• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Internasional

Menko Polhukam: Perlu Hati-hati Tangani Konflik Laut Cina Selatan

20 Maret 2024
in Internasional
0
Menko Polhukam: Perlu Hati-hati Tangani Konflik Laut Cina Selatan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta– Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa mencari kawan dan menjalin pertemanan di Laut Cina Selatan (LCS) merupakan hal yang sangat penting.

Menurutnya, Indonesia telah berkomitmen untuk bekerja sama dan mencari peluang kerja sama di wilayah LCS.

Menko Polhukam, Hadi Tjahjanto mengatakan, upaya penting Indonesia dalam mengelola konflik di Laut Cina Selatan dilaksanakan melalui jalur diplokasi 1,5 atau track 1.5, yang tidak hanya melibatkan pemerintah tetapi juga akademisi, think tank, dan para ahli.

Workshop on Managing Potential Conflicts in the South China Sea yang dilaksanakan secara berkala sejak tahun 1990 menunjukkan bahwa di tengah ketegangan kawasan di LCS akibat tumpang-tindih klaim maritim, ruang kerja sama terbuka, dan Confidence Building Measure, masih diperlukan untuk menghindari eskalasi konflik.

“Workshop telah menjadi saksi bahwa di tengah-tengah perubahan dunia yang tidak menentu dan lanskap regional yang terus berubah, kita telah menunjukkan komitmen kuat untuk bekerja sama dan mencari peluang kerja sama di wilayah LCS. Sebagaimana tema Webinar ini, mencari kawan dan menjalin pertemanan di LCS merupakan hal yang sangat penting,” ujar Menko Polhukam Hadi saat menjadi pembicara kunci pada Webinar Menjaga Kedaulatan dan Mencari Kawan di Laut China Selatan secara hybrid, Selasa (19/3/2024).

Dalam merespon permasalahan LCS di bidang pertahanan dan keamanan, kata Menko Hadi, pemerintah telah mendorong program Major Project dalam upaya penguatan keamanan Laut Natuna melalui kecukupan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dan peningkatan Sarana dan Prasarana Satuan Terintegrasi TNI, sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024.

“Kita dapat melihat permasalahan di LCS melibatkan banyak pihak. Perlu kehati-hatian dalam menangani konflik dan menyikapi dinamika situasi yang berkembang,” kata Menko Polhukam Hadi.

Menurut mantan Menteri ATR/BPN ini, salah perhitungan dapat membawa Indonesia pada situasi konflik yang akan merugikan bersama. Karena RRT merupakan mitra komprehensif strategis bagi Indonesia dan ASEAN, yang memiliki peran sentral dalam perdamaian dan stabilitas kawasan. “Penting untuk terus kita engage di semua lini, baik melalui dialog dan kerjasama praktis di Laut China Selatan,” kata Menko Hadi.

Menko Polhukam berharap, forum ini dapat menjadi tempat diskusi terbuka dalam upaya diplomasi dan pertahanan Indonesia dalam menjaga kedaulatan sekaligus menjaga perdamaian. “Pemerintah Indonesia akan selalu mengedepankan cara-cara dialog yang damai dalam menghadapi konflik di Kawasan dan tentunya mengedepankan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara,” kata Menko Hadi.

Webinar ini diselenggarakan oleh Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) bersama Litbang Kompas. Hadir dalam acara tersebut Dubes Berkuasa Penuh RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo, Co-Founder ISDS Erik Purnama dan peneliti Litbang Kompas Dimas Okto Danamasi.

Tags: #Hadi Tjahjanto#Indonesia#konflik#Laut Cina Selatan#Menko Polhukam
Previous Post

BMKG Bantah Video TikTok Sebut Megathrust Lumpuhkan Jakarta

Next Post

DPR Kutuk Keras Aksi Terorisme di Moskow Rusia

Next Post
DPR Kutuk Keras Aksi Terorisme di Moskow Rusia

DPR Kutuk Keras Aksi Terorisme di Moskow Rusia

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .