• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Guru Besar UGM Ungkap Dampak dari Mahalnya Biaya Politik

8 Desember 2025
in Headline, Hukum
0
KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pengadaan Server dan Storage Telkomsigma

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta– Selama rentang bulan Agustus hingga November 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setidaknya sudah menangkap tiga kepala daerah yang terdiri para Gubernur dan Bupati.

Padahal para kepala daerah ini belum setahun menjabat karena baru saja dilantik pada Februari silam.

Berdasarkan catatan KPK, sebanyak 51 persen dari kasus korupsi yang mereka ditangani berasal dari pejabat daerah. Sepanjang 2004-2024 ada sebanyak 167 kepala daerah di Indonesia yang terjerat kasus korupsi.

Guru Besar UGM Bidang Tata kelola Kebijakan Publik Prof. Gabriel Lele, mengatakan motif utama yang memungkinkan para pejabat melakukan tindak pidana korupsi mahalnya biaya politik ketika pencalonan dan kurangnya tindak adil negara dalam memperlakukan ‘kesejahteraan’ kepala daerah untuk mengembalikan dana yang telah mereka gunakan dalam pencalonan.

“Sebagian kepala daerah pembiayaannya bukan ditanggung partai tetapi mayoritas harus mencari sendiri,” ucap dia dalam keterangan resminya, Senin (8/12).

Menurut Gabriel, pemerintah sebenarnya telah melakukan beberapa upaya untuk menurunkan tindak korupsi. Pertama dengan mengubah sistem kepartaian dari partai massa menuju ke partai kader.

Partai kader umumnya memiliki ideologi yang jelas serta anggota yang tetap. Kedua, pembiayaan politik untuk persiapan kampanye ditanggung oleh negara dengan risiko yang besar bahwa dana tersebut akan digunakan sebaik-baiknya.

Selain dari pemerintah, bagi Gabriel menekankan bahwa idealnya masyarakat yang memutuskan memilih seseorang atau sebuah partai karena pertimbangan programatik calon pemimpin bukan karena hal lain karena politik uang.

“Kalau publiknya mau berani menolak serangan fajar misalnya, bantuan-bantuan tidak jelas dengan motif politik, saya kira partai politik juga akan memikirkan kembali hal tersebut,” katanya.

Bagi Gabriel, untuk menekan korupsi para kepala daerah ini kuncinya pada kesadaran politik atau pendidikan politik masyarakat. Selama mayoritas masyarakat masih terhimpit dengan kemiskinan, tingkat pendidikan rendah, tidak akan ada perubahan.

Dengan meningkatkan kesadaran politik maka masyarakat semakin sadar bahwa suara mereka itu penting dan tidak bisa diperjual belikan. “Yang berhak mendapatkan suara mereka adalah calon pemimpin yang memiliki program yang jelas,” ujarnya.

Sementara dari sisi pengawasan tindak kecurangan pemilu, Gabriel mengaku belum memiliki kepercayaan yang tinggi dalam penguatan pengawasan kecuali bentuk kecurangan itu langsung ditindak pidana dan dikategorikan sebagai pidana pemilu.

Pasalnya, sistem penegakan hukum di Indonesia masih sangat lemah sehingga pencegahan akan lebih efektif dibandingkan dengan pengawasan. “Saya tetap meletakkan harapan pokok itu pada rakyatnya bukan pada pemimpinnya,” tegasnya.

 

Tags: #biaya#Bupati#Gubernur#Kepala Daerah#Korupsi#KPK#politik#UGM
Previous Post

Kemensos Salurkan Bantuan Rp66,7 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera

Next Post

Purbaya Bakal Terapkan Bea Keluar Batu Bara dan Emas Tahun Depan

Next Post
Menkeu Purbaya Minta Dana Rp200 Triliun Tak Disalurkan ke Konglomerat

Purbaya Bakal Terapkan Bea Keluar Batu Bara dan Emas Tahun Depan

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .