• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Jokowi Hadiri Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan UGM

20 Oktober 2025
in Headline, Pendidikan
0
Jokowi Hadiri Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan UGM

Presiden RI ke-7, Ir. Joko Widodo menghadiri Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan UGM/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta– Presiden RI ke-7, Ir. Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menghadiri Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan UGM, di Auditorium Fakultas Kehutanan. Joko Widodo sendiri hadir setelah mendapat undangan resmi dari Dekan Kehutanan.

Alumnus Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 ini datang dan duduk di barisan depan bersama Menhut Raja Juli Antoni, Rektor UGM dan Ketua Komisi XIII DPR RI WIlly Aditya.

Dalam sambutannya, Raja Juli menyampaikan ucapan selamat perayaan Dies ke-62 Fakultas Kehutanan yang menurutnya sudah ikut berkontribusi dalam membangun Sektor kehutanan di Indonesia.

“Terima kasih kepada seluruh civitas akademika Fakultas Kehutanan UGM yang memiliki kontribusi luar biasa dalam memajukan sektor kehutanan di Republik Indonesia,” katanya.

Dikatakan menhut, Fakultas Kehutanan UGM telah meluluskan banyak rimbawan yang tersebar dari Aceh hingga Papua yang telah ikut menjaga hutan.

“Kita ingin  kerja sama yang lebih erat agar hutan tetap lestari dan masyarakat lebih sejahtera,” ujar dia, Jumat (17/10).

Raja Juli juga menyoroti transformasi digital di sektor kehutanan yang tengah diakselerasi oleh pemerintah. Menurutnya, sistem digital terpadu diperlukan untuk meminimalkan konflik tata kelola lahan dan memperkuat transparansi pengelolaan sumber daya alam.

“Kami sedang membangun satu platform nasional agar seluruh perizinan dan pemetaan hutan dapat diakses secara terbuka. Dengan demikian, kebijakan kehutanan akan semakin berbasis data dan akuntabel,” jelasnya.

Selain itu, Menteri Kehutanan menegaskan komitmen pemerintah terhadap mitigasi perubahan iklim melalui perluasan perhutanan sosial dan pasar karbon. Ia menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan skema ekonomi hijau melalui restorasi ekosistem.

“Kita ingin mengubah paradigma bisnis dari yang menebang menjadi menanam. Dengan dukungan investasi karbon, sektor kehutanan dapat menjadi lokomotif ekonomi hijau yang mensejahterakan masyarakat,” tuturnya.

Raja Juli juga menyinggung pentingnya pelibatan masyarakat adat dalam pelestarian hutan. Ia menilai, masyarakat adat memiliki kearifan lokal yang terbukti efektif menjaga ekosistem hutan selama ratusan tahun.

“Mereka adalah penjaga terbaik hutan Indonesia. Pemerintah berkomitmen mempercepat legalisasi hutan adat agar hak-hak mereka terlindungi dan menjadi bagian dari sistem kehutanan nasional,” katanya.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia dalam sambutannya menekankan bahwa pendidikan tinggi berperan strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk keberlanjutan sektor kehutanan. Ia menilai, transformasi pendidikan menjadi keharusan di tengah kompleksitas tantangan global.

“Reinventing pendidikan kehutanan harus dilakukan agar lulusan kita tidak hanya mampu mengelola hutan, tetapi juga berperan dalam mitigasi perubahan iklim dan inovasi ekonomi hijau,” ujar Rektor.

Rektor juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia unggul di bidang kehutanan sebagai pilar pencapaian target Net Zero Emission 2060. Ia menyebut Fakultas Kehutanan UGM telah menjadi contoh dalam mengintegrasikan teknologi modern, kerja lintas disiplin, dan pemberdayaan masyarakat melalui riset-riset aplikatif.

“Fakultas Kehutanan UGM berperan penting dalam mencetak SDM yang tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan adaptif terhadap perubahan global,” tuturnya.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, Ph,D., IPU dalam laporan tahunan menegaskan bahwa fakultas tengah mengimplementasikan kerangka kerja Impactful Forestry Higher Education Framework (Im-For-Etik) sebagai panduan transformasi pendidikan.

“Kerangka ini bertujuan menciptakan green leaders, mengembangkan riset translasional, dan membangun pengabdian masyarakat yang transformatif,” ungkapnya.

Tags: #Dies Natalis#Fakultas Kehutanan#Joko Widodo#Menteri Kehutanan#Presiden#Raja Juli Antoni#UGM
Previous Post

BLT Kesra Rp900.000 Mulai Cair 20 Oktober 2025

Next Post

Ranking FIFA Indonesia Turun ke Posisi 122 Dunia

Next Post
Kabar Baik, Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 123 Dunia

Ranking FIFA Indonesia Turun ke Posisi 122 Dunia

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .