• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementerian PKP dan China Kerja Sama Teknologi Pembangunan Rumah Susun

11 September 2026
in Ekonomi, Headline
0
Kementerian PKP dan China Kerja Sama Teknologi Pembangunan Rumah Susun

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bertemu dengan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China untuk Indonesia Wang Lutong/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta– Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bertemu dengan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China untuk Indonesia Wang Lutong di Kediaman Duta Besar RRT di Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut kerja sama di bidang perumahan antara Kementerian PKP dan Kementerian Perumahan China.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan kedua pihak sekitar dua bulan sebelumnya. Kedua pihak membahas sejumlah peluang kerja sama, khususnya dalam pengembangan teknologi pembangunan rumah susun di kawasan padat penduduk yang aman dan terjangkau.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, kerja sama dengan Tiongkok akan dibangun berdasarkan prinsip saling percaya, saling menguntungkan, serta memberikan dampak positif bagi kedua negara.

“Ini kita tindak lanjuti pertemuan sekitar dua bulan lalu. Kita membicarakan kerja sama di bidang perumahan dengan prinsip saling percaya, saling menguntungkan dan memberikan dampak positif bagi kedua negara,” ujar Menteri Maruarar, Rabu (9/9/2026)

Salah satu fokus kerja sama yang dibahas adalah pemanfaatan dan alih teknologi untuk pembangunan rumah susun di kawasan padat. Teknologi tersebut nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di Indonesia, sehingga pembangunan hunian dapat dilakukan secara aman, efisien, dan terjangkau bagi masyarakat.

Menteri Maruarar menegaskan, sebelum menentukan teknologi yang akan digunakan, pihak Tiongkok terlebih dahulu akan mempelajari kondisi lahan dan regulasi yang berlaku di Indonesia. Setelah itu, teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan pembangunan akan ditentukan bersama. “Sesudah pihak Tiongkok mempelajari lahan dan regulasi, baru kita tentukan teknologi apa yang cocok,” katanya.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian Indonesia. Kementerian PKP mendorong agar pengembangan perumahan turut memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta melibatkan produk dan tenaga kerja Indonesia.

“Kalau ada produk-produk dari Indonesia yang sesuai dengan kualifikasi, akan didahulukan produk Indonesia. Begitu juga dengan tenaga kerja,” ujarnya.

Menteri Maruarar berharap hubungan baik antara Indonesia dan Tiongkok yang telah terjalin selama ini dapat terus dilanjutkan melalui kerja sama konkret di bidang perumahan. Dengan adanya kerja sama tersebut, pengembangan teknologi dan pengalaman dari kedua negara diharapkan dapat mendukung penyediaan hunian yang aman, layak, dan terjangkau bagi masyarakat.

Untuk mempercepat pembahasan, kedua pihak sepakat membentuk tim bersama yang akan membahas berbagai aspek kerja sama, mulai dari regulasi, lahan, teknologi, hingga skema pelaksanaan pembangunan.

Tim tersebut akan melibatkan jajaran Kementerian PKP, antara lain Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Resiko Roberia, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati, serta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.

Tim bersama tersebut selanjutnya akan melakukan pembahasan lebih lanjut dan melakukan survei terhadap lokasi lahan yang berpotensi untuk dikembangkan. Hasil kerja tim akan dilaporkan kepada Menteri PKP dan Duta Besar RRT pada akhir September 2026.

Sementara itu, Duta Besar RRT untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang perumahan. Salah satu bentuk kerja sama yang akan didorong adalah pertukaran pengalaman dan teknologi dalam pengelolaan serta pembangunan perumahan.

Tags: #Duta Besar#kerja sama#Maruarar Sirait#Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman#Rumah Susun#Teknologi
Previous Post

Prabowo Intruksikan KSAL Kerahkan 11 Kapal Gabungan Cari Lima Jurnalis Hilang

Next Post

DPR Ingatkan Alih Status Guru PPPK Tak Hanya Kebijakan Ubah Status Saja

Next Post
DPR Ingatkan Alih Status Guru PPPK Tak Hanya Kebijakan Ubah Status Saja

DPR Ingatkan Alih Status Guru PPPK Tak Hanya Kebijakan Ubah Status Saja

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .