Imperium.id, Tangerang Selatan-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Daur Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTDBBNLR) bersama Seaborg Technologies Denmark membahas potensi kerja sama riset terkait teknologi nuklir.
Pembahasan yang merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya ini dilakukan di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) G.A. Siwabessy Pasar Jumat, Jakarta Selatan pada Kamis (30/3). Seaborg Technologies adalah perusahaan startup yang bergerak di bidang teknologi reaktor nuklir dengan salah satunya adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Molten Salt Reactor (MSR).
Head of Business Development Searborg Technologies, Nikolaj Ager Hamann menyampaikan bahwa Seaborg Technologies berharap dapat menjalin kerja sama dengan BRIN terkait teknologi nuklir tersebut, khususnya mengenai siklus bahan bakar atau fuel cycle.
“Mudah-mudahan kita dapat menemukan kesepakatan bersama. Kita dapat menuangkannya dalam sebuah dokumen perjanjian kerja sama sehingga dapat menindaklanjutinya,” harap Nikolaj.
Sementara itu Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Jacob Kahl Jepsen sangat mendukung kerja sama antara Denmark dengan Indonesia. Ia juga berharap dapat menemukan model perjanjian kerja sama yang tepat.
“Dari sisi kedutaan, kami sangat tertarik untuk mendukung segala jenis kolaborasi. Jika anda bisa lebih konkrit dalam melihat kerja sama ini, tentu saja kami akan kembali dan melihat bagaimana kami menghasilkan model perjanjian yang tepat dan mencoba untuk lebih inovatif,” katanya.
“Kami akan melakukan semua yang bisa kami lakukan dengan cepat. Bulan Juni adalah waktu yang tepat bagi kita untuk menindaklanjuti kolaborasi antara Indonesia dan Denmark ini,” imbuhnya.
Dalam kesempatan ini Kepala PRTDBBNLR – BRIN, Syaiful Bakhri menyampaikan bahwa BRIN telah memiliki pengalaman dalam penelitian bahan bakar reaktor riset, dan sedang mengerjakan riset teknologi PWR dan HTGR. Ia juga mengatakan bahwa BRIN membuka peluang kerja sama dengan Seaborg Technologies di bidang fuel cycle, termasuk limbah radioaktif.
“Kolaborasi dengan pihak luar merupakan salah satu target BRIN untuk setiap Pusat Riset. Kita berharap dengan kolaborasi termasuk teknologi MSR yang belum banyak dikembangkan di dunia, kita bisa memberikan kontribusi yang lebih frontier,”ujar Syaiful.
Peneliti Ahli Utama PRTDBBNLR – BRIN, Djarot Sulistio Wisnubroto menjelaskan bahwa kerja sama yang akan dilakukan dengan Seaborg Technologies adalah front end dan back end fuel cycle, termasuk limbah radioaktif. “Nantinya akan dituangkan menjadi program kerja sama lebih lanjut antara Pusat Riset di Organisasi Riset Tenaga Nuklir dan Seaborg,”jelas Djarot.
“Secara prinsip untuk melakukan suatu kolaborasi atau menggunakan MoU langsung dengan pihak luar negeri, dengan implementasi agreement itu tidak masalah. Namun karena hal ini terkait nuklir, maka harus ada campur tangan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan juga persetujuan dari Kemenlu terkait dengan poin-poin yang dikerjasamakan,” tambahnya.













