• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Serap Aspirasi GUPBI, Perkuat Langkah untuk Peternakan Babi Rakyat

26 Agustus 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Kementan Serap Aspirasi GUPBI, Perkuat Langkah untuk Peternakan Babi Rakyat
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) merespons aspirasi Pengurus Pusat Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) terkait berbagai tantangan peternakan babi nasional. Pemerintah membuka dialog untuk mendengar langsung kondisi peternak sekaligus memetakan langkah yang dapat ditindaklanjuti.

Pertemuan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bersama Pengurus Pusat GUPBI berlangsung di Balai Besar Veteriner (BBV) Denpasar, Selasa (25/8/2026), sebagai tindak lanjut surat permohonan audiensi GUPBI kepada Wakil Presiden Republik Indonesia.

Dalam dialog tersebut, GUPBI menyampaikan isu tata niaga dan stabilitas harga, pengendalian penyakit hewan, biaya pakan, regulasi dan penerimaan sosial, peningkatan genetik dan produktivitas, kepastian pasar bagi peternak mandiri, serta aspek sosial, budaya, dan lingkungan.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH, I Ketut Wirata, mengatakan pemerintah menghargai aspirasi yang disampaikan langsung karena memberikan gambaran kondisi peternak di lapangan.

“Kami ingin setiap persoalan dilihat secara utuh dan dicarikan jalan keluarnya. Yang menjadi kewenangan Kementerian Pertanian akan kita tindak lanjuti. Sementara yang membutuhkan kebijakan lintas sektor akan kita koordinasikan bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, maupun pihak terkait. Yang terpenting, peternak harus memiliki ruang untuk tetap tumbuh dan berusaha,” ujar Wirata.

Penataan tata kelola dan tata niaga daging babi terus dievaluasi untuk menjaga keseimbangan pasar dan memberi ruang bagi produksi dalam negeri. Kementan terus melakukan kajian secara komprehensif dengan mempertimbangkan produksi dalam negeri, kebutuhan nasional, keberlanjutan peternak rakyat, keamanan pangan, serta ketentuan perdagangan dan peraturan perundang-undangan.

Pada aspek kesehatan hewan, African Swine Fever (ASF) menjadi salah satu perhatian utama. Kementan pada 2026 telah menyiapkan dukungan anggaran vaksinasi babi dengan tetap memperhatikan hasil kajian keamanan hayati dan ketentuan teknis. Pengendalian penyakit juga diperkuat melalui biosekuriti, surveilans, pengawasan lalu lintas ternak, serta penerapan tata kelola pemeliharaan yang baik.

“Kesehatan hewan adalah fondasi. Ketika penyakit dapat dikendalikan, peternak mempunyai kesempatan lebih besar untuk menjaga populasi, meningkatkan produksi, dan memulihkan usahanya. Karena itu pemerintah terus mendorong biosekuriti dan pengendalian penyakit sebagai kerja bersama,” kata Wirata.

Kementan juga memahami tekanan biaya pakan yang dipengaruhi dinamika harga bahan baku. Usulan stabilisasi bahan baku maupun dukungan pakan akan menjadi bahan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Sementara untuk meningkatkan produktivitas, peremajaan dan peningkatan kualitas genetik dipandang sebagai solusi jangka menengah dan panjang. Upaya tersebut perlu didukung perbaikan pakan, reproduksi, manajemen pemeliharaan, kesehatan hewan, biosekuriti, dan kapasitas sumber daya manusia.

Kepastian pasar juga menjadi perhatian. Usulan keterlibatan BUMN pangan maupun Perum BULOG dalam penyerapan hasil peternakan akan dibahas bersama pihak terkait karena mekanisme pembelian dan penugasan BUMN berada di luar kewenangan langsung Ditjen PKH.

Adapun terkait regulasi daerah, sosial, budaya, dan lingkungan, Kementan memandang pengembangan peternakan perlu memperhatikan karakteristik masing-masing wilayah, termasuk kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, lingkungan, serta nilai sosial dan budaya setempat.

Wirata menegaskan, masukan GUPBI akan dipetakan berdasarkan kewenangan dan prioritas penanganannya.

“Bagi kami, pertemuan ini bukan sekadar mendengar aspirasi. Masukan yang disampaikan akan kita petakan dan tindak lanjuti sesuai kewenangan. Kita ingin membangun peternakan babi yang lebih sehat, produktif dan memiliki kepastian usaha. Pemerintah hadir, peternak bergerak, dan solusinya kita kerjakan bersama,” tegas Wirata.

Kementan memastikan komunikasi dengan GUPBI dan pemangku kepentingan akan terus dibangun. Pemerintah ingin memastikan peternakan babi rakyat memiliki ruang untuk tumbuh, produktivitas meningkat, dan kontribusinya terhadap ekonomi masyarakat serta ketersediaan protein hewani nasional semakin kuat.

Previous Post

KKP Resmi Miliki Klinik Halal dan Bridge & Engine Simulator

Next Post

KKP Terbitkan Izin Pemanfaatan Air Laut untuk 16 Pembangkit PLN NP

Next Post
KKP Terbitkan Izin Pemanfaatan Air Laut untuk 16 Pembangkit PLN NP

KKP Terbitkan Izin Pemanfaatan Air Laut untuk 16 Pembangkit PLN NP

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .