• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Nusantara

Empat Tahun Diteliti, Cenderawasih dan Kura-kura Moncong Babi Bertahan di Hutan Produksi Papua

7 Februari 2026
in Nusantara
0
Wicklief F. Leunufna,

Direktur TSE Group, Wicklief F. Leunufna (t) berfoto dengan para peneliti dalam Seminar dan Lokakarya Konservasi Hidupan Liar bertema “Melindungi Ikon Papua: Pemantauan Jangka Panjang Kura-kura Moncong Babi dan Cenderawasih” yang digelar di Bogor, Jumat (6/2).

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta – Pengelolaan hutan produksi dan lanskap sungai yang dilakukan secara bertanggung jawab di Papua masih mampu menjaga keberlangsungan habitat Cenderawasih Kuning-Besar dan Kura-kura Moncong Babi, meski dihadapkan pada tantangan perubahan iklim. 

Temuan tersebut merupakan hasil penelitian selama empat tahun yang dilakukan IPB University bersama Tunas Sawa Erma (TSE) Group.

Adapun hasil penelitian tersebut dipaparkan dalam Seminar dan Lokakarya Konservasi Hidupan Liar bertema “Melindungi Ikon Papua: Pemantauan Jangka Panjang Kura-kura Moncong Babi dan Cenderawasih” yang digelar di Bogor, Jumat (6/2). 

Penelitian terhadap Cenderawasih Kuning-Besar (Paradisaea apoda) menunjukkan bahwa spesies endemik Papua tersebut masih ditemukan secara konsisten di areal hutan produksi yang dikelola dengan sistem tebang pilih. 

Selama periode penelitian, lebih dari 100 Cenderawasih teridentifikasi di dua konsesi hutan, dengan sebagian wilayah dinilai memiliki tingkat kesesuaian habitat yang tinggi. Tim peneliti juga berhasil mendokumentasikan perilaku kawin (lekking) serta mengidentifikasi pohon pakan dan pohon lek yang menjadi elemen kunci kelangsungan populasi Cenderawasih.

Sementara itu, penelitian Kura-kura Moncong Babi (Carettochelys insculpta) menyoroti tantangan besar akibat perubahan iklim. Curah hujan ekstrem dan banjir di kawasan Sungai Kao menyebabkan kegagalan peneluran pada beberapa periode pengamatan. Kondisi tersebut menegaskan perlunya strategi konservasi adaptif yang didukung data ilmiah jangka panjang serta keterlibatan masyarakat lokal.

Ketua Tim Peneliti Cenderawasih IPB University, Ani Mardiastuti  mengatakan hasil riset ini menunjukkan, pengelolaan yang tepat seperti mempertahankan area HCV dan sistem tebang pilih yang berkelanjutan, perusahaan dapat berperan aktif dalam konservasi burung endemik Papua sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui kegiatan ekowisata berbasis birdwatching. 

“Temuan kami membuktikan bahwa area hutan produksi yang dikelola secara bertanggung jawab tetap mampu mendukung keberadaan Cenderawasih, bahkan berpotensi dikembangkan untuk kegiatan ekowisata berbasis pengamatan burung,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Tim Peneliti Kura-kura Moncong Babi, Mirza D. Kusrini. Menurut dia, tantangan konservasi ke depan semakin kompleks seiring perubahan iklim.

“Pemantauan jangka panjang sangat penting untuk memahami dampak anomali cuaca terhadap keberhasilan peneluran. Kolaborasi dengan masyarakat menjadi kunci agar upaya konservasi dapat berjalan berkelanjutan,” kata dia.

Sementara itu Direktur TSE Group, Wicklief F. Leunufna, menegaskan bahwa perusahaan menaruh perhatian serius terhadap pelestarian lingkungan dan perlindungan satwa langka di wilayah operasionalnya.

“Bagi TSE Group, pelestarian lingkungan dan satwa liar, termasuk spesies langka dan endemik Papua, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab kami dalam menjalankan usaha. Melalui kerja sama riset dengan IPB University, kami berupaya memastikan kegiatan operasional berjalan sejalan dengan upaya konservasi berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Seminar ini menjadi wadah penyampaian hasil penelitian jangka panjang mengenai ekologi, populasi, dan perilaku Cenderawasih Kuning-Besar serta Kura-kura Moncong Babi, sekaligus mendorong peningkatan pemahaman dan kesadaran para pemangku kepentingan, mulai dari dunia usaha, pemerintah daerah, hingga masyarakat, akan pentingnya konservasi satwa liar dan ekosistem Papua. 

Forum ini juga menghasilkan identifikasi peluang dan tantangan pemantauan jangka panjang serta rekomendasi teknis dan kebijakan berbasis sains untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan spesies dilindungi.

Proyek konservasi IPB University dan TSE Group ini mencakup pemantauan populasi satwa liar, perlindungan area bernilai konservasi tinggi, serta penyusunan rekomendasi teknis bagi pengelolaan spesies kunci. 

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lain dalam merancang kebijakan konservasi yang berbasis bukti ilmiah.

Tags: #IPB University#PapuaHutan ProduksiKura-kura Moncong BabiTSE Group
Previous Post

Dirut Bulog dan Menko Pangan Launching Serapan Gabah di Maros Sulsel, Topang Target 4 Juta Ton Setara Beras 2026

Next Post

Jelang HBKN, Kementan Perkuat Pengendalian Penyakit Hewan demi Jaga Pasokan dan Harga Pangan

Next Post
Jelang HBKN, Kementan Perkuat Pengendalian Penyakit Hewan demi Jaga Pasokan dan Harga Pangan

Jelang HBKN, Kementan Perkuat Pengendalian Penyakit Hewan demi Jaga Pasokan dan Harga Pangan

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026
Uji Coba Penyaluran Bansos di Kopdes Merah Putih, Mensos Pastikan Tanpa Potongan

Uji Coba Penyaluran Bansos di Kopdes Merah Putih, Mensos Pastikan Tanpa Potongan

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .