• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah menjaga harga ayam di tingkat peternak sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang wajar. Upaya ini dilakukan melalui penguatan penyerapan ayam hidup (live bird), penataan tata niaga, serta pengawasan rantai pasok dari hulu hingga hilir.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menggelar rapat koordinasi bersama instansi teknis dan Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia (ARPHUIN) di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Pertemuan ini menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat peran rumah potong hewan unggas (RPHU) dalam menyerap produksi peternak serta mengoptimalkan pemanfaatan hasil perunggasan.

Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang mendorong pembenahan tata niaga ayam dan telur agar keseimbangan harga tetap terjaga, baik di tingkat peternak maupun konsumen.

Saat meninjau usaha pembibitan unggas di Gunungkidul, Yogyakarta, Kamis (15/10/2026), Mentan Amran menegaskan pentingnya melindungi kepentingan peternak dan konsumen secara bersamaan.

“Tidak boleh permainkan konsumen dengan produsen. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kita harus bela rakyat kita, peternak dan konsumen,” tegas Mentan Amran.

Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran juga menelusuri kesenjangan harga ayam antara tingkat peternak dan konsumen serta menyiapkan pemeriksaan bersama Satgas Pangan untuk mengidentifikasi penyebabnya. Langkah ini berjalan seiring dengan upaya pemerintah mempercepat penyaluran jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna membantu meringankan biaya produksi peternak.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Ditjen PKH, I Ketut Wirata, dalam rapat bersama ARPHUIN menyoroti harga ayam hidup di tingkat peternak yang dilaporkan berada pada kisaran Rp21.000–Rp22.000 per kilogram, sementara perkiraan biaya produksinya mencapai Rp22.000–Rp23.000 per kilogram. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena harga jual yang belum mampu menutup biaya produksi dapat memengaruhi keberlanjutan usaha peternak.

Melalui koordinasi tersebut, Kementan bersama ARPHUIN mendorong RPHU dan pelaku distribusi untuk memperkuat penyerapan ayam hidup dengan harga yang mempertimbangkan biaya produksi peternak. Pemerintah juga membahas penataan pasokan bibit ayam umur sehari (day old chick/DOC) serta penguatan pengawasan tata niaga guna mendorong mekanisme perdagangan yang lebih transparan dan berkeadilan.

Dari sisi hilir, Kementan turut mendorong peningkatan nilai tambah melalui pemanfaatan hasil samping pemotongan unggas, seperti ceker, kepala, dan jeroan, untuk industri pengolahan, termasuk sebagai bahan baku pakan hewan kesayangan (pet food).

Pertemuan tersebut juga membahas peluang perluasan pasar ekspor karkas ayam serta rencana pembangunan tiga pabrik tepung telur pada 2027. Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperluas pasar, meningkatkan penyerapan hasil produksi, dan memperkuat nilai tambah industri perunggasan nasional.

Sejalan dengan penguatan pasar, Kementan tetap mengawal penerapan keamanan pangan, higiene dan sanitasi, serta kesejahteraan hewan agar produk unggas yang dihasilkan aman, bermutu, dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Melalui berbagai langkah yang telah dilakukan bersama asosiasi dan pelaku usaha, Kementan terus mendorong keseimbangan antara produksi, penyerapan, dan distribusi. Upaya ini diarahkan agar peternak rakyat memperoleh harga yang layak dan memiliki kepastian dalam menjalankan usaha, sementara masyarakat tetap mendapatkan daging ayam yang aman dan terjangkau.

Dengan tata niaga yang semakin tertata dan penyerapan hasil produksi yang terus diperkuat, peternak rakyat diharapkan dapat menjalankan usahanya dengan lebih tenang, menjaga keberlanjutan produksi, serta memperoleh manfaat yang lebih baik dari perkembangan industri perunggasan nasional.

Previous Post

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Next Post

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Next Post
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .