• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Rieke Prihatin Industri Pertahanan RI Masih Tergantung Bahan Baku Impor

10 April 2025
in Ekonomi, Headline
0
Rieke Prihatin Industri Pertahanan RI Masih Tergantung Bahan Baku Impor

Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta-Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyampaikan keprihatinannya terkait ketergantungan industri pertahanan Indonesia terhadap bahan baku impor, khususnya di sektor metalurgi dan bahan baku amunisi.

Ia menegaskan pentingnya kemandirian dalam penyediaan bahan baku strategis sebagai bagian dari upaya memperkuat industri pertahanan nasional.

“Sekitar 70 persen bahan baku industri pertahanan Indonesia, khususnya logam seperti baja dan kuningan, masih bergantung pada luar negeri. Jujur saya sangat sakit hati Pak, karena sekarang kita tidak bisa beli bahan baku metalurgi. Ini tidak boleh terulang lagi,” ungkap Rieke saat pertemuan dengan jajaran holding BUMN Industri Pertahanan dalam rangka Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI ke PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/4/2025).

Sebagai contoh konkret, Rieke menyoroti propelan yang digunakan sebagai bahan baku utama dalam produksi amunisi ia meyakini Indonesia sangat mampu memproduksi propelan sendiri mengingat bahan dasarnya yang dapat dengan secara mudah diperoleh di Indonesia.

“Kita mampu, Pak. Bayangkan kalau kemudian kita harus beli, dulu harga satu kilo 18 USD, sekarang bisa sampai 50 USD. Untuk produksi 300 juta butir peluru, kita butuh sekitar 500 ton per tahun,” pungkasnya.

Oleh karena itu Politisi fraksi PDIP itu pun menyoroti pentingnya menjaga aset-aset strategis milik PT Pindad di samping ia mendorong agar pemerintah dan DPR juga melakukan peninjauan secara langsung terhadap fasilitas riset dan produksi di kawasan Turen dan Subang untuk meninjau langsung potensi pengembangan bahan baku amunisi tersebut.

“Ini harus didukung penuh. Negara harus hadir secara penuh dalam mendanai riset dan pengembangan industri pertahanan, demi terwujudnya kemandirian dan ketahanan nasional. Jangan hanya dibebankan ke PT Pindad, tapi harus dibiayai oleh negara. Ini kepentingan nasional. Kalau peluru saja masih impor, bagaimana dengan alutsista lainnya?,” tandas Rieke.

Tags: #bahan baku#DPR#impor#Indonesia#industri#Komisi VI#pertahanan#Rieke Diah Pitaloka
Previous Post

Prabowo dan Presiden MBZ Bahas Upaya Perdamaian di Gaza

Next Post

Indonesia – Prancis Kerja Sama Kembangkan Kereta Api hingga Bus Rapid Transit

Next Post
Indonesia – Prancis Kerja Sama Kembangkan Kereta Api hingga Bus Rapid Transit

Indonesia - Prancis Kerja Sama Kembangkan Kereta Api hingga Bus Rapid Transit

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Mentan Amran Perkuat Pengawasan Tata Niaga Ayam dan Telur dari Hulu ke Hilir

Mentan Amran Perkuat Pengawasan Tata Niaga Ayam dan Telur dari Hulu ke Hilir

16 Oktober 2026
Prabowo: Polri Harus Makin Profesional dan Berbakti kepada Rakyat

Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB

15 Oktober 2026
DPR Desak Pemerintah Evaluasi Program Hilirisasi Nikel

Ekspor Nikel Ditargetkan Tembus USD45 Miliar pada 2026

15 Oktober 2026
Jenderal Maruli Simanjuntak Dilantik Jadi Wakil Panglima TNI dan Kepala BNPP

Jenderal Maruli Simanjuntak Dilantik Jadi Wakil Panglima TNI dan Kepala BNPP

15 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .