• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Guru Besar UGM: Kabinet Tambun Bikin Serapan Anggaran Rendah dan Tumpang Tindih Kebijakan

16 Oktober 2025
in Headline, Politik
0
Prabowo Subianto Lantik 48 Menteri Kabinet Merah Putih

Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melantik Menteri Kabinet Merah Putih masa jabatan 2024-2029/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta– Belum genap setahun menjabat, pemerintahan Prabowo-Gibran terus menunjukkan dinamika politik yang bergejolak. Melalui restrukturisasi besar-besaran dan perombakan nomenklatur serta penambahan kementerian dan lembaga baru.

Salah satunya penurunan status Kementerian BUMN menjadi Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Sementara di sisi lain, sebuah badan vital justru diangkat menjadi kementerian penuh melalui pembentukan Kementerian Haji dan Umrah.

Kabinet yang gemuk ini ditengarai menyebabkan terjadinya tumpang tindihnya kebijakan dan koordinasi yang sulit serta menjadi penyebab lambatnya serapan anggaran.

Perubahan struktural yang dilakukan pemerintahan Prabowo-Gibran ini menurut Guru Besar bidang kebijakan publik UGM, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, sebagai fenomena proliferasi (penggemukan) kabinet yang bisa berdampak buruk pada efektivitas kerja pemerintah.

“Sejak pembentukan kabinet Oktober 2024 sudah terdapat indikasi bahwa kabinet di bawah Presiden Prabowo mengalami proliferasi yang sangat signifikan,” ujar Wahyudi dalam keterangan resminya, Kamis (16/10).

Menurut Wahyudi kabinet yang gemuk ini perlu dievaluasi. Sebab berdasarkan hasil studi tentang organisasi dan tatalaksana yang dilakukan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN)  tahun 2014 merekomendasikan jumlah ideal hanya 22 Kementerian/Lembaga dan bahkan batas maksimalnya adalah 34 dalam UU no.39 Tahun 2008.

Saat ini, jumlah kementerian dan lembaga sudah lebih dari 50 kementerian. Menurut Wahyudi, kebijakan ini tak terhindarkan karena semangat  Presiden untuk merangkul sebanyak mungkin unsur parpol dan ormas.

“Akibatnya, tumpang-tindih urusan tak terhindarkan dan koordinasi kebijakan menjadi semakin sulit,” ungkap dia.

Bagi Wahyudi, dampak paling jelas dengan adanya proliferasi ini adalah peningkatan kebutuhan anggaran untuk mendanai kebutuhan operasional kementerian atau lembaga.

“Lembaga baru, nomenklatur baru, serta pejabat baru tentu membutuhkan akomodasi berupa papan nama, kantor, gaji pejabat setingkat Eselon-1 dengan semua biaya operasionalnya,” tutur peneliti yang membidangi public budgeting ini.

Selain itu, Wahyudi Kumorotomo  juga menyoroti lambatnya penyerapan anggaran pemerintah dan pemda saat ini disebabkan ketidakjelasan otoritas antar Kementerian dan Lembaga.

“Padahal, belanja pemerintah yang efektif sangat dibutuhkan untuk menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan industri riil, terutama saat ekonomi sedang menghadapi banyak persoalan,” ujar dia.

Tags: #Airlangga Hartarto#Guru Besar#kebijakan#pemerintahan#Prabowo-Gibran#tumpang tindih#UGM
Previous Post

Presiden Prabowo Bakal Pangkas Jumlah BUMN Dari 1.000 Jadi 200

Next Post

Prabowo Ibaratkan Korupsi Seperti Kanker Stadium 4, Bisa Hancurkan Negara

Next Post
Presiden Prabowo Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Prabowo Ibaratkan Korupsi Seperti Kanker Stadium 4, Bisa Hancurkan Negara

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .