• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat untuk Mendukung Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani

23 September 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat untuk Mendukung Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta — Syngenta Indonesia mempertemukan pemerintah, legislator, peneliti, industri, dan petani melalui Indonesia Petani MAJU Summit 2026.  Mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang mampu menghubungkan kebijakan, riset, inovasi, dan kebutuhan nyata petani di lapangan.

Semangat inilah yang menjadi landasan Indonesia Petani MAJU Summit 2026, yang mempertemukan pemerintah, legislator, peneliti, pelaku industri, serta petani dalam satu ruang dialog untuk memperkuat sinergi bagi kemajuan pertanian Indonesia.

Indonesia Petani MAJU Summit menjadi platform dialog lintas sektor untuk membahas bagaimana kebijakan, riset, inovasi, dan kolaborasi dapat diterjemahkan menjadi solusi yang relevan bagi petani sekaligus mendukung agenda pangan nasional.

Mengusung tema “Sinergi Kebijakan, Riset, dan Inovasi Demi Mendukung Kedaulatan Pangan”, forum ini menghadirkan perspektif dari Duta Besar Swiss untuk Indonesia Konstantin Obolensky, anggota Komisi IV DPR RI Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS, M. Sc., Deputi Bappenas Teguh Sambodo, Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional Puji Lestari S.P., M.Si., Ph.D, Principle Scientist , Head – Rice Genetic Design & Validation Unit | International Rice Research Institute (IRRI) Prof. Dr. Inez Slamet-Loedin, serta perwakilan petani H. Sardi.

Keberagaman perspektif tersebut memperlihatkan bahwa kemajuan pertanian tidak dapat dibangun oleh satu sektor saja. Kebijakan membutuhkan landasan penelitian, penelitian perlu diterjemahkan menjadi inovasi yang dapat diterapkan, dan inovasi pada akhirnya harus menjawab kebutuhan serta memberikan manfaat nyata bagi petani.

Mendorong Ekosistem Inovasi dan Keberlanjutan

Dalam keynote-nya, Duta Besar Swiss untuk Indonesia Konstantin Obolensky menekankan pentingnya dukungan terhadap berbagai inisiatif yang dapat membantu industri lokal mengembangkan inovasi sekaligus mendorong penerapan praktik-praktik keberlanjutan.

Perspektif tersebut memperkuat pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menciptakan ekosistem yang memungkinkan inovasi berkembang dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

Bagi sektor pertanian, inovasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi baru, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan praktik pertanian.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS, M.Sc. menyoroti peran parlemen dalam memastikan kebijakan pangan dan pertanian berjalan secara efektif melalui fungsi legislasi, penganggaran, pengawasan, serta monitoring.

Menurutnya, penelitian dan inovasi perlu menjadi fondasi utama dalam penyusunan dan implementasi kebijakan pertanian. Hal ini menegaskan pentingnya membangun jembatan antara penelitian dan pengembangan dengan kebutuhan nyata sektor pertanian, sehingga kebijakan dan inovasi dapat memberikan dampak yang lebih terukur bagi petani.

Dari perspektif pembangunan nasional, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A. Teguh Sambodo, S.P., MS., PhD. mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara agraris dan sektor pertanian akan tetap memiliki peran penting dalam perjalanan pembangunan nasional.

“Negara kita negara agraris dan pertanian tidak akan pernah mati,” ujar Teguh Sambodo.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pertanian bukan hanya sektor yang berperan dalam menyediakan pangan, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan perekonomian, pembangunan wilayah, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, penguatan sektor pertanian membutuhkan ekosistem yang mampu menjaga produktivitas sekaligus memastikan generasi petani dapat terus melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki masa depan.

60 Tahun Bersama Petani, Terus Melangkah Bersama

Bagi Syngenta Indonesia, dialog lintas sektor tersebut memiliki makna khusus.
“Selama 60 tahun, Syngenta Indonesia telah berada di sisi petani. Dari generasi ke generasi, kami melihat bagaimana tantangan pertanian terus berubah, dan bagaimana petani terus beradaptasi serta berinovasi. Kami akan terus bersama Petani MAJU, satu hati, demi kemajuan negeri,” ujar President Direktut PT. Syngenta Indonesia, Eryanto.

Menurut Eryanto, tantangan pangan ke depan membutuhkan pendekatan yang semakin kolaboratif.

“Kami percaya bahwa inovasi harus dimulai dari petani. Ketika kita memahami kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi, kita dapat bersama-sama mendorong riset, teknologi, dan inovasi yang lebih relevan dan dapat memberikan dampak nyata. Karena kemajuan pertanian pada akhirnya harus berjalan bersama dengan kemajuan petaninya,” lanjutnya.

Pendekatan farmer-centric tersebut menjadi benang merah dalam semangat Petani MAJU. Syngenta memandang petani bukan hanya sebagai penerima teknologi, tetapi sebagai bagian penting dari proses untuk memahami tantangan, mengembangkan solusi, dan mendorong perubahan di lapangan, sehingga petani dapat bertani tanpa beban seperti yang diungkapkan oleh H. Sardi.

Festival Padi Petani MAJU 2026: Tiga Hari, Satu Semangat
Indonesia Petani MAJU Summit merupakan bagian dari Festival Padi Petani MAJU 2026, yang berlangsung pada 22–24 September 2026.

Festival ini menjadi rangkaian kegiatan yang mengangkat berbagai dimensi kemajuan pertanian padi melalui empat pilar Petani MAJU: Maximize Profitability (memaksimalkan keuntungan petani), Accelerate Innovation (mempercepat inovasi), Joint Effort in Sustainability (upaya bersama dalam keberlanjutan), dan United One Team (bersatu sebagai satu tim).
Rangkaian tersebut dirancang untuk membawa percakapan mengenai pertanian dari tingkat kebijakan dan strategi menuju inovasi, praktik di lapangan, keberlanjutan, serta kolaborasi untuk petani.

Melalui Festival Padi Petani MAJU 2026, Syngenta Indonesia menegaskan perannya sebagai mitra industri yang terus berupaya menjadi bagian dari ekosistem pertanian Indonesia, menghubungkan inovasi dengan kebutuhan petani dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung kemajuan sektor pertanian. Karena membangun kedaulatan pangan bukan hanya tentang menghasilkan pangan yang cukup, tetapi juga tentang memastikan bahwa petani sebagai bagian penting dari sistem pangan memiliki akses terhadap pengetahuan, teknologi, inovasi, dan ekosistem yang memungkinkan mereka tumbuh secara berkelanjutan.

Previous Post

BP BUMN Apresiasi Bulog Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Next Post

Kementan Bersama Pemda NTB Perkuat Perlindungan Ternak

Next Post
Kementan Bersama Pemda NTB Perkuat Perlindungan Ternak

Kementan Bersama Pemda NTB Perkuat Perlindungan Ternak

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .