• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Inovasi

Tanaman Pegagan Potensial Perbaiki Kemampuan Daya Ingat

24 April 2024
in Inovasi
0
Tanaman Pegagan Potensial Perbaiki Kemampuan Daya Ingat

Tanaman pegagan/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta-Di era penelitian neurosains modern, pengetahuan tentang kompleksitas otak manusia terus berkembang. Hipokampus, sebagai struktur otak yang berukuran 5 cm, menarik perhatian karena fungsinya sebagai pusat penting pembelajaran, konsolidasi memori, dan fungsi pemetaan kognitif.

Akan tetapi, sayangnya hipokampus rentan mengalami stres sehingga pengaruh stres yang berkepanjangan pada hipokampus menjadi perhatian utama pada bidang neurosains dan kesehatan mental.

Salah satu terapi yang kini sedang dikembangkan untuk mengatasi defisit memori di hipokampus adalah menggunakan tanaman herbal Centella asiatica, atau yang lebih dikenal sebagai pegagan. Senyawa aktifnya ditengarai mampu meningkatkan kemampuan belajar dan memori pada manusia.

Hal itu dikemukakan oleh Dosen FK-KMK UGM Prof. Dr. dr. Dwi Cahyani Ratna Sari, M.Kes., PA(K)., pada pidato pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Anatomi pada Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, di ruang Balai Senat UGM.

Dwi menerangkan, hipokampus menjadi pusat untuk mengingat yang terdapat banyak neuron di dalamnya. Di sana, memori jangka pendek dapat diolah menjadi ingatan jangka panjang dan disimpan pada korteks serebri melalui proses plastisitas sinaptik. Seseorang juga dapat mengetahui dimana dirinya dan apa yang sedang dilakukannya akibat dari pemetaan kognitif lingkungan spasial dari hipokampus.

Dwi menjelaskan, proses pembentukan memori pada hipokampus melibatkan empat tahap. Tahap pertama adalah pengkodean (encode), di mana informasi disimpan dengan perhatian yang cukup agar tidak mudah dilupakan. Tahap berikutnya adalah konsolidasi memori dan  penyimpanan memori. Terakhir adalah pengungkapan kembali memori tersebut. “Memori dengan jejas yang kuat dapat diungkap kembali dengan mudah dan sebaliknya,” ucapnya.

Jika seseorang mengalami stres, maka akan berpengaruh pada kemampuan belajar dan mengingatnya. Pada saat itu, terjadi atrofi dendrit, yaitu penurunan fungsi sel saraf dalam menerima sinyal dari sel lain, serta penekanan neurogenesis atau tidak terjadinya pembentukan neuron baru.

Dia menyampaikan, salah satu terapi yang sedang dikembangkan untuk mengatasi defisit memori di hipokampus adalah Centella asiatica, atau yang lebih dikenal sebagai pegagan. Senyawa aktifnya, seperti asam asiatik dan asiatikosida, diyakini dapat menembus sawar darah-otak, memengaruhi permeabilitas glukokortikoid, dan meningkatkan influx ion kalsium, yang kemungkinan memperbaiki proses daya ingat dengan mengoptimalkan fungsi neuron di hipokampus.

“Secara umum, pegagan ini juga memperbaiki memori spasial pasca stres melalui efek ansiolitik, dan kemampuannya dalam meningkatkan sintesis neurotransmitter, terutama dopamin, yang mendukung proses konsolidasi memori melalui LTP,” tutur Dwi, Selasa (23/4).

Dwi Cahyani berharap terdapat penelitian lebih lanjut dapat mengkonfirmasi jalur kaskade pegagan dan titik tangkapnya di hipokampus. Zat aktif dalam pegagan, seperti asam asiatik dan asiatikosida, perlu diteliti lebih lanjut untuk menentukan dosis efektifnya. Selain itu, perlunya validasi efek pegagan dan zat aktifnya dalam meningkatkan kemampuan belajar dan memori pada manusia.

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc., turut memberikan pidato sambutan setelah mengalungkan samir Guru Besar pada Prof. Dwi Cahyani Ratna Sari. Dalam pidatonya, ia menyebutkan Prof. Dwi Cahyani Ratna Sari, merupakan salah satu dari 68 guru besar aktif dari 131 guru besar yang pernah ada di FK-KMK UGM.

 

Tags: #daya ingat#hipokampus#stres#tanaman#UGM
Previous Post

Pemerintah Indonesia Serukan Deeskalasi Konflik di Timur Tengah

Next Post

Menang Hattrick Pileg 2024, PDI Perjuangan Ucapkan Terima Kasih ke Rakyat Indonesia

Next Post
PDI Perjuangan Siapkan Jurkam dari Kalangan Anak-Anak Muda

Menang Hattrick Pileg 2024, PDI Perjuangan Ucapkan Terima Kasih ke Rakyat Indonesia

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .