• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Sering Bikin Blunder, Pakar UGM Minta Pemerintah Perbaiki Komunikasi Publik

29 September 2025
in Headline, Politik
0
Prabowo Subianto Lantik 48 Menteri Kabinet Merah Putih

Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melantik Menteri Kabinet Merah Putih masa jabatan 2024-2029/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta- Komunikasi publik telah menjadi medan ranjau bagi pemerintahan Prabowo-Gibran selama hampir setahun terakhir.

Sejak sepuluh bulan lalu, alih-alih meredakan kekhawatiran, beberapa kali pernyataan pejabat negara cenderung menjadi detonator kontroversi. Pernyataan-pernyataan yang kontradiktif, ambigu, dan terkesan tidak sensitif ini menunjukkan adanya krisis dalam pengelolaan pesan elite politik, serta mempertanyakan seberapa jauh kecermatan berbahasa diutamakan dalam lingkaran kekuasaan.

Fenomena tersebut mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi, termasuk pakar komunikasi publik dan strategi media, dari FIsipol UGM, Prof. Nyarwi Ahmad, P.hD.

Menurutnya, akar masalah krisis komunikasi ini terletak pada kegagalan pejabat dalam membedakan antara komunikasi yang bersifat persuasif dan yang cenderung berujung pada pemaksaan.

“Jadi coercion (pemaksaan) berbeda dengan persuasi,” ujar Nyarwi dalam Diskusi Komunikasi Magister (Diskoma) Fisipol UGM edisi ke-24 bertajuk “dari retorika Arogansi Menuju Retorika Urgensi” yang disiarkan secara daring.

Nyarwi menjelaskan bahwa persuasi sejatinya adalah proses dialogis yang didukung data dan rasionalitas. Persuasi dilakukan dengan menyampaikan pendapat dengan data, bertujuan untuk mengubah sikap dan perilaku, serta mengajak publik untuk mendiskusikan nilai-nilai yang dianggap perlu untuk mendapat pemahaman baru yang dapat diterima bersama.

Berlawanan dengan prinsip tersebut, Nyarwi menilai tindakan elite politik yang kerap kontroversial sebagai pemaksaan seseorang dengan tidak demokratis.

Ia kemudian memberikan contoh menteri yang membalas kritik publik dengan ujaran “kabur ajalah, kalau bisa tidak usah kembali”. Ia menilai perilaku ini sebagai cerminan komunikasi pejabat yang defensif.

“Ini menunjukkan bukan solusi dan diskusi yang ditawarkan, melainkan arogansi.” Kata dia dalam siaran persnya, Jumat (25/9).

Ia menyarankan agar pemerintah untuk memperbaiki cara komunikasi publik agar pernyataan yang disampaikan tidak menimbulkan kontroversi atau kegaduhan di masyarakat terutama.

Penyampaian komunikasi publik di kalangan pejabat ini juga menjadi perhatian oleh praktisi komunikasi Dr. Agus Sudibyo.

Alumnus Fisipol UGM tersebut menilai bahwa hal ini dikarenakan kaburnya batas pemahaman pejabat terhadap media sosial sebagai ruang publik atau ruang privat. Menanggapi kaburnya etika berkomunikasi tersebut, Agus menyerukan tanggung jawab yang lebih tinggi, tidak hanya bagi pejabat tetapi juga masyarakat.

“Dengan standar etika yang kabur, maka pejabat harus menggunakan etika tertinggi untuk komunikasi massa yang mensterilkan dari apriori, insinuasi, intimidasi, dan ujaran kebencian,” jelas dia.

Tags: #blunder#komunikasi#pemerintahan#Prabowo-Gibran#publik#UGM
Previous Post

KKP Hentikan Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut Ilegal di Konawe Selatan

Next Post

Tingkatkan Produktivitas, Menaker Dorong Hubungan Industrial Transformatif

Next Post
Menaker Siapkan Regulasi THR bagi Pengemudi Ojol

Tingkatkan Produktivitas, Menaker Dorong Hubungan Industrial Transformatif

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Kementan dan Otorita IKN Perkuat Pencegahan Zoonosis, Lindungi Masyarakat dan Satwa

Kementan dan Otorita IKN Perkuat Pencegahan Zoonosis, Lindungi Masyarakat dan Satwa

17 Oktober 2026
KKP Buka Peluang Kemitraan Produksi Tilapia & Rumput Laut ke Peserta (IEBF) 2026

KKP Buka Peluang Kemitraan Produksi Tilapia & Rumput Laut ke Peserta (IEBF) 2026

17 Oktober 2026
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .