• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Dianugerahi Distinguished Fellow BOSF, Menteri Trenggono Ungkap Peran Penting Anak Muda di Sektor Kelautan Perikanan

11 Agustus 2025
in Ekonomi
0
Dianugerahi Distinguished Fellow BOSF, Menteri Trenggono Ungkap Peran Penting Anak Muda di Sektor Kelautan Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak generasi muda andil dalam pembangunan sektor kelautan perikanan berkelanjutan di Indonesia.

Hasil kelautan dan perikanan dibutuhkan untuk menopang sistem ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, hingga menahan lajur perubahan iklim.

“Laut kita bukan hanya masa lalu dan masa kini, tetapi masa depan. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki tanggung jawab sekaligus kesempatan besar untuk menunjukkan bahwa laut bisa menjadi penopang ekonomi nasional tanpa merusak ekosistem,” ujar Menteri Trenggono saat menjadi pembicara utama pada Public Lecture perdana Blue Ocean Strategy Fellowship (BOSF) di The Atrium, Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Mengusung tema “Unlocking the Blue Economy for Sustainable Marine Ecosystem in Indonesia”, forum itu dihadiri lebih dari 300 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, komunitas muda, asosiasi, dan publik. Pada kesempatan ini, Menteri Kelautan dan Perikanan dianugerahi gelar Distinguished Fellow BOSF sebagai bentuk penghargaan atas kepemimpinan Indonesia dalam kebijakan kelautan di tingkat global.

Menurutnya, krisis pangan global, perubahan iklim, dan tekanan terhadap keanekaragaman hayati laut menuntut kebijakan yang progresif dan sistemik. Blue food—hasil perairan seperti ikan, rumput laut, dan udang—disebut sebagai solusi penting bagi ketahanan pangan dunia karena memiliki keunggulan gizi, jejak karbon rendah, dan potensi ekonomi yang luas bagi masyarakat pesisir.

Mengutip data Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) dan Forum Ekonomi Dunia (WEF), Menteri Trenggono menjelaskan bahwa populasi dunia yang diproyeksikan mencapai 9,7 miliar jiwa pada 2050 akan meningkatkan kebutuhan protein global hingga 70 persen. Sistem pangan berbasis daratan diprediksi tidak mampu mencukupi kebutuhan tersebut karena keterbatasan lahan. Di Indonesia sendiri, permintaan protein pada tahun tersebut diperkirakan meningkat hingga 21,1 juta ton per tahun.

“Ekonomi biru bukan sekadar pendekatan pembangunan, melainkan komitmen moral untuk menjaga laut bagi generasi mendatang. Pangan biru adalah strategi kita untuk menyeimbangkan pembangunan dan keberlanjutan,” tegasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, KKP telah menetapkan lima kebijakan prioritas ekonomi biru yang tidak hanya menjaga keseimbangan ekologi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan nelayan, produktivitas usaha perikanan, dan memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok pangan global yang berkelanjutan.

Ajang Adu Gagasan Masa Depan Laut

Rangkaian BOSF diawali dengan kompetisi ide nasional yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Sepuluh finalis terpilih mempresentasikan gagasan berbasis data di hadapan Menteri Trenggono. Tiga ide terbaik diumumkan dan mendapatkan penghargaan langsung dari Menteri.

Juara pertama diraih Maryanto Banobe (Universitas Kristen Satya Wacana) dengan inovasi Briket Substitusi Cangkang Teritip. Juara kedua adalah Putri A. Ifada (Universitas Airlangga) dengan Seeshark, platform identifikasi spesies hiu melalui potongan tubuh atau sampel kulit. Juara ketiga, M. Shidqy Yudistira (Universitas Padjadjaran), dengan gagasan Garam Laut Bersih untuk Indonesia Mandiri (Garamin).

“Karya-karya ini membuktikan generasi muda Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk membangun ekosistem laut yang berkelanjutan. Masa depan kelautan dan perikanan Indonesia ada di tangan anak-anak muda seperti kalian,” pesan Menteri Trenggono.

Ia juga berpesan kepada para peserta untuk terus belajar, berani berinovasi, dan tidak takut mencoba hal baru. “Jangan takut, karena masa depan laut Indonesia ada di tangan kalian,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Co-Chair BOSF sekaligus Presiden Sampoerna University, Marshall Schott, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem laut yang berkelanjutan di Indonesia.

“Kami mempertemukan pemerintah, sektor non-profit, swasta, dan akademisi untuk berdialog mengenai isu-isu krusial kelautan. Ide-ide yang muncul di BOSF sangat relevan untuk membentuk kebijakan visioner, kepemimpinan dinamis, dan strategi industri yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Tags: #Ketahanan Pangan#laut#Menteri Kelautan dan Perikanan#Sakti Wahyu Trenggono
Previous Post

Menaker: Hubungan Industrial yang Harmonis Kunci Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan

Next Post

KKP Gencar Kenalkan Ratusan Produk Hilirisasi Kelautan Perikanan

Next Post
KKP Gencar Kenalkan Ratusan Produk Hilirisasi Kelautan Perikanan

KKP Gencar Kenalkan Ratusan Produk Hilirisasi Kelautan Perikanan

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .