• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kementan Tegaskan Komitmen Jaga Keseimbangan Ekosistem Perunggasan Nasional

9 Oktober 2025
in Ekonomi
0
Kementan Tegaskan Komitmen Jaga Keseimbangan Ekosistem Perunggasan Nasional

Rapat kordinasi perunggasan/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta-Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan ekosistem perunggasan nasional agar tetap sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Perunggasan yang digelar di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, pada Rabu (8/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak yang terlibat dalam industri perunggasan, mulai dari asosiasi peternak, perusahaan pembibit, hingga pelaku usaha unggas. Forum ini menjadi ruang dialog untuk membahas solusi atas isu-isu terkini perunggasan nasional utamanya pasokan anak ayam umur sehari atau day-old-chick (DOC), kestabilan harga ayam hidup (livebird), serta upaya menjaga daya saing sektor unggas di tengah tekanan global.

Kementan menegaskan bahwa pemerintah tidak berpihak pada kepentingan kelompok tertentu, melainkan bekerja untuk melindungi seluruh lapisan pelaku usaha, terutama peternak mandiri yang menjadi penopang utama ketersediaan pangan hewani nasional.

“Pemerintah dalam hal ini Kementan selalu menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Yang kami perjuangkan adalah keseimbangan ekosistem perunggasan nasional agar tetap sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan. Karena itu, perhatian utama kami tertuju kepada peternak rakyat dan peternak mandiri yang selama ini menjadi tulang punggung produksi unggas di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda.

“Namun demikian, bukan berarti pelaku usaha besar diabaikan. Justru perusahaan besar tetap kami dorong untuk tumbuh dan memainkan peran penting dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga di lapangan. Prinsipnya, yang besar harus membantu yang kecil, bukan sebaliknya,” tambahnya.

Agung juga menekankan pentingnya komunikasi dan transparansi antar pelaku usaha dalam menjaga kestabilan pasar. Pemerintah, kata dia, membuka ruang dialog selebar-lebarnya bagi semua pihak untuk menyampaikan aspirasi dan mencari solusi bersama, baik melalui mekanisme formal maupun informal.

“Kami membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Semua aspirasi kami dengarkan dan setiap kebijakan yang kami ambil selalu berdasarkan pertimbangan nyata di lapangan. Tidak ada sedikit pun kepentingan pribadi atau keberpihakan pada perusahaan tertentu. Kami bekerja untuk menjaga keseimbangan industri ini dan memastikan semua pihak, dari pembibit hingga peternak rakyat, memiliki ruang yang sama untuk berkembang,” jelasnya.

Agung juga mengingatkan bahwa saat ini pemerintah tengah berupaya menjaga stabilitas harga DOC dan ayam hidup agar tidak melambung tinggi dan memicu inflasi. Pemerintah bersama pelaku usaha sepakat untuk menahan kenaikan harga yang tidak wajar serta memastikan distribusi DOC dilakukan secara merata dan sesuai mekanisme bisnis yang sehat. Selain itu, Agung mengajak seluruh pihak dalam industri unggas untuk bersatu menghadapi tantangan masuknya produk unggas dari luar negeri.

“Kita harus kompak menjaga kepentingan nasional. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi di lapangan untuk keuntungan sepihak, sementara peternak kecil yang menanggung risikonya,” ujar Agung.

Dalam rapat tersebut, para asosiasi dan perusahaan pembibit sepakat mendukung langkah pemerintah. Ketua IV Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Asrokh Nawawi, menyampaikan bahwa seluruh perusahaan pembibit siap memenuhi kebutuhan DOC bagi seluruh peternak dari berbagai asosiasi secara bertahap dan merata.

“Kami berkomitmen menjaga harga DOC agar tetap stabil dan tidak naik, serta memastikan pasokan bagi seluruh peternak tanpa terkecuali. Kami juga akan ikut menjaga harga ayam hidup agar tidak terlalu tinggi dan tidak menimbulkan inflasi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Sugeng, mengapresiasi langkah cepat Kementan dalam membuka forum komunikasi terbuka. Ia menyebut kesepahaman yang dihasilkan dalam rapat ini menjadi momentum penting bagi stabilisasi sektor perunggasan. GOPAN juga menegaskan dialog yang difasilitasi pemerintah dianggap sebagai wadah yang konstruktif dan efektif untuk menyampaikan aspirasi.

“Kami berharap hasil kesepakatan ini segera diimplementasikan agar peternak dapat memperoleh DOC dengan harga wajar. Kami juga mengapresiasi sikap terbuka Kementan, terutama Ditjen PKH, yang benar-benar mendengarkan aspirasi kami,” ujar Sugeng.

Di akhir pertemuan, Dirjen Agung kembali menegaskan bahwa pemerintah akan terus berpihak kepada peternak rakyat, namun tetap mendorong pelaku usaha besar untuk berperan aktif menjaga keseimbangan ekosistem industri.

“Yang besar harus tetap maju, yang kecil harus hidup dan naik kelas. Itulah esensi keadilan dalam membangun perunggasan nasional. Pemerintah akan terus memastikan keseimbangan ini terjaga melalui dialog, kerja sama, dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan bersama,” tutup Agung.

Tags: #ekosistem#Kementerian Pertanian#perunggasan#peternak
Previous Post

Airlangga Targetkan Ekonomi Syariah Indonesia Jadi Nomor 1 Dunia

Next Post

Pupuk Indonesia Pastikan Ketersediaan Pupuk Subsidi untuk Musim Tanam Okmar

Next Post
Pupuk Indonesia Pastikan Ketersediaan Pupuk Subsidi untuk Musim Tanam Okmar

Pupuk Indonesia Pastikan Ketersediaan Pupuk Subsidi untuk Musim Tanam Okmar

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026
Uji Coba Penyaluran Bansos di Kopdes Merah Putih, Mensos Pastikan Tanpa Potongan

Uji Coba Penyaluran Bansos di Kopdes Merah Putih, Mensos Pastikan Tanpa Potongan

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .