• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

HIMKI Perluas Pasar Ekspor dan Dalam Negeri Produk Mebel dan Kerajinan Indonesia

20 Februari 2025
in Ekonomi
0
HIMKI Perluas Pasar Ekspor dan Dalam Negeri Produk Mebel dan Kerajinan Indonesia

Rakernas HIMKI 2025 di Hotel Manhattan Jakarta/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta – Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menegaskan bahwa industri mebel dan kerajinan memiliki potensi besar sebagai sektor unggulan Indonesia di masa depan.

Potensi ini didukung oleh ketersediaan bahan baku yang melimpah, sumber daya manusia yang kompeten, serta pasar yang terus berkembang, baik di dalam maupun luar negeri.

“Industri mebel dan kerajinan adalah salah satu sektor prioritas yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing global. Industri ini juga menjadi penggerak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja serta kontribusi terhadap devisa negara. Apalagi, kita memiliki bahan baku yang cukup beragam, mulai dari kayu, rotan, bambu, hingga serat alam lainnya,” ujar Sobur dalam sambutannya pada Rakernas HIMKI 2025 di Hotel Manhattan Jakarta, Rabu (19/2/2025).

Menurutnya, daya saing industri furnitur dan kerajinan Indonesia di pasar global terletak pada keberlanjutan bahan baku alami, desain khas yang berciri lokal, serta tenaga kerja yang terampil. Meski kondisi perekonomian dunia belum sepenuhnya pulih akibat dinamika geopolitik, permintaan terhadap produk mebel dan kerajinan tetap tumbuh. Saat ini, China masih menjadi eksportir utama mebel dunia, disusul Vietnam.

Berdasarkan data Expert Market Research, nilai pasar furnitur global pada 2024 tercatat sebesar USD 660 miliar dan diproyeksikan tumbuh 4,9% per tahun dalam periode 2025–2034.

“Ekspor produk mebel dan kerajinan nasional memang mengalami perlambatan, tetapi kami optimis pertumbuhannya akan kembali meningkat. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah melalui pameran IFEX pada Maret 2025, yang kami harapkan dapat membantu menahan penurunan ekspor pada kuartal berikutnya,” kata Sobur.

Ia menambahkan bahwa peluang pasar global tetap terbuka, terutama dengan meningkatnya pembangunan di berbagai negara yang mendorong permintaan furnitur dan kerajinan. AS dan Eropa masih menjadi pasar utama, tetapi permintaan dari kawasan tersebut cenderung menurun akibat inflasi yang tinggi. Oleh karena itu, industri perlu mengoptimalkan peluang di pasar baru seperti Timur Tengah, India, dan Asia.

“Kami optimis industri furnitur nasional akan terus tumbuh, dengan target ekspor mencapai USD 6 miliar pada tahun 2030,” tegasnya.

Apresiasi terhadap HIMKI

Dalam sambutan pembukaan Rakernas HIMKI 2025 yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi HIMKI atas kontribusinya dalam mendorong industri furnitur nasional. HIMKI dinilai terus bersinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai target ekspor dan memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

Agus menegaskan bahwa hilirisasi industri hasil hutan merupakan langkah strategis yang sejalan dengan UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. Hilirisasi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat struktur industri, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan pada impor.

“Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Januari 2025 mencapai 53,10, menunjukkan bahwa industri sedang berada dalam fase ekspansi. Kondisi ini harus dimanfaatkan oleh para pelaku industri untuk semakin meningkatkan daya saing,” jelasnya.

Saat ini, tren furnitur global mengarah pada penggunaan material ramah lingkungan, integrasi dengan teknologi pintar, desain multifungsi, dan kustomisasi. Teknologi seperti Augmented Reality (AR) semakin banyak digunakan untuk mempermudah belanja furnitur secara daring, sementara 3D printing membantu menekan biaya produksi.

Namun, industri furnitur Indonesia juga menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya: pertama, hambatan logistik ekspor akibat kondisi geopolitik. Kedua, kebijakan lingkungan di negara tujuan ekspor, seperti regulasi EUDR di Uni Eropa. Ketiga, meningkatnya impor furnitur, terutama berbahan logam dan plastik.

Untuk menjawab tantangan ini, Kementerian Perindustrian telah menyiapkan lima strategi utama: pertama, memastikan ketersediaan bahan baku dengan membangun rantai pasok yang lebih efisien. Kedua, menyediakan SDM terampil melalui Politeknik Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal. Ketiga, memperluas pasar dengan mendorong partisipasi industri dalam pameran internasional dan ekspansi ke pasar non-tradisional.

Keempat, meningkatkan produktivitas dan kualitas produk, termasuk melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan. Kelima, menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk menarik investasi. Keenam, sebagai bagian dari strategi peningkatan pasar, Kementerian Perindustrian telah memfasilitasi enam perusahaan furnitur dalam pameran Index Plus New Delhi, India, pada 2024. Respons pasar India terhadap produk furnitur Indonesia sangat positif, menunjukkan potensi ekspor yang besar ke negara tersebut. Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan produk ber-TKDN dalam belanja APBN untuk memperkuat pasar domestik.

Dalam hal peningkatan produktivitas dan efisiensi, program Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri Pengolahan Kayu yang dimulai sejak 2022 terus berjalan. Hingga kini, 33 perusahaan telah menerima fasilitas ini dengan total nilai reimburse sebesar Rp 20,6 miliar. Pemerintah juga terus mendukung pengembangan desain furnitur melalui kolaborasi antara desainer dan pelaku industri.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha, industri furnitur dan kerajinan Indonesia diharapkan semakin berkembang dan berdaya saing di pasar global.

Tags: #2025#ekspor#HIMKI#Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia#Indonesia#mebel#pasar#Rakernas
Previous Post

Kementan Cepat Respon Satu Kasus Gejala Antraks di Gunung Kidul

Next Post

KKP Permudah Ekspor Perikanan Lewat Integrasi Layanan SKP & HACCP

Next Post
KKP Permudah Ekspor Perikanan Lewat Integrasi Layanan SKP & HACCP

KKP Permudah Ekspor Perikanan Lewat Integrasi Layanan SKP & HACCP

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .