• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan, Indonesia Ulang Sejarah Kejayaan

7 Januari 2026
in Ekonomi, Uncategorized
0
Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan, Indonesia Ulang Sejarah Kejayaan
Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id,Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan tercapainya swasembada pangan nasional, menandai kembalinya kejayaan pangan Indonesia seperti dekade 1980-an, dengan capaian produksi beras tertinggi sepanjang sejarah dalam satu tahun pemerintahan.

“Hari ini kita telah mencatat suatu kemenangan yang penting. Yang penting hari ini saudara memberi bukti yang nyata. Saudara telah mencatat tonggak penting dalam kemerdekaan bangsa Indonesia. Dengan mengucap bismillah pada 7 Januari 2026, saya Presiden Prabowo Subianto mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan bagi rakyat Indonesia,” kata Presiden Prabowo dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Indonesia mencapai puncak kejayaan pangan pada 1984 dengan swasembada beras, didukung cadangan beras sebesar 2 juta ton. Atas capaian tersebut, pada 1985 Presiden Soeharto diundang berpidato di Roma oleh Food and Agriculture Organization (FAO) dan menerima penghargaan internasional, bahkan menyerahkan bantuan beras kepada negara-negara Afrika, yang menempatkan Indonesia sebagai simbol kemandirian pangan dan solidaritas global.

“Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya, saya diundang panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” ucapnya.

Kini, lebih dari empat dekade berselang, sejarah kejayaan itu kembali terulang. Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) amatan November 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan domestik tahunan.

“Waktu saya dilantik saya beri target swasembada 4 tahun. Terima kasih seluruh komunitas pertanian. Saudara bekerja keras saudara kompak hasilkan satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa lain,” ungkapnya.

Keberhasilan swasembada turut membawa dampak signifikan terhadap pasar dunia. Penghentian impor beras oleh Indonesia menekan permintaan internasional dan mendorong harga beras dunia turun tajam dari sekitar USD 660 per metrik ton menjadi USD 368 per metrik ton, atau turun 44,2 persen.

Tercapainya swasembada pangan didukung langkah peningkatan produksi yang masif dan terintegrasi. Melalui intensifikasi, pemerintah memperkuat benih unggul, pompanisasi, optimasi lahan, irigasi, modernisasi pertanian, serta peremajaan alsintan, sementara dari sisi ekstensifikasi pemerintah mempercepat cetak sawah baru.

Khusus penyaluran pupuk bersubsidi, terbitnya Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025 menjadi terobosan penting melalui penyederhanaan 145 regulasi dan penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen.

Keberhasilan swasembada pangan juga diperkuat kebijakan agresif penyerapan gabah petani. Perum BULOG ditugaskan membeli gabah langsung di lapangan dengan skema any quality seharga Rp6.500 per kilogram, yang mendorong pengadaan beras 2025 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

Selain meningkatkan pendapatan petani, kebijakan ini mendorong lonjakan cadangan beras pemerintah hingga rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025, dengan stok saat ini berada di kisaran 3,24 juta ton seiring penyaluran untuk penanganan bencana dan pengendalian harga.

Capaian swasembada pangan juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2025 tercatat 125,35, tertinggi sepanjang sejarah, dengan rata-rata NTP 2025 mencapai 123,26 atau tertinggi dalam 33 tahun terakhir.

Dari sisi ekonomi makro, sektor pertanian mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 10,52 persen pada triwulan I 2025, tertinggi dalam 15 tahun terakhir, sekaligus menegaskan perannya sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan buah dari sinergi nasional yang kuat.

“Kami terima kasih kepada semua pihak, kementerian/lembaga lain, TNI/Polri, asosiasi petani, BUMN Pangan, dan seluruh petani Indonesia. Sebab, swasembada pangan bukan hanya dari kami tapi dari sinergi seluruh putra anak bangsa,” ucap Mentan Amran.

“Atas nama petani Indonesia, kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Bapak Presiden. Harga gabah naik, harga pupuk turun, ketersediaan pupuk banyak. Sekali lagi, swasembada ini kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan Presiden dan seluruh petani Indonesia,” ungkapnya.

Previous Post

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Pangan

Next Post

Bulog Terima Penghargaan dari Presiden atas Dedikasi Mendukung Swasembada Pangan

Next Post
Bulog Terima Penghargaan dari Presiden atas Dedikasi Mendukung Swasembada Pangan

Bulog Terima Penghargaan dari Presiden atas Dedikasi Mendukung Swasembada Pangan

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

16 Oktober 2026
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .