• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Jumat, 16 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Pakar UGM Desak Pemerintah Setop Penggunaan Ultra Processed Food

13 Januari 2026
in Headline, Pendidikan
0
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintah Sediakan Makanan Bergizi untuk Anak Indonesia

Program makan bergizi gratis (MBG)/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Yogyakarta-Setahun berlalu program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diimplementasikan di Indonesia. Dalam penyelenggaraan program ini ditemukan sejumlah anomali dan kontroversi yang muncul.

Program dengan tujuan utama memperbaiki gizi anak – anak di Indonesia serta upaya pencegahan stunting ini nampaknya masih memerlukan banyak evaluasi dan perbaikan.

Kasus keracunan massal yang masih mengancam anak – anak menjadi salah satu permasalahan yang perlu menjadi perhatian penting. Sebab, Program MBG merupakan investasi kesehatan jangka panjang untuk generasi penerus bangsa.

Dosen Departemen Gizi Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., Dietisien, MPH, menyampaikan bahwa program school lunch seperti Makan Bergizi Gratis ini memiliki tujuan yang sangat bagus dan mulia yakni mencetak generasi masa depan dalam rangka menuju Indonesia emas 2045.

“Terlepas dari agenda politik, program school lunch ini sudah diterapkan di berbagai dunia yang mana merupakan agenda yang memang wajib bagi negara terhadap warga negaranya,” ungkap dia dalam keterangan resminya, Kamis (8/1).

Dalam menanggulangi kasus keracunan massal yang diduga akibat dari pengawasan yang lalai terhadap setiap proses penyiapan makanan. Oleh karena itu diperlukan agar pengawasan ketat terhadap produksi makanan harus dapat berjalan lebih efektif.

Menurutnya, masing-masing sekolah bisa diberikan tanggung jawab untuk menyediakan makan siang untuk para siswanya sekaligus dianggap lebih mampu untuk memberikan pengawasan karena cakupan yang lebih kecil, kondisi siswa, dan bahan pangan lokal yang sering digunakan.

“Jadi kesalahan dalam distribusi makan, kesalahan dalam keamanan pangan itu bisa terminimalisir,” ucapnya.

Mirza lebih lanjut menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan makanan terdapat aturan yang perlu diacu antara lain seperti Peraturan Menteri yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan tentang tata kelola penyelenggaraan makanan dengan rincian penggolongan antara lain golongan beresiko tinggi, golongan kelompok massal, transportasi, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, anak sekolah dan termasuk ibu hamil merupakan kelompok dengan resiko tinggi.

“Kelompok risiko tinggi ini penanganannya tidak bisa dilakukan dengan main-main,” ungkap Mirza.

Selain itu, Ia juga menyoroti penggunaan ultra processed food (UPF) dalam menu MBG. Penggunaan produk tersebut bertentangan dengan kampanye Kementerian Kesehatan tentang reduksi gula, garam, dan lemak.

“Anak-anak diberi UPF, di situ ada natrium, gula tambahan, dan lemak. Dampaknya mungkin tidak terlihat sekarang, tapi 10–15 tahun ke depan akan menjadi bom waktu penyakit kronis,” ujarnya.

Meski begitu, Mirza menegaskan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak bisa diukur dalam waktu yang singkat. Mirza menyebutkan bahwa dampak investasi gizi baru bisa terlihat setelah satu siklus pendidikan, sekitar 10 – 15 tahun mendatang. Namun potensi bahan pangan lokal yang sangat beragam yang tidak kalah dengan kualitas impor perlu diberi ruang pemanfaatan dari produk pangan lokal sesuai dengan kultur masing-masing daerah sehingga  mampu menjadi solusi dalam mengurangi resiko makanan tidak cocok dengan kondisi tubuh anak-anak di setiap daerah.

“Papua tidak bisa disamakan dengan Jawa atau Sumatra. Bahan pangan pokoknya berbeda. Kalau semua diseragamkan dengan UPF, itu justru tidak pas dengan konteks lokal,” tuturnya.

Sebagai langkah perbaikan, ia menekankan tiga hal utama yakni Pertama, penegakan ketat keamanan pangan. Penegakan keamanan dapat direalisasikan dengan pemberian efek jera bagi pihak yang bertanggung jawab.

“Mungkin SPPG yang melanggar wajib di-punish agar semua pihak benar-benar berhati-hati. Ini amanah besar karena membawa wajah presiden,” katanya.

Kedua, pendampingan ilmiah oleh perguruan tinggi dan lintas sektor untuk menelusuri dampak MBG terhadap status kesehatan anak. Implementasi yang dapat dilakukan yakni mendampingi SPPG untuk tracking status kesehatan, indikator kebugaran, dan antropometri anak. Kemudian Ketiga, kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebaiknya fleksibel dan terbuka terhadap kajian ilmiah.

“Kalau ada masukan dan bukti ilmiah yang menunjukkan perlu perbaikan, harus segera direspons. Jangan sampai 2045 justru generasi ini menjadi beban kesehatan,” ujar Mirza.

Tags: #anak-anak#gizi#Makan Bergizi Gratis#UGM#ultra processed food
Previous Post

KKP Bongkar Impor 99 Ton Ikan Ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok

Next Post

Menteri Bahlil Bakal Setop Impor Bensin dan Solar

Next Post
Menteri ESDM: RUPTL 2025-2034 Buka Peluang Investasi Rp2.133,7 Triliun

Menteri Bahlil Bakal Setop Impor Bensin dan Solar

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

Kementan Perkuat Penyerapan Ayam, Jaga Harga dan Keberlanjutan Usaha Peternak Rakyat

16 Oktober 2026
Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak Penumpang

16 Oktober 2026
Ekonom UGM Usulkan 3 Langkah ke Pemerintah Jaga Defisit Neraca Pembayaran

Hingga Agustus 2026, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.242 Triliun

16 Oktober 2026
Uji Coba Penyaluran Bansos di Kopdes Merah Putih, Mensos Pastikan Tanpa Potongan

Uji Coba Penyaluran Bansos di Kopdes Merah Putih, Mensos Pastikan Tanpa Potongan

16 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .