• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Dorong Industri Pakan Ikut Stabilkan Harga Ayam Hidup

24 April 2025
in Ekonomi
0
Kementan Dorong Industri Pakan Ikut Stabilkan Harga Ayam Hidup

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperiun.id, Jakarta – Kementerian Pertanian mendorong industri pakan dan para pelaku usaha rantai pasok perunggasan untuk berkontribusi dalam menyerap ayam hidup (livebird) dari peternak rakyat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan unggas sekaligus menstabilkan harga ayam di tingkat produsen.

Ajakan itu disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, dalam Rapat Koordinasi Dukungan Pakan terhadap Stabilisasi Harga Livebird di Jakarta, Rabu, 23 April 2025. Menurut Agung, upaya stabilisasi harga livebird membutuhkan gotong royong lintas sektor, terutama dari perusahaan pakan, pabrik pakan non-budidaya, dan pedagang bahan baku pakan.

“Kepada perusahaan pakan terintegrasi, saya minta untuk terus melakukan penyerapan ayam besar. Kepada pabrik pakan non-budidaya, saya juga meminta kontribusinya untuk menyerap livebird. Termasuk kepada para trader bahan pakan unggas, Saudara-Saudara juga kami minta ikut menyerap ayam dari peternak karena Saudara adalah bagian dari mata rantai bisnis pakan,” kata Agung.

Ia menegaskan bahwa seluruh bentuk dukungan perlu dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai wujud komitmen terhadap upaya pemerintah menjaga harga livebird tetap layak.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa pangan hewani berbasis unggas kini menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan protein. Berdasarkan data partisipasi konsumsi 2024, 94 dari 100 penduduk mengonsumsi telur ayam, dan 66 dari 100 penduduk mengonsumsi daging ayam. Sebaliknya, daging sapi hanya dikonsumsi oleh 7 dari 100 penduduk.

“Dengan variabilitas pendapatan masyarakat, protein hewani berbasis unggas ini menjadi pilihan yang lebih terjangkau,” ujar Agung.

Namun, keberlanjutan produksi unggas sangat ditentukan oleh komponen biaya pakan yang mencakup lebih dari 70 persen dari total biaya budidaya. Data tahun 2024 menunjukkan produksi pakan nasional mencapai 18,4 juta ton, dengan 97 persen di antaranya merupakan pakan unggas.

Agung mengingatkan, harga pakan yang tinggi tanpa diimbangi oleh harga jual livebird yang memadai akan melemahkan semangat peternak rakyat. “Jika peternak berhenti produksi, maka permintaan terhadap pakan juga akan menurun, dan itu merugikan semua pihak,” katanya.

Direktur Pakan, Nur Saptahidhayat, menyatakan intervensi terhadap harga livebird dan distribusi pakan hanya akan efektif jika dilakukan melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap para pelaku industri pakan menunjukkan empati terhadap nasib peternak yang merupakan mitra utama bisnis mereka.

“Kami menunggu komitmen konkret Saudara-Saudara. Ini bukan sekadar soal bisnis, tapi juga soal keberlanjutan pangan nasional,” tutup Nur Saptahidhayat.

Tags: #ayam hidup#industri#Kementerian Pertanian#pakan#pelaku usaha#penyerapan#perunggasan
Previous Post

Presiden Prabowo Bantah Ekonomi Indonesia Bagus Hanya di Atas Kertas

Next Post

KKP Pilih NTT Jadi Lokasi Modeling Garam

Next Post
KKP Pilih NTT Jadi Lokasi Modeling Garam

KKP Pilih NTT Jadi Lokasi Modeling Garam

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Mentan Amran Perkuat Pengawasan Tata Niaga Ayam dan Telur dari Hulu ke Hilir

Mentan Amran Perkuat Pengawasan Tata Niaga Ayam dan Telur dari Hulu ke Hilir

16 Oktober 2026
Prabowo: Polri Harus Makin Profesional dan Berbakti kepada Rakyat

Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB

15 Oktober 2026
DPR Desak Pemerintah Evaluasi Program Hilirisasi Nikel

Ekspor Nikel Ditargetkan Tembus USD45 Miliar pada 2026

15 Oktober 2026
Jenderal Maruli Simanjuntak Dilantik Jadi Wakil Panglima TNI dan Kepala BNPP

Jenderal Maruli Simanjuntak Dilantik Jadi Wakil Panglima TNI dan Kepala BNPP

15 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .