinya bukan pengganti produksi lokal, melainkan akselerator untuk mempercepat kemandirian pangan nasional. Selain itu, sebagian besar sapi yang diimpor merupakan sapi bunting, sehingga dapat langsung berkontribusi terhadap peningkatan populasi dan produksi.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah menyediakan berbagai insentif bagi para investor. Fasilitas tersebut mencakup insentif fiskal seperti tax allowance dan investment allowance, serta dukungan nonfiskal berupa penyediaan lahan, asistensi teknis, dan pengawalan proses perizinan.

“Karpet merah kami gelar untuk investor yang ingin ikut membangun kedaulatan pangan nasional,” tegas Agung.

Guna memastikan keberlanjutan program tersebut, Kementan juga menekankan pentingnya kemitraan antara peternak rakyat dan investor. Skema ini menjadikan peternak sebagai mitra operasional, sementara investor menyediakan indukan sapi, pakan, sistem manajemen, serta teknologi.

Melalui skema investasi, penguatan peran peternak rakyat, serta keterlibatan koperasi dan UMKM, pemerintah membangun ekosistem peternakan yang lebih produktif, dan berkelanjutan. “Kita ingin peternakan lokal tumbuh, industri nasional berkembang, dan masyarakat mendapatkan akses protein hewani yang cukup dan terjangkau,” ungkap Agung.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, telah menekankan bahwa pemerintah terus mendorong investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, guna meningkatkan populasi sapi dan memenuhi kebutuhan daging serta susu nasional.

“Bukan negara yang mengeluarkan anggaran untuk impor sapi hidup. Kita membuka kesempatan karena ada kebutuhan besar pada daging dan susu, maka kita membuka kesempatan bagi banyak investor untuk berinvestasi,” kata Wamentan Sudaryono dalam keterangannya di Kantor Pusat Kementan, Jakarta Selatan, sepekan lalu (17/6/2025).

Terkait regulasi kuota impor sapi hidup yang dilakukan pemerintah untuk menjamin ketersediaan pasokan daging sapi hingga susu. Menurutnya, dengan tidak diberlakukannya kuota impor, justru memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada berbagai pelaku usaha.

“Yang dimaksudkan kuota dihapus tuh jangan sampai yang dapat dia lagi, dia lagi, gitu. Kita tidak mau. Ini kan namanya demokrasi berkeadilan. Jadi siapapun boleh dalam kerangka volume yang disepakati di neraca komoditas,” pungkasnya.

Kementan menegaskan, meski kebijakan impor sapi hidup terbuka tanpa sistem kuota, setiap pelaku usaha yang melakukan impor tetap wajib menunjukkan komitmen dalam membangun produksi nasional melalui penyediaan indukan. Investasi ini tidak hanya mencukupi kebutuhan saat ini, tapi juga menjadi fondasi jangka panjang bagi ketahanan pangan nasional.

Tags: #APBN#impor#investasi#Kementerian Pertanian#sapi
Previous Post

KKP Perkuat Tata Kelola Laut Berkelanjutan di Platform E-Milea

Next Post

Kementan Kawal Ketat Penyembelihan Hewan Dam dan Hadyu di Tiga Rumah Potong Hewan

Next Post
Kementan Kawal Ketat Penyembelihan Hewan Dam dan Hadyu di Tiga Rumah Potong Hewan

Kementan Kawal Ketat Penyembelihan Hewan Dam dan Hadyu di Tiga Rumah Potong Hewan

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .