• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Inovasi

Menteri ESDM Tegaskan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

22 Juli 2023
in Inovasi
0
Menteri ESDM Tegaskan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif /ist

Share on FacebookShare on Twitter

imperium.id, India-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif kembali menegaskan komitmen Indonesia dalam melawan perubahan iklim dan mengambil aksi global untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK). Arifin mengemukakan hal tersebut pada Pertemuan Clean Energy Ministerial ke-14 dan Mission Innovation ke-8 di Goa, India.

“Indonesia berkomitmen untuk melawan perubahan iklim dan mengambil aksi-aksi global untuk mengurangi emisi GRK. Kami telah membangun roadmap menuju Net Zero Emission (NZE) dalam rangka dekarbonisasi sistem energi pada 2060 atau lebih cepat dengan dukungan internasional,” ujarnya, Jumat (21/7).

Untuk mencapai target NZE, imbuh Arifin, diperlukan dekarbonisasi suplai energi melalui optimalisasi pembangkit energi terbarukan, memperluas infrastruktur transmisi dan distribusi, pemanfaatan potensi carbon storage untuk menangkap emisi dari industri yang hard-to-abate, serta mengembangkan bahan bakar rendah karbon.

Arifin juga mengatakan bahwa sektor kelistrikan akan mencapai puncak emisi antara tahun 2035 dan 2040. “Namun kita akan dapat mencapainya lebih cepat apabila mendapat dukungan internasional,” imbuhnya.

Untuk mencapai NZE, penggunaan teknologi yang mutakhir dan keberadaan industri pendukung sangat diperlukan. Tantangan saat ini adalah ketersediaan teknologi energi bersih dengan harga terjangkau.

“Kerja sama dan solusi dalam teknologi memiliki peran yang kritikal dalam dekarbonisasi sektor kelistrikan dan industri yang hard-to-abate. Adapun kendaraan listrik berbasis baterai menjadi teknologi kunci untuk menurunkan emisi di sektor transportasi,” ujar Arifin.

Arifin menambahkan, Indonesia memiliki target 2 juta mobil listrika dan 13 juta sepeda motor listrik pada 2030 mendatang. Saat ini Pemerintah memberikan insentif kepada masyarakat dalam membeli kendaraan listrik baru maupun konversi sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi sepeda motor listrik.

“Maka dari itu, ketersediaan baterai menjadi sangat krusial dalam menyukseskan program kendaraan listrik dan pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Kami mengharap investasi dan kerja sama untuk mengubah pengolahan nikel menjadi industri manufaktur baterai, memberikan nilai tambah bagi sumber daya mineral kita, dan menciptakan lapangan pekerjaan di Indonesia,” ungkap Arifin.

Arifin juga menggarisbawahi peran CCS/CCUS untuk dekarbonisasi industri hulu migas dan sektor industri yang hard-to-abate, seperti semen dan petrokimia.

“Kami membutuhkan dukungan investasi dan penelitian bersama untuk mengembangkan potensi penyimpanan CO2 kami dari minyak dan gas yang habis dan akuifer garam dengan total kapasitas penyimpanan 12,2 miliar ton CO2. Kami memiliki 15 proyek CCS/CCUS yang akan beroperasi sebelum tahun 2030 dengan kapasitas penyimpanan hingga 68 juta ton CO2,” jelasnya.

Selain itu, peran hidrogen hijau juga dapat dimanfaatkan untuk dekarbonisasi sektor hard-to-abate. Indonesia memiliki lebih dari 3.600 GW potensi energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi hidrogen hijau untuk memenuhi permintaan domestik dan pasar ekspor.

“Untuk mempercepat pemanfaatan hidrogen, biaya hidrogen harus kompetitif. Hal ini dapat dicapai melalui pembentukan pasar perdagangan karbon global, dan kerja sama internasional untuk dukungan keuangan, berbagi teknologi, dan peningkatan kapasitas,” ujar Arifin.

Dalam kesempatan tersebut, Arifin juga mengapresiasi negara-negara anggota International Partners Group untuk program Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia dalam upayanya mengakselerasi dekarbonisasi sektor kelistrikan melalui pensiun dini PLTU dan pengembangan infrastruktur pembangkit dan transmisi energi terbarukan.

Tags: #Arifin Tasrif#emisi#ESDM#gas rumah kaca#Indonesia#Net Zero Emission
Previous Post

PPIH Terus Cari Idun Rohim Zen, Jemaah Haji Asal Palembang yang Hilang

Next Post

Jokowi Tegaskan Pemerintah Akan Turunkan Tingkat Stunting di Tanah Air

Next Post
Jokowi Minta Akses Ekspor Komoditas Pangan Indonesia ke Republik Korea Dibuka

Jokowi Tegaskan Pemerintah Akan Turunkan Tingkat Stunting di Tanah Air

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .