• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

KKP Kembangkan Ikan Nila Srikandi Andalkan Teknik Budidaya Inovatif

11 Desember 2024
in Ekonomi
0
KKP Kembangkan Ikan Nila Srikandi Andalkan Teknik Budidaya Inovatif

Budidaya Ikan Nila Srikandi/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta – Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Karawang, salah satu satuan pendidikan tinggi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mengembangkan komoditas unggulan Ikan Nila Srikandi (Oreochromis aureus x niloticus) melalui penerapan teknik budidaya inovatif dan ramah lingkungan.

Ikan Nila Srikandi dipilih sebagai bagian dari program Vocational Goes to Actors (Voga) dan Smart Fisheries Village (SFV) yang bertujuan meningkatkan keterampilan vokasional taruna dan berkontribusi pada pengembangan sektor perikanan di Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM) KKP I Nyoman Radiarta mengatakan, Voga dan SFV adalah program prioritas BPPSDM yang mendukung kebijakan ekonomi biru KKP.

“Voga dilaksanakan melalui transformasi pendidikan vokasi dengan pembentukan Ocean Institute of Indonesia (OII), revitalisasi pelatihan, sertifikasi kelautan, dan perikanan, serta optimalisasi peran penting penyuluh. Adapun SFV merupakan konsep pembangunan desa perikanan pintar berbasis teknologi informasi dan manajemen tepat guna dalam rangka meningkatkan pemanfaatan aset Barang Milik Negara (BMN) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” jelas Nyoman.

Direktur Politeknik KP Karawang D.H. Guntur Prabowo mengatakan, ikan Nila Srikandi dikenal memiliki keunggulan dalam toleransi terhadap salinitas hingga 30 ppt, menjadikannya ideal untuk dibudidayakan di perairan dengan kadar garam tinggi. Dengan kemampuan pertumbuhan yang cepat dan ketahanan terhadap berbagai penyakit, ikan ini semakin populer di kalangan pembudidaya dan sangat diminati di pasar domestik maupun internasional.

Menurut Guntur, sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi dan keberlanjutan budi daya, Politeknik KP Karawang juga mengadopsi sistem bioflok dalam teknik budi daya. Sistem ini memanfaatkan mikroorganisme untuk meningkatkan kualitas pakan dan mendukung pertumbuhan ikan.

Selain itu, bioflok juga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas air kolam, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dari limbah budi daya. Dengan pendekatan ini, diharapkan proses budi daya Ikan Nila Srikandi dapat berlangsung lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.

“Melalui pengenalan Ikan Nila Srikandi sebagai komoditas unggulan dalam program Voga dan SFV, serta penerapan teknologi bioflok, kami berupaya tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas budi daya perikanan, tetapi juga mempersiapkan taruna untuk menghadapi tantangan industri perikanan modern. Selain memberikan pelatihan yang relevan, program ini juga bertujuan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, dengan menyediakan akses terhadap produk perikanan yang berkualitas dan berkelanjutan,” tuturnya.

Menurutnya, Program Voga mengajak taruna untuk berkolaborasi langsung dengan pelaku industri perikanan, memperdalam keterampilan praktis mereka dalam budidaya ikan, dan membuka peluang untuk inovasi di sektor ini. Diharapkan, dengan pendekatan ini, Politeknik KP Karawang dapat menjadi pendorong utama dalam pengembangan sumber daya manusia yang terampil di bidang kelautan dan perikanan.

“Dengan langkah-langkah strategis ini, Politeknik KP Karawang bertekad untuk mencetak generasi baru yang kompeten dan siap menghadapi tantangan industri perikanan yang terus berkembang, sambil mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkas Guntur.

Sebagai informasi, Politeknik KP Karawang merupakan salah satu dari 11 satuan pendidikan tinggi KKP di bawah BPPSDM. Satuan pendidikan vokasi ini berfokus pada pengembangan keterampilan praktis di bidang kelautan dan perikanan. Melalui pendidikan berbasis industri, Politeknik KP Karawang berkomitmen untuk mencetak lulusan yang siap bersaing di pasar global dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan Indonesia.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat kunjungan ke Politeknik KP Karawang mengatakan, lulusan satuan pendidikan KKP memiliki potensi untuk dapat diserap sebagai tenaga kerja yang ditempatkan di lokasi-lokasi pelabuhan perikanan dan di lokasi program prioritas lainnya.

“Saya berharap satuan pendidikan KKP menghasilkan generasi unggul dan berdaya saing yang memiliki keterampilan sesuai dengan yang dibutuhkan,” kata Menteri Trenggono dalam sambutannya pada kegiatan Pelepasan SDM Terampil Dukung Ekonomi Biru Melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka, akhir Mei lalu, di Politeknik KP Karawang, Jawa Barat.

Tags: #budidaya#Ikan Nila Srikandi#Kementerian Kelautan dan Perikanan
Previous Post

KKP Optimalkan Teknologi Terapkan Ekonomi Biru

Next Post

Ketua DPR Ajak Pemuda Perangi Korupsi Demi Wujudkan Indonesia Bersih

Next Post
Puan Maharani Desak Pemerintah Prioritas Selamatkan WNI di Prancis

Ketua DPR Ajak Pemuda Perangi Korupsi Demi Wujudkan Indonesia Bersih

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .