• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Tarif Nol Persen Belum Dongkrak Ekspor Sawit RI ke AS

27 Februari 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Tarif Nol Persen Belum Dongkrak Ekspor Sawit RI ke AS
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta — Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga mengatakan, meski Amerika Serikat (AS) menetapkan tarif impor 0 persen, terhada ekspor sawit Indonesia dinilai belum tentu mendongkrak, mengingat produksi nasional tahun ini diperkirakan turun hingga 6 persen dan biaya logistik masih tinggi.

Menurut Sahat, kebijakan tarif impor 0 persen yang diberlakukan AS untuk minyak sawit asal Indonesia sebagai langkah positif bagi ekspor nasional.

Namun, meski Amerika Serikat menetapkan tarif impor 0 persen, terhada ekspor sawit belum tentu meningkat, mengingat produksi nasional tahun ini diperkirakan turun ditambah biaya logistik yang masih tinggi.

“Kalau saya bilang itu bagus bagi kita ya. Jangan lupa produksi kita tahun ini kemungkinan besar drop 5 hingga 6 persen dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Sahat dalam acara Buka Puasa dan Bincang Santai di Rusty Rabbit Cafe & Resto Karet Kuningan, Jakarta, Selatan, Rabu (25/2/2026).

Menurut Sahat, ada beberapa penyebab utama penurunan produksi tersebut. Pertama, faktor iklim yang memengaruhi produktivitas tandan buah (TBS) segar di sejumlah sentra perkebunan.

Kedua, banyak lahan sawit yang masuk kawasan hutan dan kemudian diambil alih oleh pemerintah, sehingga tidak lagi bisa dikelola oleh petani.

Dan ketiga penggunaan pupuk kimia dan tidak menerapkan pertanian regeneratif (regenerative agriculture).

“Nah kontinuitas produksinya terjamin enggak sesudah diambil? Siapa yang jamin? Karena petaninya nggak boleh ngerjakan. Nah sekarang siapa yang ngerjain? Kan perlu dicari,” kata Sahat.

Dia menilai proses transisi pengelolaan lahan tersebut perlu mendapat perhatian serius agar tidak menimbulkan kekosongan pengawasan di lapangan. Tanpa kepastian pengelolaan, keberlanjutan produksi dinilai berisiko terganggu.

“Dengan kondisi seperti ini, kemungkinan besar produksi kita akan drop. Yang terjadi apa? Pencurian yang banyak karena pemilik sudah dipalang, tidak boleh lagi ikut campur. Berarti pemerintah yang harus pegang. Terawasi enggak itu?” ujar dia.

Faktor lainya Kata Sahat, saya khawatir semua tanaman sawit di tanah air akan mati pada 2030. Menurutnya, kondisi itu mungkin terjadi jika perkebunan sawit hanya menggunakan pupuk kimia dan tidak menerapkan pertanian regeneratif (regenerative agriculture).

“Salah satu contoh adalah memang saya khawatir itu kalau kita tidak berbuat mungkin tahun 2030 sawit kita itu mati semua,” kata Sahat

Adapun pertanian regeneratif merupakan pendekatan cara cocok tanam yang fokus memulihkan kesehatan tanah.

Ia mencontohkan, seorang ibu yang setiap tahun melahirkan bayi tubuhnya akan keropos. Menurutnya, tanah perkebunan yang mineralnya diserap untuk sawit juga mengalami hal yang sama.

Saya Bukan Bela Amerika “Enggak ada bedanya dengan tanah jadi harus ada regeneratif,” ujar Sahat.

Regenerasi tanah bisa dilakukan dengan menggunakan kompos limbah organik (komposting bio-organik fertilizer). Perkebunan sawit tidak bisa hanya mengandalkan pupuk kimia terus menerus.

Sahat menjelaskan, konsumsi pupuk kimia perkebunan sawit di Sabah, Malaysia bisa ditekan dari 10 kilogram menjadi 5 kilogram per pohon. “Bagaimana caranya? Tanahnya disehatkan kembali remediasi dengan cara apa? Bio organik fertilizer dari mana? Dari biomassa diolah kembali komposting,” kata dia.

Sahat mengaku tidak perlu khawatir dengan luasan lahan perkebunan sawit di Indonesia.

Menurutnya, meningkatkan produktivitas sawit bisa dilakukan dengan intensifikasi (memaksimalkan lahan yang ada), alih-alih ekstensifikasi (menambah lahan). Pihaknya juga telah menyusun rencana bersama China untuk menerapkan pertanian regeneratif. Nantinya, sebanyak 42 persen dari biomassa akan diolah menjadi kompos organik.

Dari sisi pasar, AS tetap menjadi tujuan ekspor penting. Berdasarkan pemetaan industri, ekspor sawit Indonesia ke kawasan Pacific Rim, yang mencakup AS, Kanada, dan Meksiko, berkisar 3,5 hingga 4 juta ton per tahun. Khusus ke pasar AS, volumenya sekitar 2,5 hingga 2,8 juta ton.

Meski tarif sudah menjadi 0 persen, Sahat mengingatkan daya saing Indonesia juga ditentukan oleh efisiensi logistik. Dia mencontohkan pengiriman minyak sawit dari Papua yang masih harus melalui Jakarta sebelum diekspor ke AS, sehingga menimbulkan biaya tambahan.

Menut Sahat, Indonesia belum strategis memanfaatkan keunggulan geografisnya. Sebagai contoh, minyak sawit dari Papua kerap dikirim lebih dulu ke Jakarta sebelum diekspor ke Amerika Serikat, sehingga menimbulkan biaya ganda.

Biaya pengiriman dari Papua ke Jakarta diperkirakan sekitar 30 dolar AS per ton. Sementara ongkos ekspor ke AS mencapai sekitar 110 dolar AS per ton, lebih tinggi dibandingkan Malaysia yang disebut berada di kisaran 90 dolar AS per ton karena faktor jarak dan infrastruktur.

Karena itu, ia mendorong pembangunan fasilitas pengolahan seperti refinery dan industri oleokimia di dekat sumber bahan baku, termasuk di wilayah timur Indonesia.

“Kenapa tidak dibangun saja refinery dan oleochemical di Papua? Kapasitas 3 juta ton per tahun sudah cukup ekonomis untuk membuat kawasan ekonomi khusus,” kata dia.

Dia mengapresiasi pengembangan kawasan industri seperti Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan yang dinilai strategis untuk ekspor ke China, Korea Selatan, dan Jepang karena.

“Maloy udah bagus. Untuk di utara Aceh, untuk apa, Maloy ada maka ekspor kita ke China, ke China, Korea, Jepang, itu pasti lebih murah kira-kira 10-12 dolar dibandingkan dengan Malaysia,” imbuh Sahat.

Previous Post

KKP – Komisi IV DPR Pastikan Akses Pupuk Subsidi untuk Pembudi Daya Tradisional

Next Post

Indonesia Perkuat Standar Kesehatan Hewan di Tengah Pembatasan Impor Unggas Saudi

Next Post
Kementan Pastikan Stok Ayam Aman, Peternak Siap Suplai Pasar

Indonesia Perkuat Standar Kesehatan Hewan di Tengah Pembatasan Impor Unggas Saudi

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .