• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Nusantara

Hingga Januari, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi di Jawa Timur

23 Desember 2024
in Nusantara
0
BMKG Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta– Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menghadiri Rapat Koordinasi Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Jawa Timur.

Rapat tersebut dihadiri Penjabat Gubernur Jawa Timur Adhi Karyono, Menteri Koordinator PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, dan Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Ammania, yang bersama-sama membahas langkah mitigasi untuk menghadapi puncak musim hujan dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Timur.

Dalam rapat koordinasi, Dwikorita memaparkan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur yang dipengaruhi oleh fenomena anomali iklim global, yaitu pendinginan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia atau dikenal sebagai La Nina.

Fenomena ini memicu peningkatan pembentukan awan hujan, yang berdampak pada tingginya intensitas curah hujan di Jawa Timur yang meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di kawasan tersebut.

Berbeda dengan kondisi tahun lalu yang dipengaruhi El Nino kering, Situasi ini memicu sirkulasi siklonik dan munculnya bibit siklon yang menyebabkan angin kencang, gelombang tinggi, hingga potensi hujan ekstrem di beberapa wilayah Indonesia.

Selain La Nina, beberapa fenomena atmosfer lainnya terjadi bersamaan, seperti aktivitas Monsoon Asia, gelombang MJO, serta gelombang Kelvin dan Rossby ekuator yang memperparah intensitas hujan.

Fenomena ini berlangsung sejak November dan diprediksi memuncak pada Desember hingga Januari 2025. Wilayah yang terdampak ialah Laut Natuna, Bangka Belitung, Jabodetabek, dan Jawa Barat.

Suhu muka laut yang semakin hangat juga turut memicu sirkulasi siklonik, menyebabkan peningkatan curah hujan signifikan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatra bagian selatan.

“Intensitas hujan diprediksi akan meningkat signifikan pada 21 Desember, kemudian sedikit menurun di 22-23 Desember, sebelum kembali meningkat pada 24 Desember,” ujar Dwikorita dalam siaran persnya, Senin (23/12).

BMKG memprakirakan potensi hujan deras disertai angin kencang terjadi dalam tujuh hari ke depan di sejumlah kabupaten, seperti Bangkalan, Bondowoso, Gresik, dan Banyuwangi.

Peningkatan cuaca ekstrem diprediksi terjadi pada 21 Desember, dengan kondisi hampir merata di berbagai wilayah. Informasi ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dan masyarakat bersiap menghadapi potensi risiko bencana akibat cuaca ekstrem.

Sebagai antisipasi cuaca ekstrem di Jawa Timur, BMKG bekerja sama dengan BNPB dan PUPR untuk memetakan wilayah rawan bencana di Jawa Timur, termasuk potensi banjir dan longsor. Melalui overlay data dari berbagai sumber, zona-zona rentan bencana telah diidentifikasi dengan akurat.

Namun, tantangan utamanya adalah menentukan waktu pasti terjadinya bencana, seperti longsor. Dengan informasi ini, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, serta menyusun langkah-langkah mitigasi yang lebih efektif.

Untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, BMKG bersama BNPB, Pemprov Jawa Timur, dan stakeholder terkait melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi ini bertujuan mengendalikan curah hujan selama puncak musim hujan, khususnya di zona rawan bencana.

Kegiatan OMC di Jawa Timur dimulai sejak 18 Desember dengan dukungan 1 unit pesawat Cessna Caravan C208B-EX dari PT Smart Cakrawala Aviation (reg. PK-SNN), serta lokasi posko yang berpusat di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

BMKG juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Info BMKG sebagai langkah mitigasi bencana.

“Melalui aplikasi Info BMKG, masyarakat bisa melihat prakiraan cuaca hingga enam hari ke depan, meliputi kondisi curah hujan, suhu, kecepatan angin, dan kelembaban udara di tingkat kecamatan. Diharapkan masyarakat dapat melakukan antisipasi dini untuk mengurangi potensi kerugian akibat cuaca ekstrem,” jelas Dwikorita.

Tags: #BMKG#Cuaca Ekstrem#Desember#Hidrometeorologi#Januari#Jawa Timur
Previous Post

Kementerian ESDM Hormati Penyelidikan Proyek Pipa Gas Cisem II

Next Post

Badan Gizi Nasional Kerjasama Dengan Bulog Dukung Indonesia Sehat

Next Post
Badan Gizi Nasional Kerjasama Dengan Bulog Dukung Indonesia Sehat

Badan Gizi Nasional Kerjasama Dengan Bulog Dukung Indonesia Sehat

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .