• Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami
Imperium.id
No Result
View All Result
Minggu, 18 Oktober 2026
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
  • HOME
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Nusantara
  • Gaya Hidup
  • Inovasi
  • Internasional
No Result
View All Result
Imperium.id
No Result
View All Result
Home Headline

Badan Geologi Ingatkan Ancaman Longsor Susulan di Cisarua Bandung Barat

26 Januari 2026
in Headline, Nusantara
0
Badan Geologi Ingatkan Ancaman Longsor Susulan di Cisarua Bandung Barat

longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat/ist

Share on FacebookShare on Twitter

Imperium.id, Jakarta-Bencana gerakan tanah berupa longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi longsor susulan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian. “Faktor pemicu utama adalah curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian, yang menyebabkan peningkatan tekanan air pori, penurunan kuat geser tanah, dan terjadinya kegagalan lereng,” ujar Lana di Bandung, Minggu (25/1).

Selain faktor hujan, gerakan tanah di Desa Pasirlangu juga dipengaruhi kondisi geologi setempat yang didominasi batuan gunungapi tua yang telah lapuk, kemiringan lereng yang curam, serta keberadaan rekahan dan sesar geologi.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT), wilayah terdampak termasuk Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah. Pada zona ini, gerakan tanah berpotensi terjadi terutama pada lereng yang telah mengalami gangguan, baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia, khususnya saat hujan deras berlangsung lama.

Aktivitas pemotongan lereng untuk permukiman dan akses jalan, serta sistem drainase permukaan yang belum optimal, turut memperbesar risiko longsor dan menurunkan kestabilan lereng di kawasan perbukitan tersebut.

“Peristiwa ini menunjukkan keterkaitan kuat antara kondisi morfologi curam, batuan vulkanik lapuk, struktur geologi, serta pengaruh curah hujan tinggi terhadap terjadinya longsor berskala luas,” jelas Lana, Jumat (24/1).

Respons Tanggap Darurat

Pasca kejadian, Badan Geologi memberangkatkan Tim Tanggap Darurat (TTD) ke lokasi bencana. Tim telah melakukan pemeriksaan lapangan untuk mengetahui penyebab gerakan tanah serta menyiapkan rekomendasi teknis penanganan di area terdampak seluas kurang lebih 30 hektar.

“Tim Tanggap Darurat Badan Geologi saat ini sudah berada dilokasi terjadinya gerakan tanah berupa tanah longsor di Kabupaten Bogor. Tim akan melakukan pemeriksaan di lokasi bencana untuk mengetahui penyebab terjadinya bencana,” ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya.

Tim yang beranggotakan 10 orang (5 tim teknis dan 5 nonteknis) tersebut akan memberikan rekomendasi teknis penanganan bencana gerakan tanah dan sosialisasi mengenai kondisi gerakan tanah yang telah terjadi kepada masyarakat yang terkena bencana sebagai bagian dari mitigasi bencana yang mungkin dapat terulang kembali.

Imbauan bagi Warga

Wilayah terdampak merupakan daerah perbukitan dengan kepadatan permukiman dan aktivitas pemanfaatan lahan yang cukup tinggi. Badan Geologi meminta warga di sekitar lokasi longsor untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Masyarakat yang tinggal di dekat lereng curam diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat dan setelah hujan deras, mengingat potensi terjadinya gerakan tanah susulan masih tinggi.

Dalam proses penanganan bencana, Badan Geologi juga mengingatkan agar keselamatan petugas di lapangan menjadi perhatian utama.

“Penanganan longsoran dan pencarian korban hilang agar memperhatikan cuaca, agar tidak dilakukan pada saat dan setelah hujan deras, karena daerah ini masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan yang bisa menimpa petugas,” ujar Lana.

Tags: #Badan Geologi#Bandung Barat#Cisarua#Kementerian ESDM#longsor
Previous Post

Aturan Baru Registrasi Kartu Seluler, Salah Satunya Wajib Biometrik

Next Post

Penjualan REC Capai 6,43 TWh di 2025, Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Next Post
Penjualan REC Capai 6,43 TWh di 2025, Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Penjualan REC Capai 6,43 TWh di 2025, Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

Ketua Puak Melayu Indonesia : Program sedimentasi pasir laut, Anugrah Bagi Kami

3 Oktober 2024
Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

Grace Tahir Investasi di Folkshit, Siap Memperkuat Ekosistem Kreatif

27 September 2024
Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

Sigit Danang Joyo Dianggap Layak Gantikan Firli Sebagai Ketua KPK, Ini Sepak Terjangnya

25 Maret 2024
CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

CSG dan Republikorp Kembangkan Rudal Pertahanan Udara ADS-400

20 April 2023

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0

Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

0
Menteri ESDM Tegaskan Izin PT GAG Terbit Sebelum Saya Jadi Menteri

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16-18 Hari

17 Oktober 2026
Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Punya One-Stop Center Kebijakan Krisis Iklim

17 Oktober 2026
Ekonom UGM: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Ini Sulit Tercapai

Krisis Lapangan Kerja, Guru Besar UGM Dorong Penguatan Ekonomi Daerah dan Industri Padat Karya

17 Oktober 2026
Mensos Sebut Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Capai 27,3 Juta KPM

Mensos Tegaskan Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

17 Oktober 2026

Follow Us

Kanal

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hukum
  • Inovasi
  • Internasional
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media SIber
  • Tentang Kami

© 2023 Imperium.id .

No Result
View All Result

© 2023 Imperium.id .