• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Masyarakat Miskin Masih Sulit Mendapat Akses Keadilan Hukum

21 Maret 2025
in Headline, Hukum
0
RUU KUHAP Diajukan Sebagai Usul Inisiatif DPR

UU Kitab Hukum Acara Pidana (UU KUHAP)/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta-Kemiskinan masih menjadi persoalan besar di Indonesia, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga dalam akses terhadap keadilan.

Masyarakat miskin kerap mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar serta menghadapi tantangan dalam memperoleh hak-haknya secara hukum.

“Kemiskinan bukan hanya soal tidak mampu memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan, tetapi juga keterbatasan akses terhadap keadilan,” ujar pegiat aktivis HAM Haris Azhar dikutip dari laman UGM, Selasa (18/3).

Ia menjelaskan bahwa masyarakat miskin seringkali terjebak dalam situasi yang membuat mereka tidak berdaya. Sehingga mereka bergantung pada pihak yang memiliki kekuasaan dalam mendistribusikan sumber daya, termasuk akses terhadap ilmu dan perlindungan hukum.

Pendiri Lokananta tersebut menyoroti bahwa hukum positivistik di Indonesia mampu memposisikan masyarakat lapisan rendah sebagai pelaku kriminal ketika sedang mempertahankan haknya ketika menjadi korban kebijakan, seperti dalam kasus Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Mereka yang terdampak sering kali melakukan protes, yang kemudian dianggap sebagai persengketaan hukum dan bisa berujung pada tindak kriminal atau justru mereka yang dikriminalisasikan,” jelasnya.

Dalam konteks akses terhadap keadilan, Haris mengkritisi bahwa alokasi puluhan miliar dana bantuan hukum oleh negara belum merata dari segi persebarannya. Ia mengacu pada survei organisasi internasional tahun 2019 yang menunjukkan adanya persentase yang cukup besar terkait ketersediaan bantuan hukum, tetapi tidak 100% keadilan bagi orang miskin dapat diakses karena organisasi bantuan hukum juga dibiayai oleh negara dan di dalamnya memiliki carut marut permasalahannya sendiri, seperti masalah administrasi dan birokrasi organisasi.

“Ini artinya negara tidak sukses memastikan ketersediaan bantuan hukum bagi orang miskin ketika mereka mengalami ketidakadilan, beruntung masih ada organisasi sosial yang mengerjakan bantuan hukum tadi,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyoroti bahwa masyarakat miskin tidak hanya menghadapi kendala hukum tetapi juga tantangan dalam kesejahteraan. Ketidakseimbangan dalam akses terhadap ilmu dan pekerjaan sering kali membuat mereka semakin bergantung pada kelompok yang memiliki otoritas.

“Ketergantungan ini menciptakan ketakutan. Bahkan, saat ada yang berani melawan, mereka tetap berada dalam posisi yang tidak seimbang,” ujarnya.

Menutup pembahasannya, Haris menegaskan pentingnya membangun kesadaran akan keadilan yang lebih luas di masyarakat.

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada negara. Perlu ada inisiatif untuk membangun struktur keadilan dari warga sendiri. Dengan begitu, negara bisa mencontoh dan mulai berbenah,” jelas dia.

Tags: #Haris Azhar#hukum#Indonesia#keadilan#kemiskinan#Masyarakat
Previous Post

Ekspor Naik, Surplus Neraca Perdagangan Perikanan 2024 Naik 9,1 Persen

Next Post

KKP Perluas Ruang Ekspor Perikanan Indonesia ke Tiongkok

Next Post
KKP Perluas Ruang Ekspor Perikanan Indonesia ke Tiongkok

KKP Perluas Ruang Ekspor Perikanan Indonesia ke Tiongkok

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .