• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

KKP Gaungkan Program Strategis Perikanan Berbasis Teknologi di Forum APFITA 2025*

19 November 2025
in Ekonomi, Uncategorized
0
KKP Gaungkan Program Strategis Perikanan Berbasis Teknologi di Forum APFITA 2025*
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarts – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi ekonomi biru pada level global. Komitmen ini digaungkan dalam Konferensi Internasional Asia-Pacific Federation for Information Technology in Agriculture (APFITA) ke-15 yang diselenggarakan pada 17–18 November 2025 di IPB Convention Center, Bogor.

Indonesia menjadi tuan rumah bagi para pakar, akademisi, pelaku industri, dan pembuat kebijakan dari kawasan Asia-Pasifik, menghadirkan ruang dialog strategis untuk membahas pemanfaatan teknologi digital dalam memajukan sektor agro-maritim global yang berkelanjutan.

Penyelenggaraan APFITA ke-15 di Bogor menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Sebagai negara agraris dan maritim yang kaya potensi, Indonesia memiliki ruang besar untuk memaksimalkan penerapan teknologi informasi demi menyokong keberlanjutan sistem industri agro-maritim nasional dan global. Konferensi ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga menjadi ajang pertukaran gagasan, perluasan wawasan, serta pembangunan kemitraan strategis antarnegara.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, hadir sebagai honorary speaker mewakili Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan. Dalam paparannya berjudul Implementation of Indonesia’s Blue Economy: Harnessing Marine Innovation through Digital Technology, ia menegaskan bahwa transformasi digital menjadi instrumen utama dalam percepatan ekonomi biru Indonesia. “Suatu kehormatan bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa menyampaikan komitmen Indonesia dalam mengimplementasikan ekonomi biru dengan memaksimalkan inovasi kelautan melalui teknologi digital,” jelas Dirjen Tebe dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (19/11).

Dirjen Tebe menyoroti tantangan global yang kian mendesak. Dengan proyeksi populasi mencapai 9,7 miliar jiwa pada 2050, dunia diperkirakan membutuhkan tambahan 70 persen suplai protein. Indonesia, yang populasinya meningkat 22 persen, membutuhkan tambahan lebih dari 21 juta ton protein setiap tahun. Sistem pangan berbasis darat tidak lagi mampu memenuhi lonjakan kebutuhan tersebut, sehingga laut menjadi tumpuan masa depan.

Indonesia memiliki potensi lahan akuakultur hingga 18 juta hektare, dan pemerintah saat ini memprioritaskan pengembangan komoditas unggulan seperti udang, rumput laut, nila, lobster, dan kepiting. Fokus diarahkan seperti pada inovasi pakan, broodstock centers untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan pembudidaya.

Di pesisir utara Jawa Barat, program KKP akan merevitalisasi 20.000 hektare tambak idle untuk budidaya ikan, yang diproyeksikan menghasilkan 1,18 juta ton per tahun serta membuka lebih dari 160 ribu lapangan kerja baru.

Selain itu, di Sumba Timur NTT, KKP akan mengembangkan Kawasan Budidaya Udang Terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pembenihan hingga pabrik pengolahan. Program ini akan menargetkan produksi 52.800 ton per tahun dengan nilai ekonomi mencapai Rp 3,4 triliun per tahun serta menciptakan 4.700 pekerjaan. Sementara itu, inovasi Program Modeling Budidaya Ikan Nila Salin melalui mekanisasi dan pemantauan kualitas air secara real-time, yang akan meningkatkan produktivitas dari hanya 0,6 ton menjadi 80 ton per hektare per siklus. Program transformasi teknologi ini akan meningkatkan ekspor dan memperkuat kesejahteraan pembudidaya.

“Bersama mitra internasional, kami percaya masa depan dunia terletak pada laut yang sehat dan berdaya digital,” ujar Tebe.

Sementara itu, Wakil Rektor IPB University, Prof. Deni Noviana, menggambarkan APFITA sebagai ruang dialog interdisipliner di mana ide diuji dan pengetahuan dipertajam, sekaligus menjadi wadah nyata untuk melahirkan inovasi yang menjawab tantangan sektor pangan global. Dia menegaskan bahwa teknologi bukan lagi sekadar konsep futuristik. Kecerdasan buatan, sensor pintar, robotik, hingga blockchain kini menjadi alat praktis yang mampu membantu petani, nelayan, dan pembudidaya menghadapi ketidakpastian iklim, memprediksi hama, memastikan keamanan pangan, dan mengelola sumber daya secara bijak. Ia menyebut bahwa pertemuan APFITA 2025 akan menjadi katalis bagi kemitraan baru dan dampak nyata bagi kawasan.

General Secretary APFITA, Prof. Okayasu Takashi, turut menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam ekosistem pangan global. Kekayaan pertanian dan maritim Indonesia memberikan konteks inspiratif bagi diskusi mengenai masa depan agro-maritim. Ia menyatakan bahwa tema APFITA 2025, Innovative Digital Technology for Global and Sustainable Agro-Maritime Industry, mencerminkan evolusi visi organisasi dalam memadukan sektor pertanian dan maritim. Menurutnya, perpaduan kedua sektor ini merupakan pengakuan atas sifatnya yang saling melengkapi dan peluang teknologi yang dapat ditransformasikan untuk generasi mendatang.

Dengan proyeksi penduduk dunia yang akan melampaui 10 miliar pada 2050, Prof. Okayasu menekankan urgensi inovasi. Ia menambahkan bahwa teknologi digital seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), analisis big data, dan teknologi baru lainnya membuka peluang besar untuk menghadapi perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan praktik berkelanjutan. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi hanya akan berarti bila inklusif dan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya petani, nelayan dan pembudidaya kecil sebagai tulang punggung sistem pangan global.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menginisiasi program ekonomi biru sebagai peta jalan sektor kelautan dan perikanan. Kebijakan di dalamnya mencakup perluasan kawasan konservasi, hingga pembersihan sampah plastik di laut, yang tujuannya tidak hanya meningkatkan produktivitas dan daya saing produk perikanan Indonesia, tapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem sektor itu sendiri.

Previous Post

Indonesia Luncurkan Peta Jalan dan Panduan Aksi Ekosistem Karbon Biru di COP 30 Brazil

Next Post

Mentan Amran Peduli Rakyat dan Peternak Telur

Next Post
Mentan Amran Peduli Rakyat dan Peternak Telur

Mentan Amran Peduli Rakyat dan Peternak Telur

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .