• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Soal Tudingan Makar dan Terorisme pada Aksi Demonstrasi, UGM Minta Prabowo Tidak Asal Tuduh

15 September 2025
in Headline, Politik
0
PBB Sorot Demo di Indonesia, Guru Besar UGM Minta Aparat Hindari Kekerasan dan Peka Isu Pelanggaran HAM

Para buruh demo di depan Gedung DPR/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta-Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan terkait dugaan unsur makar dan terorisme dalam aksi demonstrasi yang belakangan terjadi.

Hal tersebut memunculkan berbagai reaksi publik, salah satunya dorongan oleh masyarakat dalam mendesak Presiden untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) agar dapat menguak realitas di balik aksi tersebut.

Situasi ini tentunya menimbulkan kekhawatiran masyarakat dan peningkatan potensi konflik kedepannya.

Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada, Achmad Munjid, M.A., Ph.D, menyampaikan bahwa pemberlakuan tuduhan terhadap sesuatu harus disertai bukti ataupun data serta pengertian yang jelas agar dianggap valid. Sebab, menurut Munjid, pada dasarnya, makar sendiri berarti perebutan kekuasaan.

“Yang bisa merebut kekuasaan itu adalah kelompok-kelompok yang sudah terorganisasi dengan baik, punya basis massa yang jelas, punya struktur yang jelas, dan punya akses yang jelas terhadap kekuasaan,” jelas dia dalam siaran persnya, Jumat (12/9).

Menurut Munjid, adanya tudingan itu merupakan strategi untuk menakut-nakuti massa bahwa seolah terdapat upaya makar. Menurutnya, cara tersebut digunakan untuk menjustifikasi penggunaan tindakan represi.

“Jadi, kalau dipakai tindakan represi, ada legitimasinya. Tapi, lagi-lagi datanya tidak ada, buktinya tidak ada,” imbunya.

Selain dianggap sebagai hal yang serampangan, Munjid merasa pernyataan Presiden Prabowo itu lebih kepada ungkapan ketakutan para elite. Sebab mereka khawatir terhadap posisinya karena sejak awal legitimasi mereka sangat lemah sebab prosesnya tidak transparan, tidak adil, dan tidak terbuka.

Ia menyatakan, tudingan semacam ini merupakan kecenderungan pola militeristik dalam sistem demokrasi. Padahal dalam sistem demokrasi yang baik, semua orang bebas untuk berbicara, berkumpul, menyampaikan pendapat dan itu dijamin oleh institusi.

“Seseorang yang berpendapat tidak bisa diperkarakan secara hukum,” paparnya.

Tuduhan tanpa bukti ini menurut sudut pandang Munjid, dipakai untuk melumpuhkan lawan politik atau membungkam siapapun yang berseberangan dengan rezim.

Menurutnya, masyarakat harus lebih aktif, lebih kritis, bersuara, dan berpartisipasi karena demokrasi itu hanya bisa ditegakkan kalau masyarakat aktif terlibat dalam proses politik.

“Elite tidak boleh melihat partisipasi aktif politik rakyat atau masyarakat umum itu sebagai ancaman,” ujarnya.

Munjid menilai capaian agenda reformasi yang diraih tahun 1998 lalu kini mengalami kemunduran terutama dalam hal ruang kebebasan berpendapat, maraknya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme serta munculnya gejala dwi fungsi ABRI.

“Upaya penangkapan diam-diam atau beberapa orang hilang yang terlibat demonstrasi,  tak bisa dipungkiri bahwa itu bagian dari intimidasi dan represi terhadap kebebasan berbicara. Karena itu, gerakan demokrasi harus lebih aktif, harus lebih solid, konsolidasi masyarakat sipil harus bergerak lebih terarah untuk bisa mengontrol rezim agar tidak ada yang sewenang-wenang menyalahgunakan kekuasaan,” tegasnya.

 

Tags: #demonstrasi#makar#Masyarakat#Prabowo Subianto#Presiden#terorisme#Universitas Gadjah Mada
Previous Post

TIS Petroleum Garap Blok Migas Perkasa di Jawa Timur

Next Post

Kemnaker-Kemenkum Sepakat Perkuat Bidang Hukum dan Ketenagakerjaan

Next Post
Kemnaker-Kemenkum Sepakat Perkuat Bidang Hukum dan Ketenagakerjaan

Kemnaker-Kemenkum Sepakat Perkuat Bidang Hukum dan Ketenagakerjaan

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .