• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Dukung Pertumbuhan Dan Transformasi Industri Peternakan, ILDEX Indonesia Akan Diadakan Setiap Tahun

26 November 2025
in Ekonomi, Uncategorized
0
Dukung Pertumbuhan Dan Transformasi Industri Peternakan, ILDEX Indonesia Akan Diadakan Setiap Tahun
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta — Pameran dagang internasional terkemuka Indonesia untuk peternakan, susu, pengolahan daging, dan perikanan ILDEX Indonesia secara resmi akan menjadi acara tahunan mulai tahun 2026 ke depan, untuk menjawab pertumbuhan permintaan dan transformasi cepat di industri peternakan nasional.

Edisi ILDEX Indonesia 2025 mencetak capaian luar biasa, menjadi penyelenggaraan terbesar dengan rekor partisipasi internasional dan jumlah pengunjung dagang. Pameran ini menghadirkan 278 peserta di atas area 9.720 m², menarik 12.880 pengunjung profesional dari 43 negara serta 2.107 peserta konferensi yang mengikuti berbagai sesi teknis dan bisnis.

Negara-negara dengan jumlah pengunjung terbanyak meliputi Indonesia, China, Thailand, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Vietnam, Filipina, Australia, dan Amerika Serikat, mengukuhkan posisi ILDEX Indonesia sebagai salah satu platform perdagangan peternakan, akuakultur dan horti agri paling berpengaruh di Asia.

Fitri Nursantri P, Direktur PT Permata Kreasi Media (PKM), menyatakan bahwa ILDEX 2025 yang menghadirkan 278 peserta dari 26 negara, termasuk perwakilan dari Asia, Amerika Serikat, dan Eropa, berperan sebagai jembatan bagi para pelaku industri peternakan global.

“ILDEX bukan hanya platform bisnis, tetapi juga pusat untuk berbagi inovasi dan memfasilitasi alih pengetahuan,” jelasnya dalam konpres kesiapan ILDEX 2026 di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Dia juga menegaskan bahwa ILDEX Indonesia bukan sekadar platform pameran, tetapi juga titik temu bagi para pemangku kepentingan, menghubungkan pemerintah, para pemimpin industri, akademisi, dan profesional untuk berkolaborasi dan membentuk masa depan sektor peternakan.

Dalam acara soft launching ILDEX Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Ruri Sarasono, Direktur Utama PT. PKM, menyampaikan bahwa edisi berikutnya, ILDEX Indonesia 2026, akan diselenggarakan pada 16–18 September 2026 di Hall 5–6, ICE BSD City, Tangerang, melanjutkan kolokasi dengan Horti & Agri Indonesia serta memperkenalkan Dairy Pavilion yang berfokus pada rantai suplai produksi dan pengolahan susu.

“Tingginya permintaan dari industry peternakan baik nasional maupun internasional membuat penyelenggaraan event ILDEX Indonesia diadakan lebih cepat, untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang,” ujar Ruri di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Ditambahkan juga bahwa tahun depan menjadi momentum penting bagi dunia peternakan khususnya perunggasan. Banyak pihak menilai bahwa momentum industri peternakan saat ini sangat strategis, apalagi pemerintah juga tengah memperkuat fokus pada kemandirian pangan asal ternak, stabilitas pasokan MBG dan percepatan pembangunan sektor persusuan Indonesia.

Pada acara soft launching ILDEX Indonesia 2026 juga dilengkapi dengan acara bincang perunggasan yang menghadirkan Ketua Umum GPMT (Gabungan Perusahaan Makanan Ternak), Desianto Budi Utomo.

Dalam kesempatan tersebut Desianto menyampaikan bahwa sebagai sumber bahan pakan pokok utama di dalam formulasi ayam bahwa dari 110 pabrik pakan anggota GPMT, 90% memproduksi bahan pakan ayam. Jika industri perunggasan kolaps, maka GPMT juga.

“Dengan adanya kebijakan Tarif 0% dari untuk produk Amerika Seikat yang masuk Indonesia dari Presiden Trump, dan 19% ketika kita ekspor ke AS (Amerika Serikat), maka salah satu ancaman industri perunggasan adalah CLQ (chicken leg quarter) dari AS. Kalau ayamnya masuk, nanti negara penghasil CLQ lain akan mengantre. Ini bisa menjadi disaster bagi perunggasan Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, dalam acara yang sama Ketua IV GPPU (Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas), Asrokh Nawawi, menyebutkan potensi genetik dari ayam yang ada di Indonesia berkembang amat sangat pesat.

Dalam lima tahun terakhir ini luar biasa, sebab lima tahun yang lalu satu ekor GPS (Grand Parent Stock) ayam mampu menghasilkan kira-kira 30-40 ekoe (Parent Stock). Satu ekor PS mampu menghasilkan 120-130 ekor final stock (FS).

Asrokh menambahkan bahwa pasokan kebutuhan daging ayam di Indoesia dapat tercukupi secara nasional tanpa perlu melakukan importasi.

Sementara dalam kesempatan lain Justin Pau, CEO VNU Asia Pacific, menekankan pentingnya posisi strategis Indonesia dalam rantai nilai peternakan di kawasan.

“Indonesia merupakan salah satu pasar peternakan paling dinamis di Asia, dengan potensi pertumbuhan yang sangat besar di sektor pakan, unggas, susu, dan kesehatan hewan,” ujar Justin Pau, CEO VNU Asia Pacific.

“Dengan menjadikan ILDEX Indonesia sebagai acara tahunan mulai tahun 2026, kami bertujuan menciptakan lebih banyak peluang bagi merek-merek global untuk memasuki pasar dengan permintaan tinggi ini dan terhubung langsung dengan distributor, produsen, serta investor lokal. Ini bukan sekadar soal bisnis — tetapi tentang membangun kemitraan jangka panjang yang akan membantu industri memenuhi kebutuhan protein Indonesia yang terus meningkat secara berkelanjutan. Babak baru ini dimulai dengan ILDEX Indonesia edisi ke-8 tahun 2026.”

Sejalan dengan arah tersebut, rangkaian pameran ILDEX akan terus mencakup pasar-pasar utama di Indonesia (pameran tahunan), Vietnam (pameran dua tahunan), dan Filipina (pameran tahunan).

“Bersama dengan portofolio VIV Worldwide, kami akan membangun jaringan acara yang kuat dan saling terhubung yang berpuncak pada VIV Asia, yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali untuk mendorong perkembangan industri peternakan dan akuakultur serta mencakup seluruh rantai nilai protein hewani di kawasan Asia,” kata dia.

Dukungan Pemerintah

Pada edisi tahun 2025, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pameran tersebut, yang telah menjadi salah satu platform agribisnis paling berpengaruh di kawasan.

“Acara ini mempertemukan para pemangku kepentingan peternakan dari dalam dan luar Indonesia untuk berbisnis, bertukar pengetahuan, dan membentuk kemitraan global yang bermakna,” ujar Sudaryono.

“Peternakan adalah pilar strategis dalam pembangunan pertanian — tidak hanya mendukung ketahanan pangan melalui pasokan protein hewani, tetapi juga mendorong perekonomian dengan menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.”

Dia mencatat bahwa sektor peternakan dan kesehatan hewan terus menunjukkan potensi ekonomi yang kuat, dengan PDB sub-sektor tersebut mencapai Rp349 triliun, atau 12,54% dari total PDB pertanian Indonesia yang sebesar Rp2.791 triliun.

Kontributor utamanya meliputi telur ayam (Rp192,5 triliun), daging ayam (Rp144,8 triliun), daging sapi dan produk terkait (Rp77,68 triliun), serta susu segar (Rp19,4 triliun).

Tentang ILDEX Indonesia

Diselenggarakan oleh VNU Asia Pacific dan PT Permata Kreasi Media, ILDEX Indonesia telah menjadi platform terpercaya bagi pelaku industri internasional dan lokal untuk melakukan networking, perdagangan, dan berbagi keahlian dalam inovasi peternakan, susu, dan akuakultur.

Edisi 2026 akan tetap berkolokasi dengan Horti & Agri Indonesia, menciptakan ekosistem lintas industri yang unik yang menghubungkan seluruh rantai nilai agri-food — mulai dari produksi tanaman dan pertanian cerdas hingga pakan, peternakan, dan pengolahan pangan.

Previous Post

GPMT Dukung Rencana Pembangunan Pabrik Pakan Baru Dongkrak Kemajuan Industri Perunggasan Nasional!

Next Post

Mentan Komitmen Perkuat Sektor Pertanian Di Wilayah Strategis Sabang Dan Batam

Next Post
Mentan Komitmen Perkuat Sektor Pertanian Di Wilayah Strategis Sabang Dan Batam

Mentan Komitmen Perkuat Sektor Pertanian Di Wilayah Strategis Sabang Dan Batam

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026
Uji Coba Penyaluran Bansos di Kopdes Merah Putih, Mensos Pastikan Tanpa Potongan

Uji Coba Penyaluran Bansos di Kopdes Merah Putih, Mensos Pastikan Tanpa Potongan

16 Oktober 2026
Bahlil Target 11.000 Desa Berlistrik, Tuntas 2029–2030

Bahlil Target 11.000 Desa Berlistrik, Tuntas 2029–2030

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .