• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Nelayan Maluku Tenggara dan Papua Barat Dinobatkan sebagai Perempuan Inspiratif 2025

24 Desember 2025
in Ekonomi, Uncategorized
0
Nelayan Maluku Tenggara dan Papua Barat Dinobatkan sebagai Perempuan Inspiratif 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Dua perempuan nelayan asal Maluku Tenggara dan Papua Barat berhasil meraih penghargaan sebagai perempuan inspiratif 2025 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dalam gelaran bertema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kedua perempuan tersebut adalah Sri Fany Mony, Ketua Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Dullah Tama di Ohoi Watkidat, Maluku Tenggara yang menunjukkan transformasi signifikan dalam pemberdayaan perempuan pesisir. Dari ibu rumah tangga tanpa usaha ekonomi, Fany kini memimpin kelompok produktif yang menghasilkan beragam olahan ikan dan produk ecoprint.

“Penghargaan ini menegaskan peran strategis perempuan dalam pembangunan nasional,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Pada 2025, kelompok Dullah Tama mencatat pendapatan Rp44,1 juta, meningkat sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta aktif membagikan praktik baik di tingkat nasional hingga internasional.

Selain Sri Fany, perempuan nelayan inspiratif lainnya ialah Nova Theodora J.M. Essuruw, pendeta Protestan sekaligus Ketua Wilayah di Teluk Arguni, Kaimana, menghadirkan inovasi penting dalam pengelolaan sumber daya perikanan. Melalui Kelompok Seraphim Bofuwer, Nova menginisiasi pemanfaatan ikan kakap cina, komoditas yang sebelumnya kerap disia-siakan karena hanya diambil gelembung renangnya, sementara daging ikan tidak dimanfaatkan secara optimal.

Kakap cina tersebut kini diolah menjadi berbagai produk pangan bergizi seperti abon ikan, sambal, kecap ikan, dan produk olahan lainnya yang memiliki nilai tambah ekonomi. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi pemborosan sumber daya perikanan, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan membuka peluang pendapatan baru bagi perempuan pesisir.

Melalui jejaring pemasaran yang dibangun secara konsisten, produk Seraphim Bofuwer kini menjangkau pasar regional hingga Fakfak, Sorong, Timika, dan Jayapura. Kelompok ini juga meraih Juara 3 Festival Senja Indah Kaimana 2024 serta mendapatkan pendampingan BPOM sebagai orang tua asuh UMKM.

Sri Fany dan Nova dinilai berhasil menghadirkan perubahan nyata di wilayah pesisir, tidak hanya sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga sebagai penggerak komunitas dan pelopor penerapan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM).

Latif menjelaskan penghargaan ini diberikan melalui proses seleksi kolaboratif antara KemenPPPA dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan kepemimpinan perempuan, dampak sosial-ekonomi di tingkat komunitas, serta kontribusi terhadap pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

Kedua penerima penghargaan merupakan Champion CFI Indonesia, bagian dari Project GEF-6 CFI Indonesia—hibah kerja sama antara KKP dan WWF-US sebagai Global Environment Facility (GEF) Agency. Proyek ini berfokus pada penguatan tata kelola perikanan berkelanjutan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715, 717, dan 718 di Indonesia Timur.

Project Manager CFI Indonesia, Adipati Rahmat Gumelar, menegaskan bahwa inisiatif Champion dirancang untuk memastikan keberlanjutan dampak program. Para Champion disiapkan sebagai agen perubahan yang mampu melanjutkan misi CFI, KKP, dan GEF, bahkan setelah proyek berakhir, melalui penguatan komunitas, pengembangan mata pencaharian alternatif, dan praktik perikanan berkelanjutan.

Sebagaimana diketahui, sejak dimulai pada Desember 2019 hingga 2026, Project GEF-6 CFI Indonesia telah menjangkau lebih dari 5.500 nelayan, dengan sekitar 32 persen di antaranya perempuan nelayan. Program pemberdayaan mencakup pengembangan rantai pasok perikanan melalui pelatihan pengolahan hasil perikanan, kerajinan ecoprint, manajemen usaha, sertifikasi produk, penguatan merek, serta fasilitasi kemitraan dengan pasar modern. Produk kelompok binaan kini telah dipasarkan di lebih dari 10 jaringan ritel modern di Maluku dan Papua Barat.

Dalam kerangka CFI Indonesia, Champion adalah nelayan kecil terlatih yang berperan sebagai pelatih komunitas dan agen perubahan. Mereka dibekali keterampilan teknis, pengolahan hasil perikanan bernilai tambah, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta penerapan praktik EAFM, sehingga berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi biru berkelanjutan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan pemberdayaan perempuan nelayan berkontribusi langsung pada ekonomi keluarga, pengurangan limbah sumber daya perikanan, serta penguatan ketahanan sosial-ekologis pesisir. Dari wilayah pesisir hingga tingkat nasional, perempuan nelayan Indonesia semakin menegaskan perannya sebagai bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Previous Post

PNBP Penataan Ruang Laut Tembus Rp 775 Miliar

Next Post

Jelang Natal, Dirut Bulog Cek Harga Pangan Di Beberapa pasar,Pastikan Harga di Bawah HET

Next Post
Jelang Natal, Dirut Bulog Cek Harga Pangan Di Beberapa pasar,Pastikan Harga di Bawah HET

Jelang Natal, Dirut Bulog Cek Harga Pangan Di Beberapa pasar,Pastikan Harga di Bawah HET

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .