• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Dosen UI Raih Hak Paten Sel Punca Xeno Free di Inggris

17 Oktober 2024
in Headline, Pendidikan
0
Universitas Indonesia Umumkan 7 Calon Rektor Tersaring untuk Periode 2024-2029

Kampus Universitas Indonesia/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Depok- Rizal Azis, dosen Program Studi Teknik Biomedik, Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI), berhasil meraih hak paten di Inggris atas penemuan inovatifnya: media kultur sel punca xeno free (bebas dari komponen hewani).

Inovasi yang dikembangkan bersama Profesor Nick Hannan dari University of Nottingham sejak 2020 ini, diharapkan mampu merevolusi riset dan terapi sel punca di seluruh dunia, terutama dalam aplikasi klinis. Rizal mengembangkan inovasi sel punca (steam cell) selama melanjutkan pendidikan doktoralnya di University of Nottingham, Inggris (Oktober 2020 – Agustus 2024) yang lalu.

Formula yang dipatenkan ini memungkinkan produksi berbagai jenis sel—seperti sel imun (makrofag dan sel dendritik), sel endotelial, fibroblast, sel jantung, paru-paru, dan hati—menggunakan satu jenis media. Sifat xeno-free dari media ini secara signifikan mengurangi risiko kontaminasi, sehingga memberikan standar keamanan yang lebih tinggi dalam penerapan klinis. Seperti yang dijelaskan oleh Profesor Hannan, “Paten ini merupakan langkah besar dalam memastikan bahwa terapi sel menjadi lebih aman dan dapat diandalkan, terutama untuk aplikasi klinis skala besar.”

Terapi Sel Punca yang Lebih Aman dan Efisien

Selama ini, terapi sel punca dibatasi oleh tingginya biaya dan risiko terkait penggunaan media kultur berbasis hewan. Inovasi xeno-free yang dikembangkan oleh Rizal menghilangkan risiko-risiko tersebut, membuat terapi menjadi lebih aman dan terjangkau.

“Saat ini, pengobatan menggunakan media berbasis hewan yang rentan terhadap kontaminasi. Media baru kami menjamin keamanan, konsistensi, dan efisiensi yang lebih tinggi, yang sangat penting untuk penerapan klinis,” jelas Rizal dikutip dari laman resmi Universitas Indonesia, Selasa (15/10).

Teknologi sel punca xeno free ini menawarkan berbagai manfaat antara lain: bebas dari komponen hewani, sehingga mengurangi risiko kontaminasi patogen (xeno-free); menggunakan komposisi yang terdefinisi dengan baik sehingga memberikan hasil pengobatan yang konsisten; dapat digunakan untuk berbagai jenis sel, mulai dari sel hati hingga sel jantung, dalam berbagai aplikasi medis; dan dapat diproduksi dalam skala besar dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan produk sejenis, sehingga membuat terapi sel punca lebih mudah diakses.

Teknologi ini tidak hanya memberikan dampak besar bagi dunia sains, tetapi juga masyarakat luas. Di masa depan, pasien dengan gangguan genetik, penyakit kardiovaskular, atau kegagalan organ dapat memperoleh manfaat dari terapi sel punca yang lebih aman dan dipersonalisasi. Selain itu, Rizal juga berhasil mengembangkan sel punca terinduksi khusus Indonesia yang disebut sel RI (Republic of Indonesia). Sel-sel ini dapat digunakan dalam pengobatan yang disesuaikan dengan pasien Indonesia, memastikan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dalam mengobati gangguan genetik.

Menanggapi prestasi ini, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., Dekan FTUI menyampaikan, “Pencapaian Rizal Azis dalam memperoleh paten internasional ini adalah bukti nyata dari dedikasi serta kualitas penelitian yang dihasilkan oleh sivitas akademika Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Inovasi ini tidak hanya memberikan kontribusi besar bagi dunia kesehatan global, tetapi juga mengangkat nama Indonesia di kancah ilmiah internasional. Teknologi kesehatan semacam ini tidak akan tercapai tanpa adanya kolaborasi lintas ilmu, lintas negara, dan lintas bidang yang saling mendukung. Kerja sama seperti ini memungkinkan terobosan ilmiah yang benar-benar berdampak pada masyarakat luas.”

Dekan FTUI juga menambahkan bahwa paten ini merupakan langkah maju yang menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam menciptakan solusi kesehatan yang tidak hanya efisien, tetapi juga terjangkau bagi masyarakat. “Dengan teknologi yang lebih aman dan mudah diproduksi ini, diharapkan terapi berbasis sel punca dapat diakses oleh lebih banyak orang di Indonesia, sekaligus meningkatkan kapasitas riset dalam negeri.”

Inovasi ini telah menarik minat dari tujuh perusahaan bioteknologi internasional dari Inggris, Kanada, dan Jerman, yang berminat untuk memproduksi teknologi ini secara global.

Keberhasilan teknologi xeno-free ini menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam bidang pengobatan regeneratif yang berkembang pesat. Pencapaian Rizal ini merupakan prestasi monumental bagi komunitas ilmiah dan medis.

Penemuan ini berpotensi membuka jalan bagi penerapan terapi sel punca skala besar yang lebih efektif di seluruh dunia, memberikan manfaat bagi jutaan orang yang membutuhkan pengobatan medis canggih.

Tags: #dosen#hak paten#Inggris#sel punca xeno free#Universitas Indonesia
Previous Post

Wapres: Kerjasama dengan Presiden Jokowi Ibarat Permainan Badminton

Next Post

Tok, DPR Setujui Herindra Jadi Kepala BIN

Next Post
DPR setujui Muhammad Herindra menjadi Kepala Badan Inteligen Negara/ist

Tok, DPR Setujui Herindra Jadi Kepala BIN

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .