• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Megawati Menangis Saat Nonton Film Pesta Babi

25 Mei 2026
in Headline, Politik
0
Megawati Menangis Saat Nonton Film Pesta Babi

Megawati Soekarnoputri Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta- Di tengah meningkatnya persaingan geopolitik global dan perebutan sumber daya kelautan, Bangsa Indonesia dinilai perlu kembali menegaskan identitasnya sebagai bangsa maritim.

Penguatan riset, inovasi, serta pengelolaan kekayaan hayati laut menjadi kunci untuk memperkuat kedaulatan nasional sekaligus mendorong ekonomi biru yang berkelanjutan.

Posisi strategis Indonesia yang berada di antara Samudra Hindia dan Pasifik dinilai memberi peluang besar sekaligus tantangan dalam menjaga kedaulatan dan pemanfaatan sumber daya laut secara mandiri.

Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. (HC). Megawati Soekarnoputri, menilai Bangsa Indonesia selama ini belum sepenuhnya memanfaatkan potensi laut sebagai pondasi pembangunan nasional. Padahal, Indonesia menurutnya memiliki kekayaan hayati laut yang melimpah, serta posisi strategis di kawasan Samudra Hindia dan Pasifik.

“Indonesia itu bukan sekadar negara daratan. Kita adalah bangsa maritim dengan posisi strategis di kawasan Samudra Hindia dan Pasifik,” tegasnya dalam forum National Policy Dialogue bertajuk Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan: Orkestrasi Pengetahuan, Inovasi, dan Geopolitik dalam Ekonomi Biru Indonesia di Balai Senat UGM, Jumat (22/5).

Megawati mengingatkan bahwa konsep “Tanah Air” seharusnya menjadi dasar cara pandang bangsa Indonesia dalam melihat laut sebagai pemersatu wilayah dan sumber peradaban. Ia juga menyinggung kembali gagasan geopolitik Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang menempatkan Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia.

Megawati turut menekankan pentingnya Pancasila sebagai landasan pembangunan nasional. Menurutnya, penguatan riset, inovasi, dan kedaulatan maritim harus tetap berpijak pada identitas bangsa serta semangat berdikari yang diwariskan para pendiri bangsa.

“Jangan lupakan sejarah bangsa sendiri. Pancasila itu nilai universal yang dihormati dunia internasional,” ujarnya.

Penguatan sektor kelautan menurutnya tidak cukup hanya melalui eksploitasi sumber daya, tetapi harus ditopang penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan riset nasional.

Karena itu, Megawati meminta BRIN dan perguruan tinggi mengintegrasikan riset dengan kebutuhan industri dan kebijakan publik agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) terhadap kekayaan hayati Indonesia agar tidak diklaim negara lain.

“Tolong sosialisasikan soal paten itu, karena begitu sudah dipatenkan, itu menjadi hukum internasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Megawati menilai bahwa perguruan tinggi perlu memiliki fokus strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Ia menyebut UGM sebagai pusat pengembangan Pancasila dan demokrasi, Institut Pertanian Bogor sebagai pusat kedaulatan pangan, Universitas Indonesia di bidang kedokteran dan sistem keuangan, serta Institut Teknologi Bandung dalam teknologi industri dan militer.

“Saya membayangkan ada city of intellect. UGM misalnya untuk Pancasila dan demokrasi, IPB untuk kedaulatan pangan, UI untuk kedokteran dan sistem keuangan, ITB untuk teknologi industri dan militer,” tuturnya.

Dalam konteks pembangunan nasional, Megawati turut menyinggung pentingnya memiliki arah jangka panjang dan berkelanjutan.

Ia menilai, Indonesia sepatutnya membutuhkan haluan negara yang jelas agar pembangunan tidak berubah-ubah setiap pergantian kepemimpinan nasional. Menurutnya konsep pembangunan semesta berencana perlu kembali dihidupkan untuk menjaga kesinambungan visi pembangunan bangsa.

“Kalau presidennya berganti, jangan sampai arah pembangunannya ikut berubah semua. Kita harus punya pola pembangunan jangka panjang untuk masa depan bangsa,” ujarnya.

Megawati juga menyoroti berbagai persoalan lingkungan dan arah pembangunan nasional yang dinilai semakin menjauh dari semangat kedaulatan bangsa.

Ia mengkritik pendekatan ekstraktif dalam pengelolaan sumber daya alam yang dinilai telah mendorong kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan pertanian, hingga mengabaikan hak masyarakat adat.

Menurutnya, penting untuk memberikan penghormatan terhadap hukum adat dan hak masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya alam.

“Saya kemarin menangis ketika melihat film Pesta Babi. Itu benar adanya. Sudah seberapa banyak hutan hanya dijadikan tanaman sawit, untuk apa? Di sana ada tradisi adat, ada hukum adat, ada hukum wilayah. Mereka minta dihargai, apakah salah?,” tegasnya.

Megawati menutup arahannya dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kepercayaan pada kekuatan sendiri dan mampu berdiri mandiri dalam mengelola sumber daya alam nasional.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain dalam mengelola kekayaan alam maupun menentukan arah pembangunan bangsa.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang percaya kepada kekuatan bangsanya sendiri, laut harus kembali menjadi jalan kemajuan peradaban Indonesia,” jelas Megawati.

 

Tags: #BRIN#demokrasi#Megawati Soekarnoputri#Pancasila#Pesta Babi#Presiden#UGM
Previous Post

Prabowo Resmikan Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung

Next Post

Kemnaker Bagikan Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2

Next Post
Digeledah KPK, Kemnaker Dukung Proses Hukum yang Sedang Berjalan

Kemnaker Bagikan Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .