• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Syngenta Indonesia Luncurkan SIMODIS® Pengendali Serangan Hama Pada Tanaman Cabai

2 September 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Syngenta Indonesia Luncurkan SIMODIS® Pengendali Serangan Hama Pada Tanaman Cabai
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Syngenta Indonesia resmi meluncurkan SIMODIS®, insektisida berbasis teknologi PLINAZOLIN®, untuk membantu petani mengendalikan serangan thrips pada tanaman cabai. Peluncuran SIMODIS® untuk tanaman cabai ini menjadi yang pertama di Indonesia dan dihadiri oleh 285 petani dari Jember dan Banyuwangi.

Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen Syngenta Indonesia untuk menghadirkan inovasi perlindungan tanaman yang membantu petani menghadapi berbagai tantangan budidaya, sekaligus turut memeriahkan rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menjawab Tantangan Budidaya Cabai

Cabai sendiri merupakan salah satu komoditas hortikultura penting dengan permintaan pasar yang tinggi dan nilai ekonomi yang signifikan. Namun, produktivitas dan kualitas panen cabai dapat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi cuaca hingga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), termasuk thrips.

Tantangan tersebut semakin relevan ketika kondisi lingkungan mendukung perkembangan populasi hama. Fenomena El Niño, misalnya, dapat menyebabkan musim kemarau datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang, sehingga berpotensi meningkatkan tekanan hama pada tanaman.

Jember dipilih sebagai lokasi peluncuran karena merupakan salah satu sentra produksi cabai di Jawa Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi cabai di Kabupaten Jember mencapai 176.234 kuintal sepanjang 2024. Dukungan teknologi perlindungan tanaman yang tepat, termasuk pengendalian thrips, menjadi salah satu faktor penting untuk membantu menjaga produktivitas dan kualitas hasil panen.

Keunggulan SIMODIS® untuk Budidaya Cabai

Pengendalian thrips yang efektif dapat membantu tanaman cabai tumbuh lebih sehat, terutama pada bagian pucuk, daun, bunga, hingga buah. Dengan tekanan serangan thrips yang lebih terkendali, tanaman dapat memiliki pucuk yang lebih sehat, daun yang lebih minim keriput atau menggulung, serta bunga yang lebih cerah dan tidak mudah rontok. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membantu mengurangi risiko buah cabai bengkok dan menjaga kualitas hasil panen.

Fauzi Tubat, National Sales Head Syngenta Indonesia, mengatakan bahwa petani hortikultura menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi produktivitas.

“Petani hortikultura, termasuk cabai, menghadapi tiga tantangan utama, yaitu kekeringan, harga komoditas yang tidak menentu, serta hama dan penyakit yang memengaruhi produksi. Dua hal pertama berada di luar kendali kita, namun untuk hama dan penyakit, kita dapat mengupayakannya melalui penggunaan produk perlindungan tanaman yang tepat,” ujar Fauzi dalam keterangan persnya, Rabu (2/9/2026)

“SIMODIS® hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan tiga keunggulan utama: Jago (jago lawan thrips), Unggul (pucuk merekah, daun sehat), serta Sempurna (bunga dan buah mulus),” lanjutnya.

Inovasi yang Digunakan Secara Bertanggung Jawab

Untuk memperoleh hasil yang optimal sekaligus menjaga keberlanjutan efektivitas pengendalian hama, Syngenta Indonesia mengingatkan pentingnya penggunaan SIMODIS® sesuai rekomendasi teknis dan petunjuk pada label.

“SIMODIS® merupakan teknologi terobosan yang harus digunakan secara bertanggung jawab. Petani perlu mengikuti petunjuk penggunaan pada label dan menerapkan rotasi mode of action atau cara kerja bahan aktif untuk membantu memperlambat terbentuknya resistensi dan menjaga efektivitas pengendalian thrips dalam jangka panjang,” ujar Tracy Tey Hui Xiang, Product Manager Syngenta Indonesia.

“Untuk tanaman cabai, SIMODIS® direkomendasikan diaplikasikan pada 28, 35, dan 42 hari setelah tanam (HST), dengan dosis 600 ml/ha atau konsentrasi 1,2 ml/L. Untuk membantu memastikan cakupan semprotan yang merata, volume semprot yang disarankan adalah 500 L/ha, setara dengan sekitar 30 tangki berkapasitas 16 liter per hektare,” tambah Tracy.

Untuk menambah semarak peluncuran, Syngenta Indonesia menghadirkan kompetisi Si ‘Modis’ Fashion Show, yang mengajak peserta merancang busana dengan inspirasi dari bunga dan tanaman cabai yang sehat. Aktivasi kreatif ini menjadi simbol vitalitas tanaman cabai sekaligus menyampaikan pesan bahwa perlindungan tanaman yang tepat berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman, pembungaan, hingga pembentukan buah secara optimal.

Arif Saifur Rohman, salah satu petani cabai yang hadir, membagikan pengalamannya menggunakan SIMODIS® untuk membantu mengendalikan serangan thrips pada tanaman cabainya.

“Saya mengandalkan SIMODIS® untuk mengendalikan serangan thrips. Hasilnya, tanaman cabai saya terjaga mulai dari pucuk, daun, hingga bunga. Panen meningkat dan kualitas buah lebih baik. Buah yang bengkok juga lebih sedikit, sehingga nilai jualnya menjadi lebih tinggi,” ungkap Arif.

Pengalaman tersebut turut diperkuat oleh Jayan, petani cabai asal Cianjur, yang berbagi pengalaman melalui sesi live connection dalam rangkaian acara peluncuran.

Grand Launching SIMODIS® di Jember ini menjadi pembuka rangkaian peluncuran yang akan digelar di lima lokasi di Indonesia. Rangkaian ini ditujukan untuk memperluas edukasi mengenai pengendalian thrips sekaligus memberikan kesempatan kepada lebih banyak petani untuk mengenal dan mencoba teknologi perlindungan tanaman secara langsung.

Sejalan dengan visi Petani MAJU, Syngenta Indonesia terus mendorong percepatan adopsi inovasi dan teknologi pertanian untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Melalui inovasi seperti SIMODIS®, Syngenta Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi mitra bagi petani dalam menghadapi tantangan budidaya dan menciptakan pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, serta memberikan nilai yang lebih baik bagi petani.

Previous Post

Dasco Ungkap Modus 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia

Next Post

Bulog Salurkan 1.321 Ton Beras dan 7.000 Liter Minyak Goreng untuk Korban Bencana NTT

Next Post
Bulog Salurkan 1.321 Ton Beras dan 7.000 Liter Minyak Goreng untuk Korban Bencana NTT

Bulog Salurkan 1.321 Ton Beras dan 7.000 Liter Minyak Goreng untuk Korban Bencana NTT

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .