• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Inovasi

Kembangkan Pesawat Tanpa Awak, Gesang Nugroho Raih Guru Besar UGM

22 Mei 2024
in Inovasi
0
Kembangkan Pesawat Tanpa Awak, Gesang Nugroho Raih Guru Besar UGM

Gesang Nugroho, Guru Besar Fakultas Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta– Dua buah pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dipamerkan di Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dua buah pesawat tersebut dinamakan pesawat UAV Palapa S-1 dan Palapa S-2. Untuk pesawat Palapa-S1 dikembangkan selama 2,5 tahun lalu yang memiliki kemampuan waktu terbang selama 6 jam tanpa berhenti.

Sedangkan untuk pesawat kedua, memiliki kemampuan daya terbang selama 10 jam. Selain bisa dikemudikan tanpa awak, pesawat UAV Palapa S1 memiliki jarak jangkau hingga 50 hingga 300 kilometer yang bisa digunakan untuk kepentingan pemetaan, pemantauan bencana hingga kegiatan surveilans.

Kedua pesawat ini merupakan hasil karya inovasi Dosen Fakultas Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Gesang Nugroho, S.T., M.T.,   IPM., yang kebetulan tengah dikukuhkan sebagai Guru Besar. Setelah 12 tahun mengembangkan pesawat tanpa awak, selain berhasil meraih  Guru Besar, Gesang juga telah berhasil meraih dua paten terkait pencetakan komposit dengan batuan tekanan balon yang diberi nama Bladder Compression Moulding (BCM).

Kepada wartawan, Gesang menyampaikan dua pesawat yang memiliki Panjang 2 meter dan 3,3 meter ini sudah dilengkapi sistem autopilot dan kemampuan jelajah terbang sesuai dengan titik koordinat yng dipasangkan.

“Selama terbang akan mampu mengambil foto dan video yang akan dikirim pada ground control station.  Bedanya Palapa S-1 mampu terbang 6 jam nonstop, palapa S-2 bisa terbang 10 jam nonstop,“ kata dia dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (21/5).

Untuk UAV S-1, kata Gesang sudah menggunakan telemetri wifi internet dengan jarak tempuh hingga 50 kilometer. Menurutnya, Palapa S-1 sebenarnya memiliki kemampuan daya terbang hingga 300 km namun komunikasi foto dan video terputus untuk jarak sejauh itu. Sedangkan pada Palapa S-2 menggunakan telemetri satelit sehingga memiliki kemampuan daya jangkauan tak terbatas. Namun pesawat yang kedua ini, belum selesai dikembangkan.

“Belum selesai, nantinya akan dilengkapi sistem autopilot dan sistem komunikasinya menggunakan telemetri satelit sehingga tak terbatas jangkauannya. Saat ini baru tahap fase membuat bodinya,” jelasnya.

Meski masih menggunakan tingkat komponen dalam negeri besar 25-30 persen namun Gesang optimis pengembangan pesawat tanpa awak di tanah air nantiya akan terus berkembang karena sangat diperlukan, selain untuk kepentingan militer namun juga bisa digunakan untuk kepentingan pemetaan, surveilans, dan pemantauan bencana bahkan untuk kepentingan pemeliharaan tanaman pertanian dan perkebunan.

“Kita mendorong perkembangan industri komponen pesawat dan industri pembuatan bodi pesawat dari komposit,” tegasnya.

Soal harga? Gesang menuturkan bahwa pesawat tanpa awak yang dikembangkannya harganya jauh lebih murah dibanding dengan pesawat UAV dari lua. Tidak hanya lebih murah, bahkan untuk pemeliharaan dan perawatan pesawat pun bisa dilakukan di dalam negeri.

“Harganya jauh lebih ekonomis, pesawat sekelas ini dijual di Indonesia bisa sampai Rp 3 miliar. Untuk pesawat kita harganya bisa di bawah Rp 1 miliar,” ungkapnya.

Pada  pidato pengukuhan yang berjudul Membangun Industri Pesawat Tanpa Awak Indonesia, Prof. Gesang menyampaikan bahwa teknologi Pesawat Tanpa Awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) saat ini semakin maju dan berkembang.

Saat ini, UAV tidak hanya merupakan perangkat teknologi canggih semata, tetapi juga merupakan sebuah gebrakan revolusioner yang mengubah perspektif kita terhadap dunia. Mulai dari kegunaan di sektor militer hingga penerapannya dalam berbagai bidang sipil, UAV telah melangkah masuk ke setiap aspek kehidupan masyarakat dengan kecepatan yang menakjubkan.

Ia menghimbau agar masyarakat dan pemerintah mau menggunakan produk produk hasil riset bangsa sendiri. Apabila kerja sama saling mendukung sudah berjalan dengan  baik, maka konsep Invention, Application and Utilization (IAU) akan berjalan berkesinambungan sehingga industri manufaktur akan tumbuh dan berkembang di tanah air.

Tags: #Gesang Nugroho#Guru Besar#inovasi#pesawat tanpa awak#UGM
Previous Post

Jokowi Perkenalkan Prabowo Subianto sebagai Presiden Terpilih RI di Bali

Next Post

Hadi Tjahjanto Dorong Pilkada Profesional, Kredibel, dan Berintegritas

Next Post
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Ajak Media Cegah Hoaks

Hadi Tjahjanto Dorong Pilkada Profesional, Kredibel, dan Berintegritas

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .