• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

KKP & WRI Indonesia Kenalkan Ocean Calculator, Pengukur Nilai Ekonomi Laut Nasional

30 Juni 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
KKP & WRI Indonesia Kenalkan Ocean Calculator, Pengukur Nilai Ekonomi Laut Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama World Resources Institute (WRI) Indonesia memperkenalkan Ocean Calculator, sebuah platform geospasial berbasis Neraca Sumber Daya Laut (NSDL) untuk menghitung nilai ekonomi ekosistem laut dan pesisir secara cepat, akurat, dan berbasis data ilmiah.

Ocean Calculator membantu menghitung nilai ekonomi dan manfaat ekosistem laut, seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Dengan memanfaatkan data geospasial, citra satelit, dan hasil riset, platform ini mampu menyajikan informasi mengenai kondisi ekosistem pesisir serta kontribusinya terhadap perlindungan pantai, penyimpanan karbon biru, hingga penghidupan masyarakat.

Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan, perencanaan pembangunan, serta pengelolaan sumber daya laut yang lebih tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.

“Ocean Calculator dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun ocean accounting yakni sistem yang mengintegrasikan informasi lingkungan dan ekonomi untuk mendukung perencanaan pembangunan kelautan yang berkelanjutan. Kami berharap platform ini terus berkembang dan menjadi bagian dari penguatan kebijakan kelautan yang berbasis bukti ilmiah,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, dalam siaran resmi di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Pengenalan purwarupa Ocean Calculator dilakukan pada kegiatan Pengenalan dan Lokakarya Teknis Ocean Calculator di Jakarta pekan lalu, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Laut Sedunia. Platform ini dikembangkan sejak 2024 oleh WRI Indonesia bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan Australia, dengan dukungan Pemerintah Australia melalui program KONEKSI.

Keunggulan lain dari platform ini adalah integrasi aspek Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), yang memungkinkan pengguna memahami hubungan antara kondisi ekosistem dengan kelompok masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut. Pendekatan ini membantu memastikan pembangunan pesisir berjalan lebih adil, inklusif, dan memberikan manfaat yang merata.

“Dengan semakin besarnya tekanan terhadap wilayah pesisir akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia, diperlukan instrumen yang mampu menilai manfaat ekosistem secara lebih komprehensif. Kami berharap Ocean Calculator dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung pengelolaan laut dan pesisir yang berkelanjutan di Indonesia,” ujar Perwakilan Australia Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Jacqui Lord.

Direktur Konservasi Ekosistem KKP, Firdaus Agung, menjelaskan platform ini telah menjalani ujicoba awal pada Februari 2026. Saat ini, Ocean Calculator telah terintegrasi dengan SIDAKO dan dapat diakses masyarakat melalui laman sidako.kkp.go.id sebagai rumah bagi berbagai data konservasi ekosistem di Indonesia.

“Ocean Calculator juga membantu berbagai pemangku kepentingan memahami nilai strategis ekosistem laut serta kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir,” ujarnya.

Sementara itu, Country Director WRI Indonesia, Nirarta Samadhi, mengatakan, melalui Ocean Calculator, pemerintah, akademisi, masyarakat, dan sektor swasta dapat memperoleh informasi yang lebih komprehensif untuk mendukung investasi dan pembangunan pesisir yang berkelanjutan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa pengelolaan laut harus berbasis data dan ilmu pengetahuan agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan. Kehadiran Ocean Calculator menjadi salah satu langkah konkret KKP dalam memperkuat tata kelola kelautan yang modern, terukur, dan berkelanjutan demi mewujudkan ekonomi biru Indonesia.

Previous Post

KKP – UNDP Perkuat Kemitraan Strategis untuk Percepat Pengembangan Ekonomi Biru Indonesia

Next Post

Kementan Gandeng Satgas Pangan Kawal Perbaikan Harga Ayam Hidup Yang Dibawah HPP

Next Post
Kementan Gandeng Satgas Pangan Kawal Perbaikan Harga Ayam Hidup Yang Dibawah HPP

Kementan Gandeng Satgas Pangan Kawal Perbaikan Harga Ayam Hidup Yang Dibawah HPP

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .