• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Kemensos dan 43 Instansi Teken Perjanjian Pinjam Pakai Aset untuk Sekolah Rakyat

11 Juli 2025
in Headline, Pendidikan
0
Sekolah Rakyat di Bekasi Siap Beroperasi Tahun Ini

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo meninjau kesiapan Sekolah Rakyat di Bekasi/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta- Kementerian Sosial Republik Indonesia menggelar penandatanganan perjanjian pinjam pakai Barang Milik Daerah (BMD) dan Barang Milik Universitas di Gedung Graha Aneka Bhakti, Jakarta.

Penandatanganan ini diikuti 41 instansi pemerintah daerah serta dua universitas yang mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat di wilayah masing-masing.

Penandatanganan perjanjian ini dilakukan untuk mendukung pendirian titik-titik Sekolah Rakyat rintisan yang berlokasi di luar aset milik Kementerian Sosial. Hal ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan program dan memastikan ketersediaan sarana fisik yang memadai di berbagai daerah.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan penandatanganan ini merupakan tonggak penting dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat, sebagai bentuk afirmasi negara terhadap kelompok masyarakat yang paling rentan.

“Perjanjian yang kita tandatangani hari ini adalah tulang punggung Sekolah Rakyat di mana Sekolah Rakyat merupakan gagasan dari Presiden Prabowo. Tanpa lahan dan bangunan, tidak ada rumah belajar. Tanpa rumah belajar, harapan tetap akan menjadi mimpi yang jauh bagi anak-anak kita,” kata Mensos, Kamis (10/7/2025).

Sekolah Rakyat adalah program strategis nasional hasil gagasan langsung Presiden Republik Indonesia. Tujuannya adalah memutus rantai kemiskinan antar generasi, memperluas akses pendidikan, serta mempersiapkan Generasi Emas 2045.

Kementerian Sosial ditugaskan sebagai koordinator operasional, berkolaborasi dengan berbagai kementerian/lembaga sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2024.

Dia menjelaskan, Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang tidak atau belum pernah sekolah, maupun yang terancam putus sekolah. Berdasarkan data BPS Susenas Maret 2024, terdapat 4.160.429 anak usia sekolah (7,63%) yang tidak atau belum pernah sekolah dan tidak sekolah lagi.

Selain itu, 74,51% kepala rumah tangga miskin ekstrem hanya berpendidikan SD ke bawah, menunjukkan kuatnya transmisi kemiskinan akibat rendahnya pendidikan orang tua.

Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. Dr. (H.C.) Mohammad Nuh, menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, tetapi gerakan sosial untuk menunaikan janji kemerdekaan.

“Tema besarnya itu adalah memuliakan dan membahagiakan orang-orang. Karena kita punya utang pada mereka. Negara punya utang pada mereka karena janji kemerdekaan kita adalah untuk kesejahteraan mereka, tapi sampai sekarang mereka belum sejahtera, turun-temurun,” ujar Prof. Nuh.

“Sekolah Rakyat ini adalah kebahagiaan dari melunasi janji kita melalui pendidikan. Karena pendidikan itu adalah sistem rekayasa sosial yang terbaik, teruji dan terpuji untuk memotong mata rantai kemiskinan,” tambahnya.

Prof. Nuh menambahkan bahwa Sekolah Rakyat hadir untuk menjangkau yang tidak terjangkau, serta menjadi pemungkin dari hal-hal yang sebelumnya dianggap tidak mungkin.

“Sekolah Rakyat adalah pemungkin, memungkinkan yang tidak mungkin. Kita ingin memuliakan kaum miskin, bukan sekadar menyelamatkan mereka. Memuliakan artinya memberi lebih dari sekadar kebutuhan asalnya,” urainya.

Seluruh siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan fasilitas penunjang yang mencakup:

  • Pemeriksaan kesehatan menyeluruh
  • Pemetaan potensi bakat dan kekuatan individu berbasis AI
  • Penilaian akademik dan psikososial
  • Asrama dan makan 3 kali sehari
  • Seragam dan perlengkapan sekolah
  • Pendampingan pembelajaran digital
  • Pembiayaan pendidikan sebesar Rp48,25 juta per anak per tahun (tahun pertama)

 

Prof. Nuh mencontohkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Sekolah Al-Hikmah Surabaya yang menyerahkan modul ajarnya secara gratis untuk Sekolah Rakyat.

“Modulnya luar biasa, semuanya tematik, interactive learning, dan diberikan gratis demi Sekolah Rakyat,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya pemetaan bakat dengan pendekatan personal, berkat kontribusi sistem talent mapping berbasis AI.

“Setiap anak itu adalah genius. Tidak ada ciptaan Tuhan yang bodoh. Kita harus tahu di mana strength point-nya, dan itu akan menentukan pendekatan pembelajaran dan ekstrakurikulernya. Ini adalah personalized learning yang bahkan belum umum di sekolah-sekolah lain,” terangnya.

Model yang diterapkan disebut model delta, yakni memetakan kondisi awal anak secara komprehensif lalu mengukur perubahan atau peningkatannya setiap semester.

“Kami petakan fisiknya, psikososialnya, dan akademiknya. Semua data itu digunakan untuk memastikan mereka bertumbuh. Solidaritas sosial di antara siswa pun dibangun, karena mereka berangkat dari titik yang sama: titik yang berat,” jelasnya.

Prof. Nuh menutup dengan keyakinan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya akan mengangkat anak-anak miskin, tapi juga membawa Indonesia menuju kebangkitan nasional.

“Cita-cita kita menyiapkan Generasi Emas 2045. Syaratnya satu: tahun depan kita harus bangkit. Sekolah Rakyat adalah kendaraan menuju bangkitnya kejayaan Indonesia,” kata dia.

 

Tags: #Barang Milik Daerah#Kementerian Sosial#Menteri Sosial#Saifullah Yusuf#Sekolah Rakyat#universitas
Previous Post

Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Mentah RI Tembus USD69,33 per barel

Next Post

Kementerian PU Terima Pagu Indikatif Tahun 2026 Rp70,86 Triliun

Next Post
Kementerian PU Terima Pagu Indikatif Tahun 2026 Rp70,86 Triliun

Kementerian PU Terima Pagu Indikatif Tahun 2026 Rp70,86 Triliun

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .