• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Gandeng Bone Bangun Ekosistem Peternakan Kawasan Timur

18 April 2025
in Ekonomi
0
Kementan Gandeng Bone Bangun Ekosistem Peternakan Kawasan Timur

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem peternakan rakyat di wilayah timur Indonesia. Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu daerah yang diharapkan menjadi penyangga ketahanan pangan nasional.

Dalam kunjungan kerja ke Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Senin (14/4), Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, meninjau pengembangan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Peternakan sebagai bagian dari upaya integratif pembangunan sektor peternakan.

“Bone memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan peternakan rakyat. Kami mendorong optimalisasi pembibitan, penguatan kesehatan hewan, hingga pengembangan inovasi pembiayaan,” kata Agung Suganda saat kunjungannya bersama Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, pada Senin (15/4/2025).

Agung menyampaikan bahwa Kementan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra swasta. Salah satu bentuknya adalah program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis. Program unggulan lain yang terus diperluas adalah Ayam Merah Putih, yang turut dikembangkan di Kabupaten Bone.

“Kami telah meninjau lokasi CSR untuk SPPG dan pengembangan Ayam Merah Putih di Kecamatan Bengo, serta lokasi pembibitan ayam di Kecamatan Libureng. Potensi peternak lokal di Bone sangat besar untuk mendukung pengembangan ayam petelur rakyat,” jelas Agung.

Agung menambahkan bahwa Bone memiliki keunggulan struktural yang menjadikannya strategis sebagai pusat pengembangan peternakan rakyat di kawasan timur. “Ada kecamatan seperti Kahu yang jumlah ternaknya bahkan melebihi jumlah penduduknya. Ini menunjukkan potensi luar biasa yang perlu terus dikawal,” ujarnya.

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan peternakan merupakan bagian dari strategi besar menjadikan Bone sebagai model pengembangan peternakan terpadu di kawasan timur Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone mengusung program unggulan bernama Padasa (akronim dari padi, jagung, sapi) yang mengintegrasikan sektor tanaman pangan dan peternakan. Program ini mengadaptasi keberhasilan program nasional Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) yang digagas oleh Kementan.

“Kegiatan ini mencakup optimalisasi pembibitan ternak serta penguatan sektor kesehatan hewan. Alhamdulillah, kami siap menerima arahan dan memberikan dukungan penuh,” ujar Asman.

Asman juga menjelaskan bahwa untuk memperkuat akses pembiayaan peternak kecil, Bone juga tengah mengembangkan inovasi sistem pembiayaan berbasis gadai ternak. “Skema ini memungkinkan peternak memperoleh pinjaman dengan jaminan sapi dan dapat dikembalikan setelah panen. Ini memberi napas tambahan bagi peternak skala kecil,” terangnya.

Dalam menjaga keberlanjutan populasi ternak, Pemerintah Kabupaten Bone juga menerapkan kebijakan larangan pemotongan betina produktif di rumah potong hewan. “Kami sepakat menjaga indukan produktif sebagai langkah strategis,” ujarnya.

Asman juga menegaskan komitmen daerah dalam memperkuat kelembagaan peternakan. “Tidak banyak daerah yang masih memiliki Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai dinas yang berdiri sendiri. Kami berkomitmen mempertahankannya agar pembangunan peternakan tetap fokus dan terarah,” kata Bupati Bone.

Dengan pendekatan kolaboratif dan penguatan sinergi antara pusat dan daerah, Kabupaten Bone diharapkan tidak hanya menjadi penyedia protein hewani nasional, tetapi juga menjadi penyangga ketahanan pangan dari timur Indonesia.

Tags: #ekosistem#Kementan#Ketahanan Pangan#peternakan#Sulawesi Selatan
Previous Post

KKP Ingatkan Pelaku Usaha Tidak Boleh Lakukan Privatisasi Pantai

Next Post

Kesejahteraan Meningkat, Mentan Amran: Petani Bahagia, Harga Kelapa Naik

Next Post
Kesejahteraan Meningkat, Mentan Amran: Petani Bahagia, Harga Kelapa Naik

Kesejahteraan Meningkat, Mentan Amran: Petani Bahagia, Harga Kelapa Naik

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .