• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Dorong Hilirisasi Sarang Burung Walet Nasional

26 April 2025
in Ekonomi
0
Kementan Dorong Hilirisasi Sarang Burung Walet Nasional

Lokakarya Nasional Peternakan Burung Walet yang digelar di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta – Kementerian Pertanian memperkuat strategi hilirisasi sarang burung walet (SBW) nasional sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan meningkatkan daya saing global.

SBW merupakan salah satu produk binaan utama Kementerian Pertanian yang kini tengah diarahkan untuk memberikan nilai tambah lebih besar melalui diversifikasi produk olahan.

Langkah ini ditegaskan dalam Lokakarya Nasional Peternakan Burung Walet yang digelar di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat, 26 April 2025. Acara ini dihadiri jajaran Kementerian Pertanian, Badan Karantina Indonesia, akademisi, dan pelaku usaha.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengatakan Indonesia, yang menyuplai lebih dari 75 persen kebutuhan sarang burung walet dunia, harus memperkuat pengelolaan dari hulu hingga hilir.

“Sarang walet adalah komoditas unggulan binaan Kementan. Indonesia perlu meningkatkan ekspor tidak hanya SBW bersih saja namun juga produk olahan hasil hilirisasi . Hilirisasi adalah keharusan untuk memperkuat ketahanan pasar dan meningkatkan kesejahteraan peternak,” kata Agung.

Sebagai bagian dari upaya ini, Kementerian Pertanian tengah menyusun revisi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2020 tentang pengaturan Sarang Burung Walet. Revisi tersebut akan mengatur lebih rinci seluruh rantai pasok SBW, mulai dari budidaya di rumah walet, pencucian, pengolahan, penjaminan keamanan dan mutu sbw hingga pengaturan ekspor SBW.

“Regulasi ini akan menjadi payung untuk memperkuat pengembangan SBW nasional secara menyeluruh,” ujar Agung.

Selain itu, Agung menyebut Kementan saat ini sedang melakukan pembahasan perubahan protokol ekspor sarang burung walet dengan General Administration of Customs China (GACC). Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah mendorong perdagangan timbal balik (resiprokal) yang seimbang dengan Tiongkok.

“Perubahan protokol ini sangat strategis untuk membuka lebih banyak peluang bagi produk SBW Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan data 2024, volume ekspor SBW ke Tiongkok turun 12,7 persen, sementara harga ekspor anjlok hingga 30 persen dalam empat tahun terakhir. Sebaliknya, pasar di Makau, Australia, dan Amerika Serikat mencatat harga jual lebih tinggi, masing-masing US$ 968, US$ 928, dan US$ 703 per kilogram.

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Budi Guntoro, menyoroti pentingnya kolaborasi semua pihak untuk memperkuat industri walet nasional. “Indonesia adalah produsen SBW terbesar dunia, tapi konsumsi dalam negeri masih rendah. Dunia kampus harus lebih aktif mendukung pengembangan penelitian khasiat dan hilirisasi walet,” kata Budi. Ia menekankan perlunya riset dari aspek budidaya, teknologi, sanitasi, nilai gizi, hingga pengolahan.

Kepala Badan Karantina Indonesia (BKI), Sahat Manaor Panggabean, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung hilirisasi.

“Arahan Presiden jelas: kita perkuat hilirisasi. Saat ini ada 51 perusahaan pengolahan dengan kapasitas 700 ton, tapi realisasi ekspor baru 60 persen. Potensi ini harus kita dorong,” kata Sahat.

Ia juga mengingatkan pentingnya legalitas rumah walet. Dari sekitar 100 ribu rumah walet di Indonesia, baru 3 persen yang terdaftar resmi.

“Legalitas penting untuk memperkuat ekspor. Ini memerlukan peran aktif pemerintah daerah,” ujarnya.

Melalui kerjasama pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan pelaku usaha, pemerintah berharap dapat mempercepat hilirisasi SBW sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar dunia serta meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

Tags: #Hilirisasi#Kementerian Pertanian#sarang burung walet#Universitas Gadjah Mada
Previous Post

Wiranto: Presiden Prabowo Hormati Usulan Forum Purnawirawan Prajurit TNI

Next Post

Menag Minta Layanan Prima untuk Jemaah Haji Sejak di Embarkasi

Next Post
Menag Minta Layanan Prima untuk Jemaah Haji Sejak di Embarkasi

Menag Minta Layanan Prima untuk Jemaah Haji Sejak di Embarkasi

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .