• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Ekonom UGM Sebuat 2 Faktor Maraknya Fenomena Rojali dan Rohana

27 Agustus 2025
in Ekonomi, Headline
0
Ekonom UGM Sebuat 2 Faktor Maraknya Fenomena Rojali dan Rohana

Kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta– Fenomena meningkatnya kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan tanpa diikuti dengan aktivitas belanja yang signifikan atau dikenal dengan istilah “rojali” (rombongan jarang beli) dan “rohana” (rombongan hanya nanya) kian marak belakangan ini.

Menurut Ekonom Universitas Gadjah Mada, Dr. I Wayan Nuka Lantara, S.E., M.Si., kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lain akibat melemahnya daya beli masyarakat dan perubahan pola konsumsi pasca pandemi.

“Secara global, daya beli masyarakat sedang mengalami tekanan. Di Jerman maupun Jepang, saya melihat fenomena serupa. Di Jepang, orang lebih banyak window shopping tanpa membeli. Jadi bukan hanya di Indonesia,” ungkap dia dalam siaran persnya, Jumat (22/8).

Wayan menjelaskan, di Indonesia fenomena ini dipengaruhi dua faktor utama. Pertama, kenaikan harga kebutuhan pokok yang memicu inflasi membuat masyarakat melakukan realokasi anggaran.

“Harga beras, daging, hingga transportasi meningkat. Akibatnya, belanja non esensial seperti pakaian atau produk gaya hidup di mal menjadi prioritas kedua,” jelasnya.

Adapun kedatangan pengunjung ke mall lebih bertujuan untuk mencari hiburan, tetapi tidak membeli karena merasa uang yang mereka miliki lebih layak dibelanjakan untuk hal lain yang lebih penting.

Lalu pada faktor kedua adalah pergeseran perilaku belanja setelah pandemi Covid-19. Kebiasaan membeli barang secara daring masih berlanjut hingga kini karena perbedaan harga yang cukup signifikan dibandingkan di mal.

“Banyak orang melihat produk secara langsung di pusat perbelanjaan, lalu membelinya secara online karena lebih murah. Fenomena ini dikenal sebagai showrooming,” ujarnya.

Jika kondisi ini terus berlanjut, Wayan menilai bisnis ritel bisa terpukul, bahkan berpotensi menimbulkan PHK di sektor pusat perbelanjaan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya langkah antisipatif dari pemerintah mengingat industri ritel menyerap banyak tenaga kerja yang menggantungkan nasibnya melalui sektor ekonomi ini.

“Dua pihak perlu mendapat perhatian,pelaku usaha ritel melalui insentif pajak atau stimulus tertentu seperti penyelenggaraan event di mal, dan masyarakat melalui pengendalian inflasi agar daya beli terjaga. Tanpa itu, kelas menengah yang selama ini menopang konsumsi justru akan tergerus,” paparnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ritel di Indonesia saat ini masih di bawah rata-rata negara ASEAN yang mencapai enam persen per tahun, sedangkan Indonesia berada di bawah lima persen.

Data ini harus menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat mall di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai pusat perbelanjaan, tetapi juga sebagai ruang publik bagi masyarakat dan menjadi tempat mencari peruntungan bagi para tenaga kerjanya.

“Sinergi pemerintah dengan dunia usaha ritel semakin diperkuat dengan penyelenggaraan dialog atau diskusi bersama asosiasi ritel Indonesia agar apa yang menjadi keluhan dan harapan dapat tersampaikan,” jelas dia.

Tags: #daya beli#Masyarakat#rojali#rombongan hanya nanya#rombongan jarang beli#Universitas Gadjah Mada
Previous Post

PSSI Resmi Tunjuk Alexander Zwiers Jadi Direktur Teknik Baru

Next Post

Puan Harap Revisi UU Hak Cipta Selesaikan Polemik Royalti Lagu

Next Post
Puan: Membangun Indonesia Butuh Kerjasama Pemerintah Pusat dan Daerah

Puan Harap Revisi UU Hak Cipta Selesaikan Polemik Royalti Lagu

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026
Uji Coba Penyaluran Bansos di Kopdes Merah Putih, Mensos Pastikan Tanpa Potongan

Uji Coba Penyaluran Bansos di Kopdes Merah Putih, Mensos Pastikan Tanpa Potongan

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .