Imperium.id, Jakarta-Parlemen menilai banyak kisruh yang terjadi di sektor pendidikan lantaran sampai saat ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tak kunjung menuntaskan peta jalan pendidikan yang menjadi pedoman penyelenggaraan pendidikan di dalam negeri.
DPR khawatir, gara-gara ketiadaan peta jalan pendidikan ini, ambisi negara untuk mewujudkan Generasi Emas di tahun 2045 mendatang, nggak bakalan kesampaian.
“Dari awal kami sudah mengingatkan untuk membuat rencana induk pendidikan, seperti peta jalan pendidikan, tapi (Kemendikbudristek) berhenti. Malah membuat program yang reaksinya terhadap dinamika sekarang seperti episode belajar yang tidak menjawab tantangan masa depan,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih dalam keterangannya, Kamis (17/8/2023).
Karena itu, dia melontarkan keprihatinannya, jika di periode kali ini, sektor pendidikan paling banyak menuai masalah. Masalah tersebut mulai dari kisruh dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), perundungan hingga kekerasan di lingkungan sekolah dan kampus, adaptasi pasca pandemi Covid-19, pelecehan dan kekerasan seksual, hingga tingginya kesenjangan kualitas sekaligus kuantitas sekolah di daerah.
Politisi Fraksi PKS ini menegaskan, komisi di bidang pendidikan ini telah seringkali mengingatkan peta jalan pendidikan ini. Namun sayangnya, kurang mendapat respon yang baik dari Kemendikbudristek.
“Kami di Komisi X sudah mengingatkan terkait pembangunan pondasi dasar pendidikan itu, mulai dari rencana induk serta peta jalan. Jangan hanya merespon simptom dan reaktif,” ujar Fikri prihatin.
Makanya, memasuki masa sidang kali ini, pihaknya akan kembali mengingatkan Kemendikbudristek untuk serius menyusun Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 dengan melibatkan sejumlah stakeholder pendidikan.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap penyelenggaraan pendidikan tahun 2023. Evaluasi ini sebagai bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan DPR.
Dia pun berharap, evaluasi ini dapat menghadirkan solusi yang baik untuk menuntaskan problem di sektor pendidikan yang dihantam oleh banyak masalah ini.
“Peta jalan pendidikan ini agar arah pendidikan kita terlaksana sesuai dengan harapan. Jika tidak, cita-cita kita untuk mewujudkan Generasi Emas di tahun 2045 tidak akan terwujud, dan tidak akan mampu mendorong peningkatan kualitas karakter bangsa,” tambah dia.
Anggota Komisi X DPR Illiza Saaduddin Djamal menambahkan, mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang tangguh dan berkualitas merupakan salah satu aspek yang penting untuk mewujudkan Generasi Emas di tahun 2045.
“Dalam rangka menyambut Generasi Emas 2045, maka setiap manusia di Indonesia harus konsisten memotivasi diri untuk berubah menjadi lebih baik,” kata Illiza.
Selain itu, dia juga mengingatkan pentingnya kepada Pemerintah untuk selalu ber_muhasabah_ agar Indonesia tetap berada dalam naungan kemerdekaan seperti yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.
“Indonesia ke depan harus menjadi Indonesia yang bermartabat, Indonesia yang berkualitas dengan manusia yang beriman, bertakwa, dan berintelektual,” ucap Politisi Fraksi PPP ini.
Karena itu, dia meminta kebijakan kurikulum pendidikan yang ada harus mampu membangun sumberdaya manusia Indonesia yang tangguh dan berkualitas. Yang tentunya sumberdaya manusia yang mampu menjaga keseimbangan antara nilai iman, takwa, dan intelektualitas saat menyusun kurikulum pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengajak seluru elemen bangsa untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang mampu bangkit dari berbagai tantangan, sehingga lebih maju, dan lebih hebat di mata dunia. Dia juga beharap Indonesia mampu mencapai target dan bersaing secara perekonomian di dunia, namun tetap mempertahankan nilai kemanusiaanya dan akar identitasnya sebagai Bangsa Indonesia.
“Mengisi kemerdekaan ini, (Indonesia) dengan sungguh-sungguh bisa memiliki manusia yang bisa memanusiakan manusia lainnya dan yang bisa menghargai hasil perjuangan para pahlawan dahulu,” tambah dia.













