• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pemerintah Yakin Intervensi Teknologi Bisa Pacu Produksi Migas

2 Oktober 2024
in Ekonomi, Headline
0
Indonesia Barat Simpan Potensi Migas, 21 Blok Baru Diteken Senilai Rp15 T

Blok Migas lepas pantai/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta-Penurunan realisasi produksi siap jual (lifting) minyak bumi secara alami direspons pemerintah dengan percepataan penggunaan teknologi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mengoptimalisasi produksi melalui optimaliasi teknologi.

Salah satu KKKS yang menjadi sorotan pemerintah adalah ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). “KKKS yang punya produksi minyak bumi bagus, saya lihat itu ExxonMobil. ExxonMobil itu 25% dari total lifting nasional. Kita minta untuk bisa ada intervensi teknologi untuk bisa menaikkan liftingnya,” kata Bahlil saat berkunjungan ke Lapangan Banyu Urip, Bojonegoro (Senin, 30/9).

Enchanced Oil Recovery (EOR) merupakan satu dari sekian teknologi yang dianggap penting sebagai ransangan awal dalam menggenjot produksi minyak bumi. Bahkan Kementerian ESDM bersama Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sedang menjajaki kemungkinan lahirnya kebijakan intensif dalam implementasi EOR.

Sebelumnya Bahlil mengungkapkan tantangan berat dihadapi Indonesia adalah ketidakseimbangan antara produksi (supply) dan konsumsi (demand). “Sekarang lifting (minyak) kita itu 600 ribu barrel oil per day (bopd). Sementara konsumsi kita 1,5 sampai 1,6 juta ribu bopd,” ungkapnya. ??

Bahlil sendiri meminta ExxonMobil Cepu Ltd untuk meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 150.000 barel minyak per hari (BOPD) pada tahun 2026.

“Exxon menargetkan 125 ribu barel untuk 2026. Tapi saya punya keyakinan, dengan sistem manajemen, etos kerja, dan kreativitas tim Exxon di lapangan, ExxonMobil harus bisa mencapai di atas 150 ribu barel per hari pada tahun 2026 untuk mengurangi defisit lifting kita,” jelas Bahlil.

Hingga September 2024, produksi Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris telah menghasilkan minyak bumi sebesar 136.701 BOPD dan 36,49 MMSCFD. Pada bulan Maret 2024 lalu, SKK Migas bersama EMCL berhasil melakukan tajak sumur produksi infill dan clastic di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Jawa Timur.

Selain pemanfaatan teknologi, Bahlil menekankan pentingnya KKKS untuk lebih gencar melakukan kegiatan eksplorasi sebagai program jangka panjang. Hal ini dibutuhkan demi mengembangkan lapangan migas baru, selain Lapangan Cepu dan Lapangan Banyu Urip.

“Di daerah Cepu, di sekitar itu ada beberapa sumur-sumur yang memang belum dieksplorasi. Tadi saya sudah minta ke mereka. Sudah di-drilling dua sumur, itu adalah sumur baru eksplorasi,” pintanya.

Wilayah Kerja Cepu mempunyai jangka waktu kontrak 17 September 2005 sampai 17 September 2035 (Cost Recovery). Lapangan pada Wilayah Kerja Cepu antara lain Banyu Urip, Kedung Keris dan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru, dengan cadangan untuk minyak bumi sebesar 344,63 MSTB sedangkan cadangan Gas sebesar 1.201,26 BSCF.

Pada Wilayah Kerja Cepu ini rencana akan dikembangkan beberapa lapangan, antara lain:

– Lapangan West Kedung Keris (Minyak) pada tahun 2025-2027, dengan investasi USD48 Juta;

– Lapangan Cendana (Gas) dengan investasi sebesar USD170,3 Juta; dan

– Lapangan Alas Tua West (Gas) dengan investasi sebesar USD253,9 Juta.

Tags: #Bahlil Lahadalia#Menteri ESDM#migas#produksi#Teknologi
Previous Post

Tekan Risiko Bencana, Menteri Budi Arie Luncurkan SNPDK

Next Post

Resmikan Tujuh PLBN Baru, Jokowi: Perbatasan adalah Wajah Negara Indonesia

Next Post
Jokowi Minta Akses Ekspor Komoditas Pangan Indonesia ke Republik Korea Dibuka

Resmikan Tujuh PLBN Baru, Jokowi: Perbatasan adalah Wajah Negara Indonesia

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .