• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

KKP Targetkan Potensi Transaksi USD 8 Juta di FIE 2025 Paris

7 Desember 2025
in Ekonomi, Uncategorized
0
KKP Targetkan Potensi Transaksi USD 8 Juta di FIE 2025 Paris
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mempromosikan potensi rumput laut nasional ke pasar global. Terkini, KKP menargetkan potensi transaksi sebesar USD8 juta (Rp 132 Milyar) dalam partisipasi Food Ingredients Europe (FIE) yang digelar di Paris Expo Porte de Versailles, Paris, Perancis.

Event yang berlangsung pada 2-4 Desember 2025 ini merupakan pameran terbesar bagi pelaku industri tambahan makanan di dunia. Di sini, para pelaku industri makanan dan minuman global, dipertemukan dengan pelaku research and development (R&D), production and marketing specialist, hingga produsen aditif pangan, termasuk produk turunan rumput laut serta menampilkan beragam inovasi terbaru terkait dengan ingredients dan services.

“Kali ini kami memfasilitasi Paviliun Indonesia Seaweed yang diisi oleh 6 eksportir produk turunan rumput laut yaitu,” terang Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Machmud mengungkapkan keikutsertaan Indonesia pada pameran FIE merupakan penegasan bahwa rumput laut Tanah Air tak kalah dengan dengan negara lain. Komoditas yang disebut sebagai emas hijau perairan Nusantara ini bisa diolah menjadi beragam produk turunan, seperti karaginan, agar dan produk turunan lainnya. yang selanjutnya akan dijadikan sebagai bahan baku atau bahan tambahan alami untuk industri berikutnya, tidak hanya industri makanan dan minuman tetapi juga industri farmasi, kosmetik dan aplikasi industri lainnya.

“Kenapa dia menjadi emas hijau, karena rumput laut bisa diturunkan menjadi beragam produk, baik untuk kosmetik, farmasi, pangan hingga energi,” tuturnya.

Lebih lanjut Machmud mengungkapkan kinerja ekspor rumput laut Indonesia sepanjang Januari hingga Oktober 2025 mencapai USD 264,6 juta, terdiri dari rumput laut kering USD 144,7 juta (58,8%), karaginan USD 93,3 juta (35,3%), dan agar-agar USD 15,6 juta (5,9%). Dari sisi negara tujuan, Tiongkok mendominasi dengan USD 183,6 juta (69,4%), diikuti Uni Eropa USD 27,3 juta (10,3%), kemudian ASEAN USD 9,2 juta (3,5%), Amerika Serikat USD 8,6 juta (3,3%), dan Jepang USD 6,7 juta (2,5%).

“Dengan kontribusi lebih dari 10 persen, Uni Eropa tercatat sebagai pasar terbesar kedua di dunia untuk rumput laut Indonesia”, ujar Machmud

Dari sisi bentuk produk, Uni Eropa tampil sebagai pasar terbesar untuk ekspor agar-agar Indonesia dengan nilai USD 4,0 juta (25,6%), dan menjadi tujuan utama kedua untuk produk karaginan sebesar USD 20,3 juta (21,8%). Sedangkan negara tujuan utama produk rumput laut kering adalah Tiongkok USD 138,2 juta (88,8%), Korea Selatan USD USD 4,4 juta (2,8%), dan Negara Asean USD 3,9 juta (2,5%). Kemudian negara tujuan utama produk karaginan adalah Tiongkok USD 43,0 juta (46,0%), Uni Eropa USD 20,3 juta (21,8%), dan Amerika Serikat USD 5,1 juta (5,4%).

“Data tersebut menunjukkan bahwa Uni Eropa menjadi pasar potensial dan terbuka bagi produk diversifikasi rumput laut bernilai tinggi,” terang Machmud.

Selain keikutsertaan pameran, KKP bekerjasama dengan Swiss Import Promotion Program (SIPPO) untuk melaksanakan market intelligence. Machmud menjabarkan kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkini tren permintaan, kebutuhan spesifikasi produk dan perkembangan teknologi industri aditif pangan di Eropa serta identifikasi preferensi konsumen/buyers Eropa terhadap produk turunan rumput laut.

Tak hanya itu, di sela pameran, delegasi Indonesia juga akan mengikuti Fi Europe Partner Meeting, forum yang menyoroti tren bahan makanan di Eropa, membahas regulasi ekspor, dan menguraikan peluang bagi penyelenggara paviliun nasional untuk mendukung ekspor serta menggunakan FIE sebagai platform perdagangan.

“Tentu kami berharap ketika bicara emas, kita mulai menyadari bahwa rumput laut adalah komoditas yang begitu berharga,” terangnya.

Sementara Dubes RI untuk Perancis, Mohammad Oemar mengapresiasi partisipasi KKP dalam pameran internasional tersebut. Dia berharap, dengan selesainya perundingan Indonesia-EU CEPA, sudah tidak ada lagi hambatan tarif ekspor ke Eropa.

“Semoga ini dapat meningkatkan daya saing produk karaginan dan agar Indonesia,” kata Oemar.

Sebagai informasi, para pelaku industri yang diboyong pada pameran kali ini meluputi PT. Surya Indoalgas (GS 600-1300 (normal), GS 100-500 (low gel agar) and also Alkali Treated Gracilaria (ATG) and Seaweed Powder), PT. Hakiki Donarta (Agar Powder, Seaweed Powder, Carrageenan Powder, Konjac Powder and Stabilizer Powder). Kemudian PT. Agar Swallow (Agar Powder, Carrageenan), CV. Karagen Indonesia (Semi-Refined Kappa / Iota, Alkali Treated Kappaphycus alvarezii / Spinossum Chips, Refined Kappa And Premix Applications), PT. Agalindo Perdana (Semi-Refined Kappa Carrageenan, Refined Kappa Carrageenan, Semi-Refined Iota Carrageenan, Refined konjac (Konjac Gum), Konjac flour, and Hydrocolloids blends) dan PT. Rote Karaginan Nusantara (Semi-Refined Carrageenan, Kappa Carrageenan and Iota Carrageenan).

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono membidik pasar pasar alternatif produk kelautan dan perikanan Indonesia. Negara-negara eropa termasuk salah satu pasar yang disasar untuk meningkatkan ekspor Indonesia.

Previous Post

Purbaya Duung Revisi UU P2SK, Perkuat Koordinasi Fiskal-Moneter

Next Post

Menhub Ungkap 119,5 Juta Orang Berpotensi Lakukan Perjalanan pada Nataru

Next Post
Menuju Zero ODOL, Menhub Tekankan Pentingnya Pengawasan dan Digitalisasi

Menhub Ungkap 119,5 Juta Orang Berpotensi Lakukan Perjalanan pada Nataru

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .