• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pemerintah Ungkap Tiga Indikator Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

7 Oktober 2026
in Ekonomi, Headline
0
Ekonom UGM Sebuat 2 Faktor Maraknya Fenomena Rojali dan Rohana

Kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta- Perekonomian Indonesia mengawali Triwulan IV 2026 dengan catatan yang menggembirakan. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, perekonomian nasional terbukti tetap resilien.

Hal ini tercermin dari tiga indikator penting yang dirilis awal Oktober 2026: inflasi yang terkendali, neraca perdagangan yang terus surplus, serta kembalinya aktivitas manufaktur ke zona ekspansi.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan bahwa inflasi September 2026 tercatat 3,28% (yoy), masih dalam sasaran nasional 2,5±1%.

Inflasi inti melandai menjadi 2,84% (yoy), sedangkan inflasi Administered Prices (AP) turun menjadi 3,25% (yoy), antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dan dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang relatif terbatas.

“Komponen Volatile Food masih menjadi perhatian dengan inflasi 5,03% (yoy), dipengaruhi dinamika permintaan serta penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem, El Nino, dan bencana alam. Pemerintah terus memperkuat koordinasi pusat dan daerah untuk menjaga pasokan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga, khususnya menjelang akhir tahun,” ujar Juru Bicara Haryo dalam siaran persnya, Rabu (07/10).

Untuk menjaga daya beli dan ketahanan pangan, Pemerintah memperkuat penyaluran PKH Tahap III, Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan pada Oktober–Desember 2026, serta percepatan SPHP beras medium melalui Perum Bulog.

Upaya tersebut dilengkapi Gerakan Pangan Murah (GPM), optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah (CBP), kerja sama antardaerah, serta penguatan produksi melalui pengelolaan air dan jaringan irigasi, pengaturan pola tanam, pemanfaatan lahan produktif, pemetaan wilayah rawan, dan Early Warning System.

Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus kumulatif USD7,25 miliar sepanjang Januari–Agustus 2026.

Kinerja ekspor Januari–Agustus 2026 antara lain ditopang besi dan baja sebesar USD19,18 miliar atau tumbuh 4,88%, CPO dan turunannya USD17,75 miliar atau tumbuh 6,57%, serta batu bara USD16,58 miliar atau tumbuh 4,31%. Ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62%, mencerminkan kontribusi hilirisasi terhadap kinerja ekspor.

Dari sisi impor, bahan baku atau penolong dan barang modal mendominasi dengan masing-masing USD133,38 miliar dan USD36,74 miliar atau secara total mencapai 91,3% dari impor.

Peningkatan impor mesin atau peralatan mekanis 15,26% dan mesin/perlengkapan elektrik 22,94% menunjukkan meningkatnya kebutuhan input produksi dan barang modal sejalan dengan aktivitas produksi dan investasi domestik.

Selain itu, penguatan aktivitas manufaktur tercermin dari PMI Manufaktur September 2026 yang meningkat menjadi 52,4 dari 49,8 pada Agustus dan kembali berada di zona ekspansi.

Perbaikan tersebut didukung peningkatan pesanan baru dan produksi, pertumbuhan pesanan ekspor, masuknya proyek baru, serta membaiknya daya beli.

Selanjutnya pada September 2026, pesanan baru tumbuh pada laju tercepat sejak Februari 2026, sementara pesanan ekspor mencatat pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022. Di samping itu, penyerapan tenaga kerja, pembelian, dan persediaan input kembali meningkat.

Di sisi biaya, inflasi harga input dan output melambat ke level terendah dalam enam bulan, sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan ke depan tetap tinggi.

“Ke depan, kebijakan Pemerintah akan tetap diarahkan untuk menjaga daya beli, mendorong investasi dan produksi, serta meningkatkan daya saing industri nasional. Dengan fondasi stabilitas yang terjaga dan aktivitas ekonomi yang kembali menguat, kita ingin memastikan momentum ini berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” jelas Juru Bicara Haryo.

Tags: #2026#inflasi#neraca perdagangan#perekonomian#Triwulan IV
Previous Post

Prabowo Akan Tambah Polisi Hutan hingga 70.000 Personel

Next Post

Kemenhaj-DPR Sepakati Biaya Haji 2027 Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Next Post
18 Kloter Mulai Masuk Asrama Haji, Jemaah Asal Jakarta Terbang Perdana

Kemenhaj-DPR Sepakati Biaya Haji 2027 Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .