• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Jaga Ekosistem Laut, KKP Tingkatkan Produktivitas Budidaya Nemo di Maluku

10 Maret 2025
in Ekonomi
0
Jaga Ekosistem Laut, KKP Tingkatkan Produktivitas Budidaya Nemo di Maluku

Ikan nemo/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta – Budidaya ikan hias nemo menjadi salah satu sumber pendapatan menjanjikan bagi masyarakat di Maluku.

Untuk mendukung produktivitas budidaya dan menjaga keberlanjutan ekosistem laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen mengembangkan varian ikan nemo.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu mengungkapkan, Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon telah berhasil mengembangkan hingga 50 varian ikan nemo. Pada Jumat 8 Maret lalu, ia meninjau langsung aktivitas pengembangan ikan nemo di BPBL Ambon.

“Melalui keuletan dan kegigihan BPBL Ambon berhasil melakukan teknik kawin silang hingga menghasilkan varian-varian baru yang memiliki corak unik dan diminati pasar dengan harga tinggi sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi pembudidaya,” jelasnya.

Dirjen Tebe menambahkan, budidaya menjadi solusi yang dapat mencegah terjadinya kerusakan ekosistem perairan laut Maluku, imbas tingginya permintaan ikan hias nemo. Untuk itu, pihaknya terus meningkatkan produktivitas budidaya ikan hias nemo sebagai kunci pelestarian dan menjaga keseimbangan ekosistem laut.

“KKP selalu pastikan pengembangan budidaya ikan hias nemo di Maluku, tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tapi juga mendukung kelestarian ekosistem laut Indoensia,” tegas Tebe.

Kepala BPBL Ambon, Sarwono mengatakan berbagai langkah strategis telah dilakukan pihaknya untuk memenuhi permintaan benih ikan hias nemo di Maluku. Dimulai dari benih yang telah dibesarkan di Keramba Jaring Apung sampai ukuran 3-4 cm akan dikirim ke ekportir/reseller di Jakarta, Surabaya dan Bali. Kemudian dilakukan pembinaan dan pendampingan teknis bagi pembudidaya untuk meningkatkan keterampilan dalam budidaya ikan hias. Selain itu, BPBL Ambon juga telah rutin melakukan kegiatan restocking ikan nemo di perairan Maluku untuk menjaga kelestarian.

“BPBL Ambon juga telah memberikan berbagai stimulus untuk mendukung budidaya ikan hias nemo seperti benih ikan nemo berkualitas dan sarana prasarana produksi. Berbagai inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi budidaya ikan nemo secara berkelanjutan dan ramah lingkungan, BPBL Ambon juga telah sampaikan kepada pembudidaya seperti teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) dengan budidaya ikan nemo dengan anemon laut untuk memberikan kondisi yang lebih stabil dan menjaga kualitas air. Hingga inovasi budidaya ikan nemo dapat dilakukan dalam skala yang lebih besar dan lebih mudah diterapkan di pembudidaya dengan menggunakan waring pada keramba jaring apung,” ungkap Sarwono.

Sarwono menyampaikan pihaknya menargetkan pemberian bantuan hingga 3.000 benih ikan hias di tahun ini. Hingga Maret 2025, benih yang disalurkan sudah sebanyak 2.500 ekor. Selain berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi pembudidaya, BPBL Ambon juga berkontribusi positif terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Januari hingga Februari 2025, BPBL Ambon telah berhasil menjual ikan hias sebanyak 9.177 ekor atau senilai Rp 26 juta,” kata Sarwono.

Sementara itu Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Teri, Lamusu, mengucapkan terima kasih karena anggotanya selalu dibantu oleh KKP dalam meningkatkan produksi ikan nemo. “Saat ini kelompok kami bisa budidaya berbagai varian ikan nemo hingga sebanyak 10 varian. dengan corak warna yang unik dan bernilai tinggi di pasar, berkat pendampingan dari BPBL Ambon, kami dapat menjaga kualitas ikan hias nemo yang dihasilkan sehingga menguntungkan dan berkelanjutan,” papar Lamusu.

Lamusu menyampaikan pasar ikan hias nemo hingga kini masih cukup tinggi permintaannya. Selain mengembangkan budidaya ikan hias, pihaknya sekaligus budidaya ikan kakap dan ikan bubara. Pendapatan anggotanya per bulan juga sangat lumayan diatas upah minimum setempat yakni di kisaran Rp 5 juta per bulan.

Sebagai informasi, target bantuan benih ikan hias BPBL Ambon tahun 2024 kemarin sebesar 3 ribu ekor, sementara realisasi bantuan ikan hias yang berhasil didistribusikan kepada pokdakan di Maluku hingga mencapai 7.800 ekor. BPBL Ambon pada tahun 2024 juga berhasil berkontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dengan menjual ikan hias hasil produksinya sebanyak 29,8 ribu ekor.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong pengembangan budidaya ikan hias sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi pembudidaya. Ikan hias memiliki pasar yang cukup tinggi tidak hanya di dalam negeri tapi juga luar negeri.

Tags: #budidaya#ekosistem#Kementerian Kelautan dan Perikanan#laut#Maluku#produktivitas
Previous Post

Legislator Tegaskan Tak Ada Keputusan Pengangkatan CPNS Serentak

Next Post

Sekjen Partai Komunis Vietnam To Lam Kunjungi Indonesia, Ada Apa?

Next Post
Sekjen Partai Komunis Vietnam To Lam Kunjungi Indonesia, Ada Apa?

Sekjen Partai Komunis Vietnam To Lam Kunjungi Indonesia, Ada Apa?

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .