• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Maruarar Sirait Minta Tambah Anggaran Rp49,854 Triliun pada 2026

13 Juli 2025
in Ekonomi, Headline
0
Maruarar Sirait Minta Tambah Anggaran Rp49,854 Triliun pada 2026

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terus bekerja keras dan berkoordinasi dengan Komisi V DPR RI untuk mendorong pembangunan Program 3 Juta Rumah tahun 2026 mendatang.

“Kami mengajukan usulan agar Pagu Anggaran pada Tahun Anggaran 2026 Kementerian PKP sebesar Rp 49,854 Triliun,” ujar Menteri PKP Maruarar Sirait Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Pada Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Menteri PKP menjelaskan, berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran T.A 2026 Kementerian Perumahan Dan Kawasan Permukiman, Anggaran Kementerian PKP TA 2026 diusulkan sebesar Rp49,854 Triliun. Sehingga dari Pagu Indikatif sebesar Rp 1,824 Triliun diperlukan tambahan anggaran sebesar Rp 48,029 Triliun.

“Kami mohon usulan tersebut dapat disetujui oleh Komisi V DPR RI. Selanjutnya Usulan Pagu Anggaran tesebut akan disampaikan Kementerian PKP kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas. Usulan Realokasi Anggaran dan Buka Blokir Anggaran Kementerian PKP TA 2025 mohon mendapat persetujuan untuk selanjutnya akan disampaikan Revisi Anggaran kepada Kementerian Keuangan c.q Direktorat Jenderal Anggaran,” terangnya.

Menteri PKP menambahkan, dari usulan anggaran tersebut, sebesar Rp 45,55 Triliun atau 91,37% diusulkan untuk anggaran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dengan target 2 juta unit.

Usulan anggaran di luar BSPS sebesar Rp 4,30 Triliun atau 8,63% dari total usulan anggaran TA 2026, atau mengalami kenaikan hanya sebesar Rp 840 miliar atau 24,27% dari anggaran TA 2025 yang sebesar Rp 3,46 Triliun.

Usulan anggaran tersebut dalam rangka mendukung pencapaian target pembangunan dan renovasi 3 juta rumah, dan penanganan kawasan kumuh sesuai target dan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2026.

Melalui usulan anggaran tersebut, dari data Kementerian PKP akan mampu menghasilkan pembangunan dan renovasi 2.052.822 unit dan penanganan kawasan kumuh seluas 225 Ha, sehingga tetap diperlukan langkah-langkah kreatif untuk pencapaian target pembangunan dan renovasi 3 juta rumah melalui: pembiayaan rumah subsidi FLPP, KUR sektor perumahan, swadaya masyarakat, CSR, investasi. Rumah Susun 3.047 unit untuk lanjutan pembangunan rusun MYC, lanjutan pembangunan kegiatan tematik (IKN, DOB), dan pembangunan rusun SYC Baru Prioritas dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp1,67 Triliun

Rumah Khusus 1.166 unit untuk penanganan pasca bencana, dan stock Panel RISHA untuk cadangan bencana dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp287,81 Miliar. PSU Rumah Umum 18.609 unit di kawasan pesisir, perkotaan dan perdesaan, dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp290,82 Miliar Penanganan Permukiman Kumuh dan Sanitasi Penanganan Permukiman Kumuh yang memiliki luas minimal 15 Ha sebanyak 15 Lokasi, dan Pemenuhan Sanitasi sebanyak 30.000 unit dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp660 Miliar.

Dukungan Manajemen – Program Dukman untuk Gaji dan Tunjangan 3.791 Pegawai serta Operasional seluruh Satker (6 Satker Pusat, 19 Satker Balai dan 35 Satker Provinsi) sebesar Rp1.118,94 Miliar – Turbinwas untuk verifikasi usulan kelayakan, pemantauan, evaluasi kebijakan pada Satker Pusat dan penguatan fungsi Balai/Satker dalam Koordinasi dengan pemerintah daerah, serta monitoring dalam pelaksanaan kegiatan perumahan sebesar Rp271,52 Miliar

Pembiayaan Perumahan Pembiayaan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui FLPP dan SBUM yang dialokasikan di BA BUN Kementerian Keuangan untuk sebanyak 500.000 unit, KUR Sektor Perumahan, dan Investasi.

“Program Prioritas TA 2026 Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Rumah Swadaya 2 Juta unit di Kawasan Pesisir (670.000 unit), Perkotaan (665.000 unit) dan Perdesaan (665.000 unit) dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 45,55 Triliun,” katanya.

 

Tags: #2026#Anggaran#DPR#Komisi V#Maruarar Sirait#Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman
Previous Post

BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Mengintai di Berbagai Wilayah Indonesia

Next Post

Titik Lokasi KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam Ditemukan, Menhub Apresiasi Tim SAR Gabungan

Next Post
Titik Lokasi KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam Ditemukan, Menhub Apresiasi Tim SAR Gabungan

Titik Lokasi KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam Ditemukan, Menhub Apresiasi Tim SAR Gabungan

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .