Imperium.id, Palembang – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terus mendorong penyelesaian pembangunan Jembatan Musi V yang merupakan bagian dari Jalan Tol Palembang–Betung, salah satu ruas penting dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Provinsi Sumatera Selatan.
Progres tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, saat mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI pada Kamis (17/09).
Triono menjelaskan bahwa Jembatan Musi V merupakan bagian dari Jalan Tol Palembang–Betung dengan visi besar penyambungan tol dari Lampung hingga Aceh, mengingat potensi trafik dan nilai ekonomi yang tinggi jika seluruh ruas tersambung.
“Kalau kita lihat, jalan tol yang sudah beroperasi itu dari Bakauheni Lampung, sampai ke Palembang. Sekarang dilanjutkan Palembang–Betung, dan mudah-mudahan selanjutnya bisa masuk konstruksi sampai ke Jambi. Tapi ini belum cukup, karena secara teori akan sangat bagus kalau bisa sampai ke Pekanbaru, sebab kalau Lampung sampai Pekanbaru itu tersambung, trafiknya akan langsung padat,” jelas Triono.
Kepala BPJT, Ni Komang Rasminiati, menyebutkan bahwa secara struktur, Jembatan Musi V sudah mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi Struktur per 6 Juli 2026.
“Jembatan ini merupakan struktur khusus karena memiliki total bentang tengah 380 meter, ditambah jembatan pendekat sepanjang 656 meter di sisi Bengkinang dan 648 meter di sisi Gandus, sehingga total panjang jembatan mencapai 1.684 meter. Untuk monitoring kesehatan dan keselamatan jembatan, akan dipasang Structural Health Monitoring System dengan 100 unit sensor,” jelas Ni Komang.
Secara keseluruhan, Jalan Tol Palembang–Betung memiliki panjang 69,19 km yang dibagi menjadi tiga seksi. Seksi 1 dan Seksi 2 ditargetkan rampung pada TW IV 2026, sementara Seksi 3 ditargetkan selesai pada TW I 2027.
Konstruksi saat ini dibangun dengan 2×2 lajur pada tahap awal, dengan rencana peningkatan menjadi 2×3 lajur pada tahap akhir. Nilai investasi proyek mencapai Rp14,98 triliun dengan biaya konstruksi sekitar Rp13,90 triliun, biaya pembebasan lahan Rp390 miliar, dan masa konsesi selama 50 tahun.
Kementerian PU menargetkan Jalan Tol Palembang–Betung dapat difungsionalkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026–2027 untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya, Sugeng Rochadi, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menyampaikan bahwa tantangan utama yang masih dihadapi adalah pembebasan lahan di sejumlah titik akses masyarakat, meski struktur utama jembatan telah rampung.
Sugeng menyebut ada tujuh ruas jembatan kecil yang penyelesaiannya harus berjalan beriringan dengan penuntasan akses jalan lama menuju permukiman warga.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, selaku pimpinan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI menyatakan dukungannya terhadap percepatan penyelesaian proyek ini dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja dan mutu konstruksi.
“Butuh komunikasi yang persuasif, baik dengan pemerintah daerah maupun dengan masyarakat. Ini PSN, tentu kita punya kepentingan agar semuanya bisa tuntas sesuai dengan target yang kita tetapkan bersama,” kata Syaiful.













