• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Defisit APBN Rp371,5 Triliun, Pakar UGM: Masih Aman

23 Oktober 2025
in Ekonomi, Headline
0
Sikat! Satgas BLBI Sita Aset Properti Eks BLBI di Depok

Gedung Kementerian Keuangan/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta– Kementerian Keuangan mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 30 September 2025 mencapai Rp371,5 triliun atau 1,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Meskipun mengalami tekanan, keseimbangan primer tetap positif meski masih berada di bawah target outlook 2025 sebesar 2,78 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa kinerja fiskal Indonesia relatif terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menanggapi hal tersebut, pakar kebijakan fiskal dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Rijadh Djatu Winardi, S.E., M.Sc., Ph.D., CFE, menilai bahwa defisit APBN 2025 masih tergolong sehat dan terkendali.

“Defisit sebesar 1,56 persen terhadap PDB masih aman karena keseimbangan primer tetap positif dan rasio utang terhadap PDB berada di kisaran 39–40 persen. Artinya, ruang kebijakan fiskal kita masih cukup luas,” ungkapnya, Rabu (22/10).

Menurutnya, tekanan terhadap APBN tahun ini bersifat siklikal, bukan struktural. Sebab, penurunan harga komoditas global, khususnya batubara dan sawit, menekan penerimaan pajak dan PNBP. Namun, sektor manufaktur dan jasa masih berkontribusi positif sehingga menjaga daya tahan fiskal kita.

Meski begitu, ia juga menyoroti rendahnya rasio pajak Indonesia yang masih sekitar 10 persen terhadap PDB, jauh di bawah rata-rata banyak negara lain yang mencapai 20 persen. Basis penerimaan fiskal kita masih sempit sehingga rentan terhadap fluktuasi harga komoditas.

Sementara itu, dari sisi belanja, realisasi hingga kuartal III baru mencapai 62,8 persen dari outlook. Beberapa kementerian/lembaga (K/L) besar bahkan masih di bawah 50 persen, seperti Badan Gizi Nasional (16,9 persen), Kementerian PUPR (48,2 persen), dan Kementerian Pertanian (32,8 persen).

“Masalah ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga struktural. Kesiapan anggaran sejak awal tahun yang belum optimal, kecenderungan menunda belanja (fiscal inertia), serta rendahnya efisiensi alokasi (allocative efficiency) menjadi penyebab utama rendahnya serapan anggaran,” terang Rijadh.

Ia menegaskan, percepatan serapan belanja harus menjadi prioritas agar fungsi stabilisasi APBN tetap berjalan optimal. Pemerintah perlu mempercepat pengadaan barang dan jasa sejak awal tahun serta memastikan mekanisme pembayaran berjalan sesuai jadwal untuk menghindari penumpukan belanja di akhir tahun.

Menutup pandangannya, Rijadh berharap kebijakan fiskal di sisa tahun 2025 difokuskan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan keberlanjutan fiskal. Apalagi pemerintah memiliki waktu kurang dari tiga bulan untuk merealisasikan belanja sekitar Rp 527 triliun.

“Fokusnya bukan sekadar menghabiskan anggaran, tetapi memastikan setiap rupiah digunakan secara efektif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar dia.

Tags: #APBN#defisit#Fiskal#PDB#Universitas Gadjah Mada
Previous Post

Prabowo Ingin Biaya Haji Turun dan Waktu Tunggu Dipangkas Jadi 26 Tahun

Next Post

Presiden Afrika Selatan: Indonesia Sekutu Setia Afrika Selatan Sejak Perjuangan Anti-Apartheid

Next Post
Presiden Afrika Selatan: Indonesia Sekutu Setia Afrika Selatan Sejak Perjuangan Anti-Apartheid

Presiden Afrika Selatan: Indonesia Sekutu Setia Afrika Selatan Sejak Perjuangan Anti-Apartheid

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .