• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Produk Perikanan Milik Indonesia Diperhitungkan dalam Rantai Pasok Protein Global

11 Desember 2024
in Ekonomi
0
Produk Perikanan Milik Indonesia Diperhitungkan dalam Rantai Pasok Protein Global

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri KKP/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mengoptimalkan potensi pangan biru untuk mendukung swasembada pangan nasional dan memenuhi kebutuhan pasar perikanan global. Produk perikanan Indonesia sejauh ini telah menjangkau 133 negara di dunia.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengutarakan optimismenya pada kemajuan sektor kelautan dan perikanan nasional dalam pencapaian target swasembada pangan tahun 2027.

Salah satu contoh konkrit yakni tahun depan Indonesia tidak lagi mengimpor garam konsumsi. Dengan stok produksi 800 ribu ton, Indonesia mampu memenuhi kebutuhan garam konsumsi yang jumlahnya sekitar 500 ribu ton.

“Sektor kelautan dan perikanan akan sangat menentukan kita swasembada pangan atau tidak. Untuk itu saya apresiasi ada agenda ini,” ungkap Zulkifli Hasan saat menyampaikan sambutan pada acara Indonesia Marine and Fishery Business Forum (IMBF) 2024 bertajuk Blue Food Competent Authority Dialogue di Jakarta, Selasa (10/12/2024).

Zulkifli juga memuji program KKP merevitalisasi tambak Pantura Jawa untuk kegiatan budi daya nila salin seperti yang sudah berjalan pada modeling Budidaya Ikan Nila Salin (BINS) Karawang, Jawa Barat. Adopsi teknologi budi daya modern BINS pada program revitalisasi akan menghasilkan perikanan berkualitas dengan mutu yang teruji.

Potensi Pangan Biru

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan potensi pangan biru akan dioptimalkan melalui pelaksanaan lima program ekonomi biru. Lewat program tersebut, produk perikanan di hulu yang ditopang oleh kegiatan budidaya dan penangkapan ditransformasi pengelolaalnya melalui kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota dan pembangunan modeling budidaya berkelanjutan.

Dua program tersebut sudah berjalan perairan timur Indonesia untuk penangkapan ikan terukur, sedangkan modeling budidaya perikanan berkelanjutan telah menghasilkan rumput laut, udang, dan nila salin dengan kualitas ekspor.

“Peningkatan kualitas produksi hasil perikanan di hulu pun dibuktikan dengan penerapan standar produksi yang baku, seperti implementasi CBIB, CPIB, CPPIB untuk kegiatan budidaya,” kata Menteri Trenggono.

Selain itu KKP melalui Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BBPHMKP) melakukan penjaminan mutu produk perikanan yang dihasilkan. Badan ini bertugas memastikan bahwa semua produk perikanan Indonesia berkualitas dan aman konsumsi.

“Pangan biru itu salah satu sektor pangan yang berasal dari perikanan yang dihasilkan dari perairan darat dan laut. Ini yang terus kami kembangkan untuk swasembada. Dalam neraca komoditas, sektor perikanan pun selalu positif, surplus dan impornya sangat kecil untuk komoditas yang tidak ada di dalam negeri,” beber Menteri Trenggono.

Sejauh ini produk perikanan Indonesia telah merambah 133 negara dengan nilai ekspor tahun 2023 mencapai USD 5,6 miliar. Produk terserap paling banyak adalah udang, tuna cakalangan tongkol, cumi sotong gurita, rajungan kepiting, dan rumput laut. Ini menandakan produk perikanan Indonesia selama ini diperhitungkan dalam memenuhi kebutuhan protein berbasis hasil perikanan.

“Kami ingin peningkatan produksi juga seiring dengan peningkatan kualitas yang akan berdampak pada akses pasar serta mendukung program nasional di dalam negeri,” ungkap Menteri Trenggono.

Menteri Trenggono optimistis nilai ekspor akan semakin tinggi, begitupun dengan jumlah negara-negara yang menyerap produk perikanan Indonesia.

Sampai dengan November 2024, telah terdaftar 2.406 unit pengolah ikan yang memiliki nomor registrasi ke negara mitra dalam rangka pemenuhan persyaratan ekspor, serta memperkaya portofolio Indonesia dalam kesetaraan Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan.

Sinergi Lebih Kuat

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan menambahkan, kegiatan IMFBF yang ketiga kalinya tahun ini untuk menjalin sinergi yang lebih kuat dengan stakeholder perikanan dari dalam dan luar negeri. Optimalisasi potensi pangan biru sekaligus untuk mendukung program prioritas pemerintah yakni Makan Bergizi Gratis.

“Ini tujuannya untuk memperkuat kolaborasi yang efektif dan saling menguntungkan di kalangan negara-negara yang memiliki kaitan dengan perikanan global,” ujar Didit.

IMFBF dengan tema Blue Food Competent Authority Dialogue dihadiri ratusan tamu undangan dan pembicara dari dalam dan luar negeri. Di antaranya para duta besar, konselor perdagangan dan ekonomi negara-negara sahabat, hingga para pelaku usaha. Acara ini juga dihadiri perwakilan Badan Pangan Dunia (FAO) untuk Indonesia, serta Delegation of European Union for Indonesia and Brunei Darussalam, Directorate for Seafood Safety US-FDA.

Tags: #Kementerian Kelautan dan Perikanan#Menko Pangan#pasar#produk perikanan#Sakti Wahyu Trenggono#Zulkifli Hasan
Previous Post

DPR Apresiasi Strategi KKP Tingkatkan Konsumsi Ikan

Next Post

KPK Lelang Barang Rampasan Kasus Korupsi Hasilkan Rp17 Miliar

Next Post
KPK Lelang Barang Rampasan Kasus Korupsi Hasilkan Rp17 Miliar

KPK Lelang Barang Rampasan Kasus Korupsi Hasilkan Rp17 Miliar

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .